Jakarta, 13 Januari 2025 – Ekonomi kreatif tidak akan tumbuh tanpa dukungan semua pihak. Itulah yang menggerakkan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) bersama Badan Perencana Pembangunan Daerah Khusus Jakarta (Bappeda DKJ) serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Daerah Khusus Jakarta (Disparekraf DKJ) untuk berkolaborasi menyusun strategi akselerasi Jakarta ke kancah global.
“Dengan kondisi Provinsi Daerah Khusus Jakarta sebagai daerah prioritas utama pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia, maka kolaborasi bisa terjalin tak hanya sebatas pengembangan infrastruktur dan revitalisasi ruang publik saja. Pengembangan event dan festival tahunan juga harus rutin digelar untuk menampilkan karya kreatif lokal asli Jakarta,” kata Menekraf Riefky.
“Sebenarnya Jakarta itu punya art. Kita bisa bawa komunitas dalam art event. Kegiatan ini bisa dilakukan secara berkala dan dinamis untuk mendukung aktivasi pelaku ekraf. Promosi, pemasaran, dan perizinan dalam fasilitasi produk kreatif dari Jakarta juga harus disinergikan,” kata Wamenekraf Irene.
Sementara itu Atika selaku Kepala Bappeda DKJ mengatakan peran penting dalam integrasi ekonomi yang mapan harus terkoneksi secara global. Konsep cultural experience disebutnya bisa menjadi potensi yang unggul untuk dikembangkan menuju akselerasi Jakarta sebagai hub pariwisata, ekonomi kreatif, dan budaya.
Sedangkan Andhika Permata selaku Kadisparekraf melihat pentingnya momentum demi memoles citra Jakarta tersebut. Dia mengatakan kegiatan pengembangan kluster akan berjalan dalam pengembangan aspek ekonomi, budaya, kultural, politik, dan hal-hal kreatif lain.
Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif