Kementerian Ekraf Luncurkan Pelatihan Gig Economy dan AI Challenge untuk Gen Z di Jakarta

Kemenekraf/Bekraf RIKamis, 18 Desember 2025
Kementerian Ekraf Luncurkan Pelatihan Gig Economy dan AI Challenge untuk Gen Z di Jakarta

Jakarta, 18 Desember 2025 - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto meluncurkan Pelatihan Gig Economy bagi Gen Z dan AI Open Innovation Challenge di Jakarta Creative Hub. Program ini menjadi tindak lanjut konkret dari paket stimulus ekonomi nasional dengan DKI Jakarta sebagai proyek percontohan penguatan ekosistem gig economy untuk membuka akses lapangan kerja bagi generasi muda.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto meluncurkan Pelatihan Gig Economy bagi Gen Z dan AI Open Innovation Challenge di Jakarta Creative Hub, Jakarta, Kamis (18/12/2025).

“Program ini menjadi pilot project dan kami siap berkolaborasi dengan Pemda DKI agar pelatihan gig economy ini berkelanjutan. Gig economy membuka peluang kerja bagi generasi Z melalui pemanfaatan platform digital, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan,” Ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky pada Kamis, 18 Desember 2025.

Pilot project DKI Jakarta ini merupakan salah satu dari delapan program akselerasi 2025 Paket Stimulus Ekonomi yang diusung oleh pemerintah. Dalam program ini, Kementerian Ekraf berperan memfasilitasi pelatihan di bidang digital melalui kolaborasi dengan pemerintah, asosiasi ekonomi kreatif, asosiasi konten kreator, BUMN seperti Telkom, serta mitra swasta PT Jababeka.

“Kolaborasi ini perlu dijaga agar berkelanjutan, sehingga sinergi antara pemerintah, Pemda DKI, dan para mitra dapat melahirkan generasi muda yang dekat dengan digital, mampu menggunakannya secara berkualitas dan beretika, serta menghasilkan karya-karya inovatif anak bangsa,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pengembangan gig economy perlu didukung ekosistem digital yang kuat dan mandiri, berbasis perlindungan hak kekayaan intelektual dan teknologi. Kebutuhan besar industri nasional, seperti otomotif dan elektronik, menjadi peluang untuk mengembangkan ekosistem digital dari hulu hingga hilir, dengan dukungan pembiayaan KUR bagi pelaku gig economy.

“Dalam gig economy, yang utama adalah perlindungan hak kekayaan intelektual dan pengembangan teknologi chip karena kebutuhan industri Indonesia sangat besar. Dari chip akan berkembang ke perangkat keras, perangkat lunak, data, hingga aplikasi seperti pusat data, otomotif, aplikasi digital, dan internet of things. Untuk mendukung itu, kami bersama Kementerian Ekraf kami menyiapkan KUR sebesar Rp10 triliun dengan bunga 6 persen dan plafon hingga Rp 500 juta, dan Jakarta menjadi prototipe yang akan direplikasi ke 15 kota,” ujar Menko Airlangga.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf.

Lebih lanjut, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pertumbuhan gig economy berbasis kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia menunjukkan kinerja yang sangat kuat dan berpotensi besar mendorong ekonomi digital nasional.

“Di sektor AI, gig economy Indonesia tumbuh hingga 127 persen dengan investasi mencapai 91 juta pada semester pertama. Berdasarkan riset Google, Indonesia memiliki tingkat adopsi AI tertinggi di ASEAN dan berada di peringkat empat di Asia, dengan nilai pasar yang diproyeksikan mencapai 70,6 miliar, dan program ini akan didukung melalui penyediaan co-working space di Jakarta,” tambah Menko Airlangga.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut mendukung diluncurkannya AI Open Innovation Challenge atau Hackathon bertema inovasi solusi kemacetan dan pengelolaan sampah menyambut 500 tahun Jakarta.

“Pemda DKI Jakarta memberikan dukungan penuh untuk acara ini, termasuk dalam perlombaan Hackathon. Kami akan siapkan hadiah yang menarik bagi pemenangnya. Kami juga siap bersinergi dengan pemerintah pusat, menyediakan ruang dan menjadi tuan rumah kegiatan untuk mendukung bukan hanya Gen Z tapi seluruh pegiat gig economy,” ujar Pramono Anung.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf.

Piloting program di Jakarta Creative Hub ini menargetkan 3.000 peserta Gen Z (generasi kelahiran 1997-2012) per bulan dengan menghadirkan rangkaian kegiatan seperti pelatihan AI untuk desain produk, copywriting, analisis tren pasar, pelatihan calon affiliator, persiapan sertifikasi teknologi digital, pelatihan dan inkubasi startup, dan lain-lain.

Program ini diharapkan mendorong generasi muda untuk memanfaatkan teknologi digital secara produktif dan inovatif. Pemerintah berkomitmen melanjutkan inisiatif serupa di daerah lain untuk memperluas dampak gig economy dan AI di seluruh Indonesia.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini dan Menteri Ketenagakerjaan Yessierli.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Pemberdayaan Ekonomi
Lapangan Kerja
Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Aksi Nyata Perluasan Lapangan Kerja
Membangun Ekonomi dari Daerah
Membangun Ekonomi Kreatif dari Daerah
Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif
Kemajuan Ekonomi Kreatif
Potensi Besar Ekonomi Kreatif
Kinerja Kementerian Ekonomi Kreatif
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif
Literasi Ekonomi Kreatif
Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
gambar Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney
gambar Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali
gambar Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025