Jakarta, 3 Oktober 2025 – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya membahas kerja sama dengan Arab Saudi terkait pengembangan berbagai potensi subsektor ekraf. Menurut Menteri Ekraf Teuku Riefky, banyak kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua negara mengingat umat muslim Indonesia yang sering menunaikan ibadah haji dan umrah serta masyarakat Arab Saudi yang juga suka menikmati kuliner halal di Indonesia saat berwisata.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menghadiri jamuan makan malam bersama Duta Besar Arab Saudi di kediaman Duta Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat (03/10/2025).
“Kami melihat peluang besar untuk kolaborasi ke depan dalam penyediaan kuliner halal, kriya, dan fesyen modest asal Indonesia. Apalagi besarnya jumlah jamaah haji dan umrah bisa mencapai hingga 36 juta orang per tahun. Oleh karena itu, kami selalu menantikan pengembangan kolaborasi kreatif yang lebih baik ke depan,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky saat menghadiri jamuan makan malam bersama di kediaman Duta Besar Arab Saudi, Jakarta pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Dalam kerangka Vision 2030, ekonomi kreatif Arab Saudi diposisikan sebagai pilar penting diversifikasi. Arab Saudi menargetkan sektor budaya dan kreatif menyumbang hingga 3 persen terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) nasional sekaligus membuka ratusan ribu lapangan kerja baru. Kondisi ini selaras dengan target Kementerian Ekonomi Kreatif pada 4 hal yang meliputi kontribusi terhadap PDB, nilai ekspor, jumlah tenaga kerja, dan investasi di sektor ekonomi kreatif menuju Indonesia Emas 2045.
“Indonesia merupakan rumah bagi 17 subsektor ekonomi kreatif yang tiap subsektornya menyimpan potensi kolaborasi yang sangat besar dengan Arab Saudi. Kondisi ini sejalan dengan Visi Saudi Arabia 2030 dan Visi Indonesia Emas 2045 yang dapat disejajarkan saling menguntungkan, yang mana ekonomi kreatif dapat dimanfaatkan sebagai katalis pertumbuhan,” ucap Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf/Bekraf.
Menteri Ekraf Teuku Riefky juga menekankan hubungan bilateral bisa membentuk model ekonomi, pengembangan teknologi, dan perluasan bisnis potensial untuk masa mendatang. Ia menyebut seni, desain, fesyen, kuliner halal, dan kerajinan menjadi subsektor yang mampu diprioritaskan untuk memperkuat identitas nasional dan meningkatkan daya saing global.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, HE. Faisal Abdullah H. Amodi, menyambut positif kehadiran Menteri Ekraf Teuku Riefky untuk saling mendukung dan mewujudkan kolaborasi yang lebih konkret dalam bidang ekonomi kreatif.
“Seperti yang kita tahu bahwa Arab Saudi dan Indonesia merupakan negara Islam. Kami meyakini hal-hal baik yang dilakukan akan membuat kesepakatan baru dan kolaborasi nyata sehingga kedua negara bisa saling terhubung untuk merealisasikan visinya,” ungkap Faisal Abdullah.
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf/Bekraf.
Dalam pertemuan ini, Menteri Ekraf Teuku Riefky turut didampingi Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Dessy Ruhati, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Staf Ahli Menteri Bidang Riset, Pendidikan, dan Hubungan Kelembagaan Dian Permanasari, serta Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga Rian Syaf.
Hadir pula mendampingi Duta Besar Arab Saudi seperti Wakil Duta Besar Saudi Arabia Mushari Mutlaq Althiyabi, Kepala Bagian Politik dan Ekonomi Kedutaan Ali Alharbi, Asisten Pribadi Duta Besar dan Kepala Bagian Protokoler Isom Bobsaid, serta Translater Kedutaan DR. Ahmad Jamaluddin.
Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif