Jakarta, 25 April 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, melakukan audiensi bersama dua kreator konten muda, Erika Richardo dan Jerhemy Owen, di Gedung Autograph Thamrin Nine, Jakarta, Jumat, 25 April 2024. Keduanya membahas potensi pemanfaatan dunia digital sebagai sarana pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia.
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf - Wamenekraf Irene Umar audiensi bersama Erika Richardo dan Jerhemy Owen bahas pemberdayaan masyarakat lewat ekonomi digital, Jakarta, Jumat (25/04/2025).
Wamenekraf Irene menyampaikan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) tengah menyusun program pemberdayaan masyarakat di bidang digital, yang menyasar berbagai kelompok seperti “Emak-Emak Matic” agar ibu-ibu melek digital. Program ini bertujuan mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi konsumen di dunia digital, tetapi juga mampu menjadi kreator dan pelaku ekonomi digital.
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf.
“Kehadiran Erika dan Jerhemy adalah representasi dari generasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga berdampak. Dunia digital tidak lagi hanya soal berselancar atau berbelanja, melainkan menjadi ruang untuk berkarya, berwirausaha, dan berkontribusi pada pembangunan sosial,” ujar Wamenekraf Irene Umar.
Program seperti "Emak-Emak Matic" ini merupakan bagian dari delapan prioritas ekonomi kreatif yang terangkum dalam Asta Ekraf, khususnya pada aspek Talenta Ekraf. Irene menambahkan, ekonomi kreatif mencakup 17 subsektor yang sangat beririsan dengan berbagai kementerian lain, dan memiliki peran penting dalam mendorong perdagangan, penciptaan lapangan kerja, serta transformasi ekonomi nasional.
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf
“Kemenekraf hadir sebagai subject matter expert yang akan membantu menyusun regulasi dan sistem pendukung secara menyeluruh (end-to-end). Tujuan utamanya adalah menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai pencipta dan pemilik produk kreatif kelas dunia,” tegas Wamenekraf Irene.
Patut diketahui, Erika Richardo dikenal sebagai konten kreator di bidang seni visual. Ia memproduksi konten seputar lukisan, keseharian (daily vlog), serta aktivitas sosial. Salah satu inisiatifnya yang menonjol adalah kampanye tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui pembangunan sekolah di wilayah Indonesia Timur. Gaya kontennya yang unik membuat karya seni di berbagai tempat dan media tidak konvensional menjadikannya pembeda dalam ranah seni digital.
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf
Sementara itu, Jerhemy Owen baru saja menyelesaikan studi di bidang Environmental Sciences for Sustainable Energy and Technology dari Avans University, Belanda. Setelah kembali ke Indonesia, Jerhemy fokus pada advokasi lingkungan dan konten perjalanan, mengangkat isu keberlanjutan serta pentingnya eksplorasi alam Indonesia secara bertanggung jawab.
Dalam audiensi tersebut, Erika menyampaikan pentingnya keterlibatan langsung para kreator dalam berbagai agenda seni serta industri kreatif lainnya di Indonesia. Ia berharap ada lebih banyak ruang interaksi antara kreator dan publik, agar pertumbuhan ekosistem seni digital semakin masif dan inklusif.
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf
Senada, Jerhemy Owen menyoroti peran media sosial dan platform digital dalam mendorong ekonomi berkelanjutan. Ia melihat bahwa dukungan dari Kemenekraf terhadap subsektor sektor kreatif yang sudah lebih tersegmentasi, telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal dukungan terhadap merek lokal dan produk buatan Indonesia.
“Kami melihat bahwa dukungan terhadap 17 subsektor ekonomi kreatif sudah semakin fokus dan berdampak. Ini menjadi peluang besar bagi kami para kreator untuk terus berkarya dan bersinergi,” ujar Jerhemy.
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf
Dalam kesempatan tersebut, Wamenekraf Irene turut didampingi oleh Direktur Konten Digital Kemenekraf, Yuana Rochma Astuti.
Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif