Apresiasi The Atlantis Mussels, Kementerian Ekraf Dukung Filmmaker Bersuara tentang Perubahan Iklim

Kemenekraf/Bekraf RISabtu, 12 Juli 2025
Apresiasi The Atlantis Mussels, Kementerian Ekraf Dukung Filmmaker Bersuara tentang Perubahan Iklim

Jakarta, 12 Juli 2025 – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) mengapresiasi The Atlantis Mussels, film dokumenter garapan Senada Films, yang pernah memenangkan Best ShortDoc Megacities-ShortDocs Film Festival 2024. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar bangga karena film ini juga mendapat kesempatan tayang dalam festival film internasional seperti Cannes Film Festival 2024, One Earth Film Festival, dan Bali International Film Festival.

Kemenekraf apresiasi film dokumenter “The Atlantis Mussels” angkat isu lingkungan global, Museum Bahari, Jakarta, Sabtu (12/7/2025).

"Kami bangga melihat teman-teman Senada Films yang konsisten menghasilkan satu mahakarya yang bukan hanya dihargai di Indonesia tetapi juga di Cannes Film Festival," ucap Wamen Ekraf Irene saat menghadiri special screening The Atlantis Mussels di Museum Bahari, Jakarta pada Sabtu, 12 Juli 2025.

Film dokumenter ini mengangkat isu lingkungan global dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs). Kehadiran Wamen Ekraf Irene dalam special screening itu sekaligus sebagai bentuk nyata tindak lanjut atas audiensi bersama tim produksi Senada Films yang pernah berlangsung pada tanggal 19 Maret 2025 saat membahas distribusi film-film independen sekaligus penekanan posisi Kementerian Ekraf melalui film yang mampu menyuarakan tantangan global terhadap lingkungan seperti penanganan perubahan iklim, polusi, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

"Let’s continue to make good movies yang mengangkat isu-isu real yang sudah terjadi di dunia dan apa yang bisa kita lakukan bersama lewat kolaborasi. Kami paham kalau teman-teman berjuang untuk menyuarakan sesuatu pasti tujuannya untuk memberi dampak sebesar-besarnya dan ingin film dokumenter ini ditonton oleh banyak orang," kata Wamen Ekraf Irene.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf

“Climate change is a real problem. Filmmakers harus coba menyampaikan isu-isu tentang lingkungan lewat film. Isu lingkungan ini bukan hanya Jakarta, tapi isu lingkungan seluruh dunia dengan masing-masing experience-nya. Kementerian Ekraf hadir untuk berjuang bersama dan lakukan bersama terkait commercialization and distribution supaya isu maupun gagasan terhadap lingkungan bisa ditayangkan lebih luas ke ruang-ruang pemutaran alternatif lain seperti mal, acara pemerintahan, atau platform OTT (Over-The-Top),” imbuh Wamen Ekraf Irene.

Film menjadi salah satu media advokasi yang dekat dan mudah dicerna publik. Dengan konsep special screening seperti layar tancap, film dokumenter pendek 'The Atlantis Mussels' mampu menceritakan dampak perubahan iklim yang sudah genting dan secara langsung terjadi dirasakan oleh nelayan pesisir utara Daerah Khusus Jakarta di Kampung Kerang Hijau. Film ini dibuat oleh rumah produksi Senada Films yang merupakan para alumni jurusan film dan animasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

“Sebenarnya isu Jakarta tenggelam sudah lama dan kami hanya mengkonversi isu lingkungan tersebut menjadi film pendek. Dari kacamata saya sebagai produser, saya mengharapkan film ini setidaknya membuat orang sadar bahwa sekarang ini bukan lagi isu nasional tapi isu global. Saya ingin film ini menjadi awareness dan memengaruhi para pemimpin sebagai policy makers untuk bisa melakukan sesuatu,” ungkap Azyd Aqsha Madani selaku produser film.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf

Indonesia Heritage Agency (IHA) dan Museum Bahari turut menyatakan dukungan terhadap distribusi film The Atlantis Mussels. Dukungan tersebut merupakan bagian dari Bahari On Screen sebagai program yang memberikan ruang bagi anak muda untuk menyuarakan pandangannya terhadap dinamika kehidupan masyarakat pesisir, baik dari sudut sosial, sudut tradisi, pelestarian wisata, dan budaya di dalamnya.

“Harapannya, film The Atlantis Mussels akan men-trigger teman-teman seluruh Indonesia untuk menyadari bahwa semua punya masalah yang sama terhadap climate change. Film dokumenter ini akan membuat kita harus berpikir ulang bagaimana kita membangun kebijakan sebagai policy makers berdasarkan kepentingan lingkungan dan budaya. Climate change tidak hanya berdampak terhadap perubahan struktur perkotaan atau perubahan mata pencaharian masyarakat, tapi juga berdampak terhadap banyak warisan budaya,” harap Nofa Farida Lestari dalam sesi diskusi sebagai Executive Director Indonesia Hidden Heritage (IHH).

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf

Turut hadir mendampingi Wamen Ekraf Irene yaitu Direktur Penerbitan dan Fotografi Iman Santosa. Selain itu Tampak hadir pula perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bangka Belitung Utari Marissa Fitri beserta jajaran, Perwakilan Masyarakat Sipil Pegiat Dokumenter, dan Masyarakat Penggiat Seni Indonesia (MPSI).

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
Ekraf
Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Wamenekraf
Subsektor Film, Animasi, dan Video
Apresiasi
Asta Ekraf
Kemenekraf/Bekraf
The Atlantis Mussels
Pembangunan Merata
Kemerdekaan Semakin Nyata
Pembangunan Merata, Kemerdekaan Semakin Nyata

Postingan Terkait

gambar Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney
Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney

Jakarta, 14 Februari 2024 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi, termasuk PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program-program ekonomi kreatif yang tepat sasaran sesuai arahan pemerintah pusat.

...
gambar Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali
Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali

Bali, 16 Februari 2025 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) berharap gelaran 5th Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 (5th MNEK 2025) di Bali memberi dampak pada para perajin lokal. Tercatat lebih dari 50 pelaku ekonomi kreatif mengikuti kegiatan bertaraf internasional ini.

...
gambar Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025
Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025

Jakarta, 17 Februari 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, menjadi pembicara dalam salah satu sesi talkshow pada acara Future of Beauty Summit 2025 yang diinisiasi oleh Female Daily. Dalam kesempatan tersebut, Wamenekraf Irene memberikan apresiasi terhadap acara yang mencetuskan inovasi, solusi, dan kolaborasi untuk mendorong perubahan ekonomi kreatif yang memengaruhi perilaku konsumen masa kini dan masa depan.

...