Jakarta, 15 Oktober 2026 - Para peserta program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) binaan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) merasakan langsung produknya dilirik dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Penjajakan peluang kemitraan bisnis menjadi hal utama tapi di balik itu, para peserta ASIK mendapatkan bekal penting mulai dari membaca tren, menyusun strategi bisnis, hingga bernegosiasi.
Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif Melalui program ASIK berkomitmen untuk terus mendorong kreativitas menjadi nilai tambah ekonomi, memperluas peluang usaha, dan memperkuat kontribusi ekonomi kreatif terhadap ekspor nasional. Tangerang, (15/10/2026)
Sebanyak 46 jenama unggulan dari subsektor kuliner, kriya, dan fesyen difasilitasi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf agar lebih terarah untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, meningkatkan kesiapan ekspor, serta membuka akses pasar global. Sebagaimana disampaikan salah satu peserta dari subsektor kuliner yaitu Kingkaf Ika Yuanita.
“ASIK bukan hanya sekadar pelatihan. Saya mendapatkan banyak bekal tentang bagaimana cara bertani, membuka pasar, membuat konsep usaha, menentukan target harga, bernegosiasi, dan mempersiapkan bisnis. Jadi, bukan hanya persiapan awal, tetapi kami benar-benar belajar sejauh mana kesiapan yang dibutuhkan untuk terjun langsung ke pasar. Sangat senang karena bagi kami, UMKM, tidak mudah mendapatkan kesempatan untuk menjadi peserta dan memamerkan produk. Ini kesempatan luar biasa untuk menunjukkan potensi daerah,” ujar Ika di TEI 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Banten.
Dampak nyata juga dirasakan Erni Nur Hatmini, pemilik jenama kriya Passion of Art Indonesia. Menurutnya, kesiapan ekspor menuntut pelaku usaha untuk adaptif terhadap efisiensi, perhitungan harga jual, serta pemetaan tren pasar internasional.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
“Perasaannya senang sekaligus terkejut karena pagi tadi sudah ada calon pembeli yang prospektif. Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada Kementerian Ekraf beserta tim. Harapannya, ilmu yang diberikan dapat membantu saya mengembangkan usaha menjadi lebih baik, menghasilkan produk berkualitas untuk pasar, menambah karyawan, dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar,” kata Erni.
Pada ajang TEI 2026, etalase Kreatif Indonesia tersebar di beberapa area utama. Di Hall 2, sebanyak 16 jenama kuliner menampilkan olahan makanan, minuman, kopi, teh, cokelat, hingga rempah Nusantara dari berbagai daerah seperti Bojonegoro, Semarang, Malang, Bitung, hingga Palembang. Sementara di Hall 8, hadir 18 jenama kriya dengan produk unggulan berbasis kayu, keramik, kulit, tekstil, anyaman, hingga kaca. Adapun pada subsektor fesyen, 12 jenama menampilkan koleksi busana tenun, batik, modest fashion, dan aksesori etnik.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Perwakilan MYCL, Syarifah, menyoroti pentingnya program inkubasi dalam menciptakan nilai tambah pada produk berbahan baku lokal dari hulu ke hilir.
“Program ASIK sangat bermanfaat bagi kami. Kesempatan hadir di TEI memberikan wawasan dan koneksi dengan calon pembeli internasional. Produk yang kami kembangkan bersama ASIK menggunakan rumput laut. Bahan yang sebelumnya bernilai satu dapat memberikan nilai hingga sepuluh kali lipat ketika ditambahkan kreativitas. Harapannya, kami bisa terus mengembangkan produk dalam negeri sekaligus memberdayakan masyarakat melalui ekonomi kreatif,” jelas Syarifah.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan melalui Direktorat Kuliner, Fesyen, dan Kriya merupakan komitmen pemerintah dalam mengawal jenama lokal agar berdaya saing global.
“Melalui penguatan kapasitas usaha dan kesiapan produk, jenama lokal diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memenuhi kebutuhan dan standar pasar internasional. Kementerian Ekraf berkomitmen untuk terus mendorong kreativitas menjadi nilai tambah ekonomi, memperluas peluang usaha, dan memperkuat kontribusi ekonomi kreatif terhadap ekspor nasional,” ujar Menteri Ekraf.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif









