Audiensi dengan CODA, Wamen Ekraf Ingatkan Pentingnya Monetasi dalam Ekspansi Gim Lokal

Kemenekraf/Bekraf RISenin, 17 November 2025
Audiensi dengan CODA, Wamen Ekraf Ingatkan Pentingnya Monetasi dalam Ekspansi Gim Lokal

Jakarta, 17 November 2025 — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf/Wakil Kepala Badan Ekraf) Irene Umar menerima audiensi dari manajemen CODA, perusahaan global di bidang monetisasi dan pembayaran konten digital. Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi strategis untuk memperkuat industri gim nasional, meningkatkan kemampuan developer lokal, dan membuka akses pasar internasional bagi produk buatan Indonesia.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi dari manajemen CODA di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Senin (17/11/2025).

“Kreativitas developer Indonesia luar biasa, tetapi tanpa strategi monetisasi yang tepat, potensi mereka tidak akan maksimal. Pemerintah berkomitmen memberikan akses pengetahuan, pasar, dan kolaborasi agar gim lokal dapat bersaing di tingkat global,” ujar Wamen Ekraf Irene dalam audiensi di Autograph Tower, Jakarta, pada 17 November 2025.

CODA, yang berdiri pada 2011, dikenal dengan platform seperti Codashop, Codapay, dan Coda Custom Commerce dipercaya oleh lebih dari 300 penerbit dan menjangkau lebih dari 200 juta pelanggan di seluruh dunia. Dengan dukungan lebih dari 90 persen metode pembayaran lokal maupun internasional, CODA menjadi mitra strategis bagi developer yang ingin memperluas jangkauan dan meningkatkan pendapatan.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf

Selain itu, pertemuan membahas inisiatif global CODA yang bisa diadaptasi di Indonesia, termasuk aktivasi gim di public space seperti bandara dan stasiun, serta kolaborasi IP lintas sektor. Wamen Ekraf Irene menekankan bahwa 2026 akan menjadi momentum penting untuk akselerasi industri gim, melalui ekspansi gim lokal, pelatihan skala besar bagi talenta muda, dan promosi IP nasional di pasar internasional.

“CODA hadir sebagai mitra strategis yang dapat membantu pengembangan ekosistem gim Indonesia. Kementerian Ekonomi Kreatif / Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf / Badan Ekraf) akan memfasilitasi penjajakan kolaborasi agar gim lokal bisa berkembang lebih luas, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga memiliki kesempatan di pasar internasional,” kata Wamen Ekraf Irene.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf

Wamen Ekraf Irene juga menekankan pentingnya monetisasi sebagai pilar utama pertumbuhan industri gim. Shane Happach selaku CEO CODA menyampaikan kesiapan perusahaan untuk mendukung pengembangan developer dan ekosistem lokal.

“Saat Indonesia Game Week, kami ikut membahas isu monetisasi yang jarang diangkat. CODA ingin membantu gim Indonesia dikenal secara internasional, termasuk melalui blog yang memberikan wawasan monetisasi dan spotlight gim lokal. Fokus kami adalah mendukung keberlanjutan bisnis developer, meningkatkan kemampuan monetisasi melalui pelatihan, serta mendorong mindset pertumbuhan untuk go international. Kami juga siap berkontribusi pada kebijakan industri, termasuk implementasi Perpres Nomor 19/2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional,” kata Shane.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf

Penjajakan kolaborasi ini sejalan dengan program prioritas ASTA EKRAF, yang mencakup penguatan talenta lokal, ekspansi pasar, literasi digital, dan kebijakan industri berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Muhammad Neil El Himam sebagai Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf menyebutkan peluang kolaborasi dengan CODA.

“Kolaborasi dengan CODA membuka peluang besar untuk memperkuat talenta lokal (TALENTA EKRAF), menyorot gim Indonesia di panggung global (PASAR EKRAF), meningkatkan kesadaran pengguna terhadap risiko digital (SINERGI EKRAF), dan memberikan masukan untuk kebijakan industri yang adil serta berkelanjutan (EKRAF BIJAK),” kata Neil El Himam.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf

Audiensi ini turut dihadiri Direktur Gim Kementerian Ekraf Luat Sihombing.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
Ekraf
Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kemenekraf/Bekraf
CODA

Postingan Terkait

gambar   Menteri Ekraf di Save My Generation Conference: Kreativitas Generasi Muda Luar Biasa
Menteri Ekraf di Save My Generation Conference: Kreativitas Generasi Muda Luar Biasa

Bekasi, 18 April 2026 - Ekonomi kreatif lekat dengan generasi muda. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyadari modal itu perlu dukungan banyak pihak untuk menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi nasional agar lebih melaju.

...
gambar Wamen Ekraf Apresiasi Perayaan Paskah Berbasis Edukasi Warisan Budaya di Easter Fair
Wamen Ekraf Apresiasi Perayaan Paskah Berbasis Edukasi Warisan Budaya di Easter Fair

Jakarta, 5 April 2026– Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan The Dharmawangsa Jakarta menghadirkan Easter Fair sebagai perayaan Paskah keluarga dengan sentuhan inovatif melalui pendekatan edukatif serta kreativitas berbasis kearifan lokal. Wamen Ekraf, Irene Umar, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi yang menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

...
gambar   Upacara HUT ke-80 RI di Kementerian Ekraf, Kreativitas Jadi Sumber Kemajuan Bangsa
Upacara HUT ke-80 RI di Kementerian Ekraf, Kreativitas Jadi Sumber Kemajuan Bangsa

Jakarta, 17 Agustus 2025 - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mengajak ASN jajaran Kementerian Ekraf mentransformasi kemerdekaan menjadi inovasi dan kreativitas yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Hal ini disampaikan Menteri Ekraf dalam Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kementerian Ekraf di Gedung Film, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025.

...