Jakarta, 16 September 2026 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memastikan pemulihan pascabencana tak hanya berfokus pada pemulihan kondisi fisik, tetapi juga keberlangsungan usaha dan penghidupan masyarakat.

Menteri Ekonomi Kreatif/ Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memastikan Kemenekraf terus mendukung pemulihan sekaligus memperkuat kapasitas usaha pegiat ekonomi kreatif yang terdampak bencena lewat komitmen berbentuk Program Pascabencana Literasi Bisnis bagi Pegiat Ekonomi Kreatif yang diadakan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (15/09/26).
Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar Literasi Bisnis bagi Pegiat Ekonomi Kreatif di Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (15/9). Kegiatan yang digelar Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi itu diikuti 50 pelaku ekonomi kreatif.
Kegiatan ini bagian dari upaya mendukung pemulihan sekaligus memperkuat kapasitas usaha pegiat ekonomi kreatif yang terdampak bencana. Peserta mendapatkan penguatan literasi bisnis dan keuangan, serta informasi mengenai dukungan yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.
“Pelaku ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari proses pemulihan. Kami ingin mereka tidak hanya kembali menjalankan usaha, tetapi juga memiliki kapasitas yang lebih kuat untuk tumbuh dan bertahan,” ujar Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengapresiasi dukungan dan kolaborasi berbagai pihak dalam membantu pemulihan pelaku ekonomi kreatif di daerah.
“Pemulihan ekonomi masyarakat membutuhkan kerja bersama. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata untuk membantu pelaku ekonomi kreatif bangkit dan kembali mengembangkan usahanya,” ujar John Kenedy Azis.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Kementerian Ekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menekankan pentingnya penguatan kapasitas usaha dalam proses pemulihan pascabencana.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif
“Pemulihan usaha tidak hanya tentang kembali berjualan, tetapi juga bagaimana pelaku ekonomi kreatif memiliki pengetahuan dan kesiapan untuk membangun usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” kata Anggara.
Dukungan terhadap pemulihan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan sektor perbankan. Assistant Vice President Bank Mandiri Government & Institutional 1 Group, Aryanto Yudho, menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi bagian penting dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat. Harapannya, kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi pelaku ekonomi kreatif sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghidupkan kembali aktivitas usaha masyarakat di Padang Pariaman.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif
Tak berhenti pada pemberian materi, kegiatan ini membekali peserta dengan pengetahuan praktis, mulai dari literasi bisnis, kesadaran terhadap keamanan pendanaan, hingga cara mengakses permodalan. Program juga dirancang berkelanjutan. Setelah mengikuti tahap literasi, pelaku ekonomi kreatif yang memenuhi kriteria dapat melanjutkan ke tahap mentoring dan pendampingan, sebelum mengikuti pitching untuk mempertemukan usaha mereka dengan calon mitra maupun sumber pendanaan.
Tahap berikutnya berupa monitoring dampak untuk melihat perkembangan dan keberlanjutan usaha setelah mendapatkan fasilitasi. Rangkaian program ini terlaksana melalui kolaborasi Kementerian Ekraf khususnya Direktorat Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi, Bank Mandiri melalui Government & Institutional 1 Group, Bank Mandiri Area Padang dan Bank Mandiri Cabang Lubuk Alung, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, serta Kantor OJK Provinsi Sumatera Barat.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
