Bandung, 15 Oktober 2026 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) resmi memulai rangkaian program pencarian dan pembinaan talenta suara tingkat nasional, Wonder Voice of Indonesia (WVI) 2026. Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan penguatan ekosistem sulih suara agar menembus pasar global.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) resmi memulai rangkaian program pencarian dan pembinaan talenta suara tingkat nasional, Wonder Voice of Indonesia (WVI) 2026. Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan penguatan ekosistem sulih suara agar menembus pasar global. Bandung, 15 Oktober 2026.
"Melalui Wonder Voice of Indonesia 2026, kami ingin membuka kesempatan bagi lebih banyak talenta dari berbagai daerah untuk mengembangkan kemampuan dan terhubung dengan industri," kata Menteri Ekraf saat kick-off rangkaian program ini di Telkom University, Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/10).
Bekerja sama dengan Voice Institute Indonesia dan berbagai lembaga pendidikan, program ini dihadiri oleh lebih dari 250 peserta yang terdiri dari kalangan mahasiswa dan komunitas lokal. Melalui Kick Off Wonder Voice of Indonesia 2026, Kementerian Ekraf berharap semakin banyak talenta dari berbagai daerah memperoleh akses untuk belajar, mengasah keterampilan, dan terhubung dengan pelaku industri.
“Mulai dari film, animasi, gim, periklanan, hingga konten digital, dengan peluang besar yang terus berkembang, baik di dalam negeri maupun global. Potensi ini telah dibuktikan melalui Wonder Voice of Indonesia. Saya mendapat laporan bahwa para alumninya telah dipercaya oleh lebih dari 300 merek dan menghasilkan dampak ekonomi langsung lebih dari Rp2,5 miliar," kata Menteri Ekraf.
Menteri Ekraf juga menegaskan bahwa pemerintah memperkuat ekosistem industri voice over dengan menetapkan sulih suara sebagai bagian dari 21 subsektor ekonomi kreatif dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045 melalui Peraturan Presiden Nomor 37 tahun 2026. Penguatan kebijakan ini perlu diiringi langkah nyata agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para pelaku kreatif.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf.
"Karena itu, Kementerian Ekraf menghadirkan tiga program unggulan, yakni aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia, untuk menggali potensi daerah, memperkuat ekosistem kreatif, serta mendorong kekayaan intelektual (IP) lokal agar mampu bersaing dan menembus pasar global,” papar Teuku Riefky.
Wonder Voice of Indonesia (WVI) pertama kali diselenggarakan pada 2022 sebagai langkah awal membangun fondasi pengembangan talenta sulih suara di Indonesia. Pada 2023, program ini berkembang melalui kurikulum yang memadukan pembelajaran daring dan luring, kegiatan road to WVI, produksi sandiwara radio bersama Radio Sonora, serta pembentukan komunitas Voice People Jawa Timur sebagai komunitas VO pertama pasca penyelenggaraan WVI.
Pada 2024, jangkauan komunitas WVI meluas ke Yogyakarta, Aceh, Bali, dan Makassar, dengan dampak ekonomi bagi alumni yang tercatat melalui kolaborasi dengan lebih dari 50 brand atau institusi. Perkembangan semakin signifikan pada 2025, ketika WVI berhasil menarik lebih dari 7.200 pendaftar dan memperoleh eksposur di lebih dari 30 media.
Ekspansi komunitas semakin luas melalui pembentukan Voice People Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatera Utara, serta terbentuknya Asosiasi Pengisi Suara Indonesia (Aspesnesia). Capaian ini menunjukkan pertumbuhan WVI dari program pengembangan talenta menjadi ekosistem yang membuka peluang kolaborasi dan nilai ekonomi bagi para pengisi suara.
Pemenang Wonder Voice of Indonesia 2024, Euis Handayani atau Unya yang kini sudah menjadi talent profesional di bidang sulih suara mengungkapkan bahwa banyak keuntungan yang didapat setelah mengikuti program kolaborasi ini. Salah satunya adalah terbukanya peluang besar bagi karirnya di industri sulih suara.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf.
“Pengalaman ikut Wonder Voice of Indonesia tidak bisa dibeli dengan apapun. Karena yang kita dapat bukan hanya pengalaman, tetapi juga networking untuk bisa mendapatkan kesempatan bekerja di industri kreatif. Jadi program ini adalah kesempatan yang berguna sekali generasi muda untuk menambah ilmu dan juga mendapatkan networking di industri kreatif,” ungkap Unya yang saat ini meniti karir sebagai mentor dan voice director.
Antusiasme ratusan mahasiswa Telkom University sangat terasa selama mengikuti jalannya acara. Memanfaatkan kesempatan belajar langsung dari para ahli sulih suara, mereka tak segan-segan aktif mengikuti tantangan demi tantangan yang diberikan sepanjang acara berlangsung.
“Program ini sangat insightful buat saya selaku mahasiswa komunikasi. Tadi juga sempat mencoba maju untuk menerima tantangan mas Bimo membaca naskah, dan ini makin membangun minat saya untuk belajar lebih dalam tentang dunia voice acting. Terima kasih buat WVI dan juga Ekraf atas kolaborasi ini, karena kami sangat butuh pemberdayaan seperti ini, sehingga bisa mengasah keterampilan dan mengembangkan bakat di bidang komunikasi,” ucap Naufal, mahasiswa Telkom University yang turut menjadi peserta.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif







