Langkah kaki tiga menteri Kabinet Merah Putih gagasan Presiden Prabowo Subianto terasa mantap siang itu. Senin, 4 Mei 2026, mereka memilih lokasi yang tak lazim untuk rapat tingkat menteri, sebuah kedai jamu di kawasan M Bloc Space.
Yang hadir adalah Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, serta Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman. Di tengah suasana santai Kedai Suwe Ora Jamu, mereka membahas sesuatu yang serius, masa depan ekonomi berbasis kawasan.
Pilihan lokasi itu bukan tanpa alasan. M Bloc Space dinilai sebagai contoh konkret bagaimana ruang kreatif dapat menggerakkan ekonomi. Setelah sekitar satu jam berdiskusi, ketiganya sepakat mendorong replikasi model serupa di berbagai daerah sebagai salah satu strategi pengentasan kemiskinan, dengan memperbanyak ruang kreatif yang terintegrasi dengan UMKM.
Baca Juga : Menteri Ekraf Apresiasi Kawasan Blok M Jadi Pusat Aktivitas Kreatif yang Potensial

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
Di balik keberhasilan itu, CEO M Bloc Space, Ahmad Romero Comacho atau yang akrab disapa Popo, menegaskan bahwa sejak awal M Bloc tidak pernah diposisikan sekadar sebagai ruang fisik.
“Kami menghidupkan kembali aset idle menjadi ruang yang punya narasi dan relevansi, sehingga orang datang bukan hanya untuk konsumsi, tapi untuk experience," ujar Popo saat berbincang.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi fondasi awal dalam membangun kawasan yang memiliki daya tarik sekaligus makna. M Bloc tidak hanya menghadirkan ruang, tetapi juga cerita yang mengikat pengalaman pengunjung. Fondasi berikutnya adalah kolaborasi. Ekosistem yang dibangun di M Bloc mengintegrasikan berbagai pihak komunitas, tenant, brand, media, hingga pelaku kreatif dalam satu sistem yang saling menghidupkan.
“Ekosistem ini dibangun dari integrasi multi pihak. Semua bukan sekadar pengisi ruang, tapi bagian dari sistem yang saling menghidupkan,” jelasnya.
Baca Juga : Menteri Ekraf Resmikan Creative Hub Tanah Datar, Apresiasi Potensi Ekonomi Kreatif Daerah

Dokumentasi M Bloc
Selain itu, kekuatan konten menjadi penggerak utama. Beragam program kreatif, mulai dari musik hingga kegiatan komunitas, menjadi magnet yang menghadirkan pengunjung sekaligus menjaga dinamika kawasan.
“Kami percaya konten adalah engine utama. Dari program musik, komunitas, hingga event kreatif, itu yang membangun crowd. Crowd kemudian menciptakan sirkulasi ekonomi yang sustain," kata Popo.
Namun, menjaga ekosistem tetap hidup membutuhkan konsistensi. Popo menekankan pentingnya kurasi, baik terhadap tenant maupun program, agar tetap selaras dengan nilai dan dinamika yang dibangun.
“Tenant dan program harus nyambung dengan dinamika anak muda, komunitas, dan perkembangan industri kreatif," ungkapnya.
Program yang berkelanjutan juga menjadi kunci agar kawasan tidak stagnan. Berbagai kegiatan terus dihadirkan untuk menjaga ritme ruang tetap hidup, sekaligus memastikan setiap elemen dalam ekosistem mampu berkontribusi.
Baca Juga : Menteri Ekraf Yakin Makassar Jadi Pusat Akselerasi Anak Muda Majukan Ekraf
Hasilnya terlihat nyata. Sejak didirikan tahun 2019, M Bloc kini mampu menarik sekitar dua juta pengunjung per tahun, dengan lebih dari 200 brand dan tenant lokal yang tumbuh di dalam ekosistemnya. Selain itu, lebih dari 500 komunitas terlibat aktif, sekitar 300 musisi mendapatkan panggung pertamanya di M Bloc.
Dampaknya pun meluas, mulai dari peningkatan omzet tenant, penciptaan lapangan kerja, hingga mendorong UMKM naik kelas. Bagi Popo, keberhasilan tersebut tidak semata diukur dari pendapatan.

Dokumentasi M Bloc
“Kami melihat keberhasilan bukan hanya dari revenue, tapi dari multiplier effect yang dihasilkan," ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa replikasi model seperti M Bloc tidak bisa dilakukan secara seragam. Setiap daerah perlu mengangkat identitas lokal serta membangun komunitas dan konten yang kuat, bukan sekadar menghadirkan infrastruktur.
“Model M Bloc bisa direplikasi, tapi tidak bisa di-copy paste. Harus ada kolaborasi multi stakeholder. Pemerintah, swasta, komunitas, dan kreator harus jalan bareng sebagai satu sistem," pesannya.
Baca Juga : Menteri Ekraf Luncurkan Ekraf Hub, Wujudkan Rumah Kolaborasi bagi 26 Juta Pelaku Kreatif
Di akhir perbincangan, Popo menegaskan bahwa keberhasilan M Bloc tidak lepas dari peran kolaborasi tersebut. Pemerintah, menurutnya, memiliki posisi penting sebagai enabler.
“Peran pemerintah sangat penting, terutama sebagai enabler, bukan hanya regulator. Di M Bloc, keberhasilan terjadi karena semua pihak jalan bareng, bukan sendiri-sendiri," tutup Popo.
