Aceh Tamiang, 11 September 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menginisiasi Program Creative Recovery for Children melalui Acara Unjuk Karya (Showcase) Melukis Bersama Asosiasi dan Anak-Anak di Tribun Bupati Aceh Tamiang. Inisiatif ini menyasar 100 siswa SD dan SMP terdampak banjir bandang untuk memulihkan kondisi psikososial mereka sekaligus mengenalkan potensi ekonomi kreatif subsektor seni rupa dan kriya sejak dini.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (kanan), bersama seorang anak melihat lukisan dalam program “Riang dan Kreatif dalam Permainan Gim Papan” yang digelar Ekraf pada acara Unjuk Karya (Showcase) Melukis Bersama Asosiasi dan Anak-anak di Tribun Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (11/09/2026).
“Kehadiran kami hari ini atas arahan Presiden dalam upaya pemberdayaan ekonomi pascabencana. Selain itu, Saya ingin menyampaikan rasa bahagia saya bisa hadir di Aceh Tamiang ini. Melihat wajah-wajah ceria anak-anak di hadapan saya, saya teringat akan sebuah pesan: bahwa kreativitas adalah cahaya yang paling terang, bahkan di masa yang sulit sekalipun. Hari ini, melalui seni lukis, kita tidak lagi bicara tentang sisa bencana, kita bicara tentang 'Harapan Baru',” ujar Menekraf, Teuku Riefky Harsya, saat membuka secara resmi kegiatan tersebut, Jumat (11/9).
Keunikan pameran ini terletak pada penggunaan pigmen alami dari lumpur dan debu sisa banjir sebagai media melukis. Teknik ini memvisualisasikan transformasi estetik dari trauma bencana menjadi deretan karya rupa bernilai seni. Melalui pelatihan intensif selama tiga hari, 50 murid SD dan 50 pelajar SMP didampingi oleh seniman lokal, mentor profesional, serta psikolog klinis untuk mengekspresikan tema 'Bangkit' dan 'Harapan Baru'.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
“Saya bahagia mendengar bahwa anak-anak sekalian menggunakan pigmen alami dari lumpur dan debu sisa banjir untuk mewarnai karya-karya ini. Sebuah pesan yang kuat kepada dunia: bahwa anak-anak Aceh Tamiang mampu mengubah trauma menjadi keindahan, dan membangun jiwa melalui seni,” tutur Teuku Riefky.
Inisiatif ini merupakan bentuk komitmen menindaklanjuti Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selaku Ketua Satgas, program diorkestrasi melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, dan masyarakat dengan memanfaatkan ruang publik terdampak seperti Tribun Bupati Aceh Tamiang sebagai wadah aktivasi kreatif.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
Aksi ini berjalan di bawah gerakan Ekraf Peduli ‘Pulih Bersama, Bangkit Berdaya’ untuk memulihkan ekonomi berbasis potensi lokal yang nantinya dapat direplikasi ke wilayah lain. Kemenekraf telah menyiapkan total 103 kegiatan yang menargetkan 5.788 penerima manfaat. Hingga pertengahan September 2026, sebanyak 30 kegiatan telah terealisasi dengan memfasilitasi 2.216 peserta, sementara 73 kegiatan sisanya dengan target 3.572 peserta akan dilaksanakan secara bertahap hingga akhir tahun.
“Kehadiran Kementerian Ekraf menjadi dorongan energi untuk menghidupkan kembali harapan serta meracik ekonomi daerah pascabencana melalui kolaborasi bersama dan pengembangan sumber daya manusia berbasis kearifan lokal. Mari perbesar dan manfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu, membangun jaringan, serta menjadikan pelatihan sebagai batu loncatan dalam menata kembali kehidupan masyarakat yang tangguh dan pantang menyerah,” ujar Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi.
Rangkaian program diawali dengan Bootcamp Melukis pada 27–29 Agustus 2026, dilanjutkan Local Showcase I pada 11–13 September 2026 yang diisi pameran karya, sesi mewarnai, serta dongeng edukatif, dan disusul Showcase II pada pekan kedua September. Pameran diakhiri dengan penyerahan piagam apresiasi dan pengumuman 10 karya terinspiratif terpilih hasil kurasi. Karya-karya terbaik ini akan dipamerkan di Jakarta serta dikembangkan menjadi produk turunan ekonomi kreatif bernilai tambah, seperti art print dan merchandise.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
“Aku senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini. Lukisan aku menggambarkan bahwa bencana menyadarkan masyarakat akan pentingnya semangat Bhinneka Tunggal Ika melalui gotong royong dan kepedulian antar sesama untuk saling membantu serta mempererat persaudaraan. Adanya kegiatan ini membuat aku sendiri terkejut, ternyata aku bisa melukis. Alhamdulillah, karya aku sebagai anak SMP kelas 2 ini terpilih sebagai karya terinspiratif dan bisa dipajang di Jakarta nanti. Setelah ini, aku mau lebih rajin melukis,” ujar peserta, Yumna Syakira.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadhlon; Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Syuibun Anwar; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Syamsul Rizal; Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Azis; serta Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Farij.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
Sementara itu, Menekraf didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, M. Neil El Himam; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Firmansyah; Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Dadam Mahdar; Direktur Gim, Luat Sihombing; Direktur Fasilitasi Infrastruktur, Fahmy Akmal; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Media dan Opini Publik, Hasbil Mustaqim Lubis.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
