Dharma Wanita Persatuan Kementerian Ekraf Gelar Workshop Penulisan, Perkuat Literasi Perempuan

Kemenekraf/Bekraf RIRabu, 4 Maret 2026
Dharma Wanita Persatuan Kementerian Ekraf Gelar Workshop Penulisan, Perkuat Literasi Perempuan

Jakarta, 4 Maret 2026 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Workshop Penulisan sebagai bagian dari upaya penguatan literasi perempuan dan pengembangan talenta ekonomi kreatif dalam rangka Ramadan Kreatif. Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu menegaskan bahwa literasi dan kepenulisan merupakan fondasi penting dalam ekonomi kreatif yang bertumpu pada ide dan kreativitas.

Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu, memberikan sambutan dalam kegiatan workshop penulisan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Ekraf, di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Data International Publishers Association menunjukkan lebih dari 50 persen pemimpin penerbitan di Inggris adalah perempuan, dan di Amerika Serikat sekitar tiga perempat tenaga kerja sektor ini juga perempuan. Ini membuktikan bahwa kepenulisan adalah ruang strategis kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan,” ujar Agustini saat memberikan sambutan dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta pada Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menambahkan, peran perempuan dalam membangun budaya literasi keluarga sangat menentukan kualitas generasi mendatang. Selain berdampak sosial, aktivitas menulis juga memiliki nilai ekonomi yang semakin relevan di era digital dan menjadi bagian dari ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth Indonesia.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Agustini menekankan bahwa subsektor penerbitan dan fotografi menjadi salah satu prioritas pengembangan Kementerian Ekraf. Hingga 2029, pemerintah menargetkan pembinaan 4.000 talenta di subsektor ini sebagai bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia ekonomi kreatif nasional.

Sementara itu, Ketua DWP Kementerian Ekraf Siti Nurjanah Cecep Rukendi menyampaikan bahwa menulis bukan sekadar keterampilan, melainkan sarana meninggalkan jejak gagasan dan nilai. Ia berharap workshop ini mendorong peserta untuk berani memulai dan konsisten berkarya, seiring berkembangnya industri kreatif yang membutuhkan narasi kuat untuk film, animasi, komik, hingga gim.

“Melalui tulisan, kita bisa berbagi pengalaman dan menginspirasi banyak orang. Cerita pendek menjadi pintu masuk yang efektif untuk mulai menulis karena mampu menyampaikan makna secara ringkas namun kuat,” ujarnya.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Workshop menghadirkan Founder & CEO KBM App Isa Alamsyah yang membagikan strategi membangun ekosistem kepenulisan digital serta pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), dalam proses kreatif. Menurut Isa, AI dapat menjadi alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, selama penulis tetap memegang kendali atas gagasan dan arah cerita.

“AI membantu mempercepat proses, tetapi kreativitas dan nilai tetap berasal dari penulis,” jelasnya.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Dalam sesi diskusi, peserta menanyakan batasan etika dalam penulisan digital serta cara menjaga idealisme di tengah tuntutan pasar. Menanggapi hal tersebut, Isa menegaskan bahwa platform tetap memiliki standar konten yang jelas, dan penulis memiliki ruang untuk menyeimbangkan idealisme dengan preferensi pembaca.

“Penulis bisa membaca respons pembaca secara real time, namun keputusan tetap ada pada penulis. Adaptif tanpa kehilangan jati diri adalah kuncinya,” tambahnya.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Melalui kegiatan ini, Kementerian Ekraf bersama Dharma Wanita Persatuan mendorong lahirnya lebih banyak penulis perempuan yang tidak hanya memperkuat budaya literasi, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif nasional dan penguatan ekosistem kreatif Indonesia.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
The New Engine Of Growth
Pentingnya Literasi
Kemenekraf/Bekraf
Kemajuan Ekonomi Kreatif
Capaian Kinerja Kementerian Ekraf
Capaian Kementerian Ekonomi Kreatif
Kementerian Ekraf/Badan Ekraf RI
Literasi Ekonomi Kreatif

Postingan Terkait

gambar Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney
Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney

Jakarta, 14 Februari 2024 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi, termasuk PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program-program ekonomi kreatif yang tepat sasaran sesuai arahan pemerintah pusat.

...
gambar Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali
Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali

Bali, 16 Februari 2025 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) berharap gelaran 5th Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 (5th MNEK 2025) di Bali memberi dampak pada para perajin lokal. Tercatat lebih dari 50 pelaku ekonomi kreatif mengikuti kegiatan bertaraf internasional ini.

...
gambar Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025
Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025

Jakarta, 17 Februari 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, menjadi pembicara dalam salah satu sesi talkshow pada acara Future of Beauty Summit 2025 yang diinisiasi oleh Female Daily. Dalam kesempatan tersebut, Wamenekraf Irene memberikan apresiasi terhadap acara yang mencetuskan inovasi, solusi, dan kolaborasi untuk mendorong perubahan ekonomi kreatif yang memengaruhi perilaku konsumen masa kini dan masa depan.

...