Jakarta, 19 September 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif melanjutkan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tengah lewat Program Ekraf Peduli. Mengangkat tema “Desain Peta Jalan Ekonomi Kreatif Aceh Tengah: Positioning, Branding, and Marketing”, program ini berlangsung pada 18–19 September 2026 di Ruang Kreatif Merah Putih, Aceh.
Sekretaris Deputi Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), Selliane Halia (tengah), berfoto bersama peserta seusai mengikuti program Ekraf Peduli yang mengangkat tema “Desain Peta Jalan Ekonomi Kreatif Aceh Tengah: Positioning, Branding, and Marketing” di Ruang Kreatif Merah Putih Gedung Pendari, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan yang diikuti 80 pegiat ekonomi kreatif terdampak bencana tersebut memberikan pembekalan mengenai strategi branding usaha, storytelling produk, dan pemasaran digital. Peserta juga berdiskusi serta berlatih mengidentifikasi potensi lingkungan sekitar untuk dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai tambah.
“Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih merupakan program penguatan ekonomi kreatif di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang akan terus dilaksanakan hingga tahun 2028, sekaligus mendorong para peserta untuk membangun jejaring, memperkuat kapasitas usaha, dan mengoptimalkan pendampingan agar memberikan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi kreatif daerah,” ujar Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekrad, Selliane Halia.
Program Ekraf Peduli mendapat sambutan positif dari Plt. Sekretaris Daerah Aceh Tengah serta Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif yang lebih terarah sekaligus membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas produktif pascabencana.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibimbing langsung menyusun strategi branding yang kuat, merangkai storytelling produk yang menyentuh konsumen, hingga mengeksekusi pemasaran digital secara tepat. Ini menjadi bekal krusial bagi pegiat ekraf untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar produk lokal,” ungkap Rizqi Islami sebagai peserta pelatihan yang menerima manfaat baiknya.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pendari tersebut menghadirkan Muhammad Hafidullah, Founder SEMESTA Network Inc., sebagai narasumber. Selain memperoleh materi, peserta mendapat kesempatan untuk mengembangkan gagasan berdasarkan potensi lokal yang dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih bagian dari keberlanjutan Program Ekraf Peduli untuk membuka kembali ruang produktif bagi masyarakat terdampak bencana. Ruang kreatif ini diharapkan menjadi wadah bagi pegiat ekonomi kreatif untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring, dan mengembangkan karya sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat Aceh Tengah. #SumateraBangkit
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
