Festival Jaranan Trenggalek Terbuka Ke-29: Seni Pertunjukan Daerah Mendukung Pergerakan Ekonomi Kreatif

Kemenekraf/Bekraf RIMinggu, 28 September 2025
Festival Jaranan Trenggalek Terbuka Ke-29: Seni Pertunjukan Daerah Mendukung Pergerakan Ekonomi Kreatif

Trenggalek, 28 September 2025 – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-29 sebagai "the new engine of growth", membuktikan seni tradisi bisa menjadi penggerak ekonomi kreatif lokal yang produktif. Harapan ini disampaikan Sekretaris Kementerian Ekraf Dessy Ruhati saat membuka festival tersebut.

Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, membuka Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-29, Trenggalek, Minggu (28/09/2025).

Dalam sambutannya, Dessy Ruhati menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek, para seniman, komunitas, serta seluruh pihak yang menjaga keberlangsungan festival budaya ini. Ia menegaskan bahwa FJTT adalah ruang ekspresi sekaligus cerminan identitas masyarakat Trenggalek.

“Trenggalek memiliki tradisi jaranan yang menjadi identitas daerah sekaligus kebanggaan nasional. Festival ini tidak hanya berperan dalam melestarikan seni tradisi, tetapi juga membuka peluang bagi berkembangnya ekonomi kreatif. Dari seni pertunjukan jaranan, tumbuh ekosistem baru seperti musik, kriya, kuliner, hingga produk-produk kreatif lainnya yang menciptakan nilai ekonomi. Inilah bukti bahwa seni dan budaya dapat menjadi the new engine of growth yang menggerakkan masyarakat secara kreatif dan produktif,” ungkapnya.

Dessy Ruhati menutup sambutannya dengan ajakan untuk menjaga semangat dan kreativitas bersama.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“Melalui seni budaya, mari kita bangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan, membanggakan daerah, dan memperkuat identitas bangsa Indonesia di mata dunia,” tegasnya.

FJTT merupakan perayaan seni tradisi yang menampilkan kesenian jaranan, warisan leluhur berusia ratusan tahun. Trenggalek memiliki jenis khas bernama Turonggo Yakso, yang menjadikan daerah ini dikenal sebagai pusat penyebaran dan pengembangan jaranan di Indonesia.

Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini, menyatakan bahwa festival ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sarat dengan nilai kehidupan, mulai dari perjuangan, kebersamaan, hingga pengendalian diri. Pesan moral tersebut menjadikan jaranan relevan untuk terus diwariskan lintas generasi, sembari memberikan inspirasi bagi inovasi kreatif. FJTT juga menjadi magnet yang memperkuat citra Trenggalek sebagai destinasi budaya.

Setiap penyelenggaraannya, festival ini mampu menarik perhatian publik dari berbagai daerah bahkan mancanegara. Potensi tersebut diharapkan dapat semakin mengukuhkan posisi Trenggalek sebagai pusat kebudayaan sekaligus penggerak perekonomian lokal.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyampaikan bahwa FJTT bukan sekadar agenda hiburan. Menurutnya, festival ini adalah langkah nyata menjadikan Trenggalek sebagai pusat jaranan dunia.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“Budaya lokal akan lebih kuat jika dipertemukan dengan kreativitas dari luar. FJTT adalah wadah yang membuka ruang kolaborasi itu,” kata Nur Arifin.

Untuk mewujudkan hal itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Sinergi antara pemerintah, komunitas seni, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar jaranan tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga berkembang menjadi sumber nilai ekonomi dan inovasi.

Dalam hal ini, Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Dadam Mahdar akan mengadakan pendukungan terkait subsektor seni rupa dan seni pertunjukan, untuk menjadi perhatian khususnya pada festival jaranan agar kedepannya menjadi lebih baik lagi, dan berupaya mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
FJTT ke-29 Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama dalam melestarikan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Dengan dukungan semua pihak, FJTT diyakini akan terus berkembang menjadi ajang budaya unggulan berskala internasional.

Turut hadir Ketua DPRD Kab. Trenggalek, Doding Rahmadi dan Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata, Fransiskus Handoko. Dihadiri pula jajaran pejabat pemerintah pusat dan daerah, tokoh masyarakat, budayawan, seniman, serta komunitas jaranan dari berbagai wilayah.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Pemberdayaan Ekonomi
Subsektor Seni Pertunjukan
Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Seni Pemicu Ekonomi Kreatif
Membangun Ekonomi Kreatif dari Daerah
Kemenekraf/Bekraf
Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif
Kemajuan Ekonomi Kreatif
Potensi Besar Ekonomi Kreatif

Postingan Terkait

gambar Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney
Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney

Jakarta, 14 Februari 2024 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi, termasuk PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program-program ekonomi kreatif yang tepat sasaran sesuai arahan pemerintah pusat.

...
gambar Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali
Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali

Bali, 16 Februari 2025 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) berharap gelaran 5th Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 (5th MNEK 2025) di Bali memberi dampak pada para perajin lokal. Tercatat lebih dari 50 pelaku ekonomi kreatif mengikuti kegiatan bertaraf internasional ini.

...
gambar Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025
Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025

Jakarta, 17 Februari 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, menjadi pembicara dalam salah satu sesi talkshow pada acara Future of Beauty Summit 2025 yang diinisiasi oleh Female Daily. Dalam kesempatan tersebut, Wamenekraf Irene memberikan apresiasi terhadap acara yang mencetuskan inovasi, solusi, dan kolaborasi untuk mendorong perubahan ekonomi kreatif yang memengaruhi perilaku konsumen masa kini dan masa depan.

...