Jakarta, 2 Oktober 2025 — Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Garena Indonesia resmi meluncurkan kolaborasi lintas subsektor dalam penyelenggaraan Free Fire World Series (FFWS) Global Finals 2025, dalam konferensi pers di Gold Ballroom, Thamrin Nine Complex, Jakarta. Gelaran ini akan berlangsung pada 31 Oktober–15 November 2025 di Indonesia Arena. Sebagai tuan rumah, Indonesia menghadirkan beragam produk kreatif seperti batik, musik elektronik, seni visual, dan komik digital, sebagai bukti kekuatan Ekraf dalam menciptakan inovasi yang relevan bagi audiens global.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menghadiri Free Fire World Series (FFWS) Global Finals 2025 di Gold Ballroom, Thamrin Nine, Jakarta, Kamis (02/10/2025).
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa industri gim merupakan salah satu subsektor yang berperan penting sebagai the new engine of growth bagi perekonomian nasional.
“Industri gim bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas dan peluang usaha baru. Lebih penting lagi, ekosistem ini digerakkan oleh generasi muda yang menjadi kunci daya saing Indonesia di era digital,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Ia menambahkan, dukungan berbagai kolaborator memperlihatkan kekuatan ekosistem Ekraf Indonesia. Weird Genius melalui musik, Muklay lewat karya seni visual, Tahilalats dengan konten komik digital, serta Guru Batik yang menghadirkan motif khas Nusantara, semuanya memberi warna Indonesia yang dikemas dengan gaya populer dan dekat dengan publik global.
Biro. Komunikasi Kemenekraf
“Kolaborasi hexahelix, antara pelaku usaha, kreator, akademisi, komunitas, media, hingga pemerintah, adalah kunci untuk mempercepat lahirnya talenta dan ciptaan lokal yang bisa bersaing global. Ekraf mengapresiasi setinggi-tingginya dukungan Garena Indonesia dan semua kreator yang terlibat. Gelaran ini adalah bukti nyata bagaimana ekosistem kreatif mampu melahirkan peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan posisi Indonesia di mata dunia,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Pernyataan ini sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh pelaku industri untuk terus mengembangkan kolaborasi kreatif dan inovatif. Harapan kami agar semakin banyak publisher game yang berkolaborasi dengan ekosistem game dan para pegiat kreatif Indonesia seperti yang dilakukan Garena Indonesia dengan model bisnis yang inklusif dan berkelanjutan.
Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, menilai turnamen ini bukan hanya kompetisi e-sports, tetapi juga etalase inovasi kreatif Indonesia.
Biro. Komunikasi Kemenekraf
“Free Fire adalah salah satu komunitas e-sports terbesar di dunia. Dengan menggandeng seniman visual, musisi, komikus, hingga perajin batik, kita membuktikan bahwa ciptaan lokal bisa masuk ke pasar global. Indonesia bukan hanya host bagi turnamen e-sports dunia, tetapi juga menjadi panggung bagi IP dan produk kreatif anak bangsa,” ungkap Irene.
Country Head Garena Indonesia, Hans Saleh, menyampaikan apresiasinya kepada Ekraf dan para kolaborator kreatif.
“Indonesia menjadi host FFWS 2025 bukan hanya untuk menunjukkan kekuatan e-sports, tetapi juga bagaimana produk kreatif bisa hadir di panggung dunia. Perpaduan e-sports dan seni membuka peluang baru sekaligus merayakan keberagaman ide. Kolaborasi ini hanya mungkin terwujud berkat dukungan penuh Ekraf,” jelas Hans.
Perwakilan Guru Batik, Dheni Nugroho, menilai keterlibatan batik dalam Free Fire sebagai sejarah baru.
Biro. Komunikasi Kemenekraf
“Ini pertama kalinya batik berkolaborasi dengan gim. Kami memilih motif Glompol (kebersamaan) dan Nitik (ketekunan) yang sarat makna, dengan harapan batik semakin dekat dengan generasi muda. Batik bukan kuno, justru bisa tampil keren dan relevan di panggung global. Merchandise ini hanya mungkin lahir karena turnamen ini digelar di Indonesia,” ungkapnya.
Kehadiran karya kreator muda di turnamen ini menunjukkan bahwa industri kreatif Indonesia mampu bersaing sekaligus memperkenalkan budaya dan identitas bangsa ke jutaan penonton internasional. Momentum ini adalah tonggak penting menuju ekosistem kreatif yang berkelanjutan dan inklusif.
Biro. Komunikasi Kemenekraf
Turut mendampingi jajaran Ekraf, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi; Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu; Deputi Bidang Kreativitas Teknologi Digital Neil El Himam; Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga Rian Firmansyah; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga Gemintang Kejora Mallarangeng.
Turut hadir, Head of Business Development, Esports, and Community Garena Indonesia Wijaya Nugroho; Game Producer Garena Free Fire Indonesia Christiandy Franciscus; anggota Weird Genius Roy Leonard, Reza Octavian, dan Eka Gustiwana; seniman visual Muchlis Fachri (Muklay); serta kreator komik digital Nurfadli Mursyid (Tahilalats).
Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
