Film Happy Eyes Perkuat Kerja Sama Indonesia-Prancis di Sektor Ekonomi Kreatif

Kemenekraf/Bekraf RISenin, 20 April 2026
Film Happy Eyes Perkuat Kerja Sama Indonesia-Prancis di Sektor Ekonomi Kreatif

Jakarta, 20 April 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menerima audiensi tim produksi film internasional Happy Eyes hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Prancis. Film feature petualangan anak ini disutradarai, Gilles de Maistre dari Prancis dan didanai StudioCanal France melalui Moana France bekerja sama dengan rumah produksi Indonesia, Jungle Run Production.


Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi perwakilan pihak Film Happy Eyes di Kantor Kementerian Ekraf, siap kolaborasi produksi film jadi karya sineas Indonesia dan Prancis, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa proyek film Happy Eyes ini strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Prancis, khususnya subsektor film, animasi, dan video. Kolaborasi ini sejalan dengan implementasi nota kesepahaman (MoU) yang pernah disepakati kedua negara.

“Kolaborasi lintas negara menjadi langkah konkret untuk membuka lebih banyak peluang investasi subsektor ekonomi kreatif, khususnya film. Kementerian Ekraf ingin memastikan Indonesia menjadi destinasi atau lokasi syuting yang ramah bagi produksi internasional sekaligus mampu mengangkat talenta lokal ke pasar global,” ujar Teuku Riefky di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (20/4).


Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Nantinya, film Happy Eyes diyakini mampu memberi ruang peningkatan kapasitas talenta lokal melalui transfer pengetahuan dari kru berstandar internasional, sekaligus memperluas jaringan profesional sineas Indonesia untuk peluang ko-produksi global. Sebagai contoh, Kementerian Ekraf juga pernah mendukung proses produksi film Rose Pandanwangi yang melibatkan co-production 4 negara sekaligus. Selain itu, Menteri Ekraf menambahkan bahwa Pemerintah tengah menyusun skema insentif untuk memperkuat daya saing industri film nasional, termasuk insentif fiskal dan nonfiskal.

“Kementerian Ekraf sedang memfinalisasi skema insentif industri film yang mencakup kemudahan perizinan, penguatan ekosistem, hingga potensi pemberian insentif seperti cash rebate. Kehadiran proyek seperti feature film Happy Eyes menjadi contoh konkret yang dapat memperkaya kebijakan tersebut,” lanjut Teuku Riefky.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Film Happy Eyes menyebut, Indonesia dipilih sebagai lokasi syuting karena kekayaan alam, budaya, dan potensi besar dari industri kreatif yang berkembang. Proses syuting dilaksanakan sekitar 8 minggu dengan lokasi utama Taman Safari Indonesia, Bogor.


Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

“Saat ini kami lagi berada dalam tahap pre-production, yang mana bulan depan akan melakukan casting untuk para pemain di Indonesia dan rencananya akan syuting pada pertengahan Juli sampai September. Lokasi syuting akan mengambil tempat di Taman Safari Bogor, Bali, dan beberapa daerah di Indonesia,” kata line producer Film Happy Eyes Chali Sakyan.

Lebih lanjut, produksi film Happy Eyes tidak akan berorientasi pada karya sinema semata, tetapi juga membawa misi edukasi dan promosi termasuk meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan dan satwa melalui cerita yang diangkat.


Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Cerita Film Happy Eyes terpusat mengenai persahabatan anak perempuan bernama River dengan seekor bayi orangutan bernama Happy. Film ini membawa pesan lingkungan bagi generasi muda supaya semakin banyak yang peduli dan melindungi satwa seperti orangutan yang populasinya terus berkurang.

“Pertemuan hari ini sebagai bentuk dukungan kolaborasi yang ingin membawa impact besar dari segi sektor ekonomi kreatif, pariwisata, dan lainnya. Sebab kami butuh perizinan, koordinasi dengan imigrasi soal visa, hingga melibatkan orangutan dalam filmnya. Nanti, proyek film ini akan menunjukkan bahwa Indonesia bisa menjadi negara lokasi syuting strategis yang punya keindahan alam dan budaya sehingga menjanjikan investor dari luar negeri,” tambah Chali Sakyan.

Turut mendampingi Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya yaitu Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Syaf; Direktur Film, Animasi, dan Video, Doni Setiawan; Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Monitoring Media dan Opini Publik, Hasbil Mustaqim Lubis.


Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Hadir pula Executive Producer Film Happy Eyes, Joe Yaggi; Line Producer, Gautier Philip; Production Manager, Yazid Tizi; beserta Partner Strategic, Sigit Eko Prabowo dan Lucky Rifqianto.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif


#KitaMulaiCaraBaru #KementerianEkonomiKreatif #Menekraf #TeukuRiefkyHarsya #Wamenekraf #IreneUmar #TheNewEngineofGrowth #MesinBaruPertumbuhanEkonomi

Teuku Riefky Harsya
Menekraf
Subsektor Film, Animasi, dan Video
Sineas Terus Berkarya
Kemenekraf/Bekraf
Kementerian Ekraf/Badan Ekraf RI
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif