Film Jumbo Buktikan Sineas dan Animator Indonesia Mampu Angkat Kekayaan Intelektual Lokal

Kemenekraf/Bekraf RIKamis, 13 Februari 2025
Film Jumbo Buktikan Sineas dan Animator Indonesia Mampu Angkat Kekayaan Intelektual Lokal

Jakarta, 12 Februari 2025 – Jumbo, film animasi karya lebih dari 200 animator lokal Indonesia, menjadi film animasi pertama dari Visinema yang mengusung kekayaan intelektual (IP) asli Tanah Air. Ditujukan untuk keluarga, film ini diharapkan dapat menjadi IP lokal yang berkelanjutan.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf/Bekraf - Agustini Rahayu selaku Deputi Bidang Kreativitas Media melihat film Jumbo memiliki peran besar dalam membentuk budaya menonton bersama keluarga sekaligus sebagai bentuk penghargaan bagi pejuang ekonomi kreatif di Indonesia.

Peluncuran poster resmi dan teaser Jumbo dihadiri oleh Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu. Ia menegaskan dukungan Kemenparekraf/Bekraf untuk film animasi berbasis IP lokal seperti Jumbo.

“Kami ingin budaya nonton film di bioskop bisa berkelanjutan sebagai bentuk penghargaan bagi pejuang ekonomi kreatif. Selain itu, ini juga menjadi upaya agar IP lokal semakin dikenal,” jelas Agustini.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf/Bekraf

Proses panjang dalam pembuatan Jumbo akhirnya terwujud dengan peluncuran poster dan teaser resminya pada Rabu, 12 Februari 2025 di XXI Plaza Senayan, Jakarta. Produser Jumbo, Anggia Kharisma, menjelaskan bahwa film ini lahir dari komitmen Visinema untuk menyajikan konten berkualitas bagi keluarga Indonesia, khususnya anak-anak.

“Kami merasa ini adalah tanggung jawab sebagai kreator. Kami memiliki fasilitas dan kemampuan untuk menggali cerita-cerita yang baik bagi anak-anak dan keluarga Indonesia,” ujar Anggia dalam jumpa pers.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf/Bekraf

Lebih lanjut, Anggia menyatakan bahwa Jumbo tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga mengangkat para pelaku ekonomi kreatif, khususnya animator lokal. Dengan melibatkan lebih dari 200 animator Indonesia, Jumbo menunjukkan potensi besar negeri ini dalam melahirkan IP lokal yang berkualitas.

Menurut Anggia, Jumbo merupakan karya hati dan kreasi kolektif yang sepenuhnya digarap oleh anak bangsa. “Ini adalah momen untuk merayakan karya kolektif sebagai bentuk kebanggaan bersama,” tegasnya.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf/Bekraf

Sutradara sekaligus penulis Jumbo, Ryan Adriandhy, mengungkapkan bahwa film ini terinspirasi dari mimpi untuk menciptakan cerita yang hangat dan relevan dengan kehidupan nyata di Indonesia. “Penonton akan melihat realitas Indonesia di layar. Kami ingin menunjukkan bahwa cerita ini berasal dari kami untuk semua,” kata Ryan.

Ryan juga berharap Jumbo dapat menjadi IP lokal yang berkelanjutan dan tidak hanya berhenti pada film. “Jumbo adalah evergreen IP pertama dari Visinema. Kami berharap Jumbo bisa berumur panjang dan menghadirkan karya-karya lainnya,” tambahnya.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf/Bekraf

Turut hadir dalam peluncuran, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi atau Kak Seto. Ia menyatakan bahwa Jumbo memberikan kontribusi positif dalam pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang.

“Film ini mengajarkan pentingnya kebersamaan dalam keluarga, perhatian orang tua terhadap anak, serta nilai-nilai edukatif lainnya. Semoga Jumbo dapat menjadi tontonan bermakna bagi anak-anak dan keluarga Indonesia,” ujar Kak Seto.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Berita
Animasi