Gandeng OJK, Kemenekraf Perluas Akses Pembiayaan untuk Sektor Ekonomi Kreatif

Kemenekraf/Bekraf RIKamis, 24 April 2025
Gandeng OJK, Kemenekraf  Perluas Akses Pembiayaan untuk Sektor Ekonomi Kreatif

Jakarta, 24 April 2025 - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam acara Peluncuran OJK Infinity 2.0 yang diselenggarakan di Menara Radius Prawiro, Jakarta, Kamis, 24 April 2025.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf - Kemenekraf dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah konkret menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional dalam acara Peluncuran OJK Infinity 2.0, Menara Radius Prawiro, Jakarta (24/04/25).

OJK Infinity 2.0 menandai komitmen OJK dalam memperkuat dukungan terhadap ekosistem inovasi teknologi sektor keuangan (ITSK), termasuk sektor ekonomi kreatif yang selama ini belum sepenuhnya terlayani oleh sistem pembiayaan konvensional.

Dalam sambutannya, Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengatakan MoU ini menandai babak baru kolaborasi yang sangat strategis. Berdasarkan data yang ada, 11 tahun terakhir kontribusi sektor ekonomi kreatif dalam PDB Indonesia meningkat lebih dari 2 kali lipat pendapatan dan kini sudah mencapai lebih dari Rp1.500 triliun.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf.

"Jumlah tenaga kerja dalam 11 tahun terakhir juga meningkat hampir 2 kali lipat, dari 14 juta orang pada 2023 menjadi lebih dari 26 juta orang pada akhir 2024 ini. Demikian juga dengan nilai ekspor produk kreatif pun melonjak dari 15 miliar US dollar tahun 2013, menjadi lebih dari 25 miliar US dollar di akhir tahun 2024. Jadi, dalam 5 tahun ke depan, pemerintah juga telah menargetkan kontribusi PBB sektor ekonomi kreatif mencapai 8%," kata Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Menteri Ekraf Teuku Riefky menambahkan sektor ini diharapkan menyerap tenaga kerja lebih dari 27 juta dan juga tumbuh sebagai motor eksport dan investasi nasional. "Ini adalah komitmen kolektif untuk menjadi ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional," tegas Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf.

Penandatanganan ini menjadi tonggak penting kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional melalui inovasi di bidang teknologi keuangan. Peluncuran ini merupakan hasil penjajakan antara Kemenekraf dengan OJK sejak 14 Januari hingga audiensi pada tanggal 23 Maret 2025.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, dalam RPJMN 2025–2029, ekonomi kreatif ditargetkan berkontribusi hingga 8,4% terhadap PDB nasional dan menyerap lebih dari 27 juta tenaga kerja.

Hal ini sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam dokumen Asta Cita, yang menjadikan pengembangan ekonomi kreatif sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional berbasis inovasi dan teknologi.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf.

Menteri Ekraf Teuku Riefky berharap semakin banyak pegiat kreatif yang bisa mengakses pendanaan, memonetisasi karya, dan naik kelas untuk berdaya saing global, lewat MoU ini.

"Selamat atas peluncuran Pusat Inovasi “OJK Infinity 2.0” Bersama kita dorong inovasi di sektor keuangan dan ekonomi kreatif, untuk menghadirkan dampak nyata bagi pegiat kreatif, pertumbuhan ekonomi nasional, dan kesejahteraan masyarakat. Karena kami percaya bahwa setiap karya layak dihargai, setiap inovasi pantas tumbuh, dan setiap insan kreatif harus mendapat ruang berkembang," jelasnya.

Kolaborasi antara Kemenekraf dan OJK mencakup tiga pilar utama dari strategi ASTA EKRAF, yaitu Dana Ekraf, Sinergi Ekraf, dan Talenta Ekraf.

Melalui MoU ini, kedua pihak sepakat untuk menjalin kerja sama strategis dalam penyediaan dan pemanfaatan data dan informasi terkait sektor ekonomi kreatif dan sektor keuangan; pelaksanaan program literasi dan inklusi keuangan di sektor ekonomi kreatif dan sektor jasa keuangan; peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM; pelaksanaan kajian dan riset bersama; serta kolaborasi lainnya dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif dan sektor jasa keuangan. Sejumlah program turunan dari kerja sama ini juga mulai dijalankan sebagai bentuk implementasi nyata di lapangan.

Program-program tersebut antara lain meliputi program literasi keuangan dan roadshow ke berbagai daerah, penyelenggaraan Hackathon dan Accelerator Program untuk menjaring talenta digital, serta dukungan terhadap subsektor kreatif unggulan seperti gim, animasi, musik, dan kuliner.Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengungkapkan hal ini sebagai salah satu dalam upaya mendukung ekonomi kreatif, serta dengan hal ini menargetkan perusahaan-perusahaan baru atau start-up dan UMKM.

"Kami melihat apa yang memang di butuhkan ekonomi atau industri kreatif yang saat ini tengah meningkat dengan mencatat potensi yang luar biasa untuk itu kita harus memperkuat agar dapat masuk kedalam ekosistem pembayaran rantai pasok yang utuh dengan melakukan penandatanganan kesepakatan," jelas Mahendra.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf.

Turut hadir dalam peluncuran tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Wahyu Wijayanto, Direktur Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Deputi Ekonomi, Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan, dan Diah Dwi Utami, Plt. Direktur Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf.

Serta turut mendampingi Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif Dessy Ruhati, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Staf Ahli Menteri Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Restog Krisna Kusuma, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Anggara Hayun Anujuprana, Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala, Direktur Teknologi Digital Baru Dandy Yudha Feryawan, Direktur Gim Luat Sihombing, Kepala Biro Hukum, Sumber Daya Manusia dan Organisasi Moch. Nurul Huda, serta Kepala Biro Komunikasi Kiagoos Irvan Faisal.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
Ekraf
Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045
OJK
Aksi Nyata Perluasan Lapangan Kerja
Asta Ekraf

Postingan Terkait

gambar Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney
Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney

Jakarta, 14 Februari 2024 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi, termasuk PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program-program ekonomi kreatif yang tepat sasaran sesuai arahan pemerintah pusat.

...
gambar Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali
Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali

Bali, 16 Februari 2025 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) berharap gelaran 5th Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 (5th MNEK 2025) di Bali memberi dampak pada para perajin lokal. Tercatat lebih dari 50 pelaku ekonomi kreatif mengikuti kegiatan bertaraf internasional ini.

...
gambar Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025
Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025

Jakarta, 17 Februari 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, menjadi pembicara dalam salah satu sesi talkshow pada acara Future of Beauty Summit 2025 yang diinisiasi oleh Female Daily. Dalam kesempatan tersebut, Wamenekraf Irene memberikan apresiasi terhadap acara yang mencetuskan inovasi, solusi, dan kolaborasi untuk mendorong perubahan ekonomi kreatif yang memengaruhi perilaku konsumen masa kini dan masa depan.

...