Google Rilis Laporan Dampak AI, Wamen Ekraf: AI dan Pelindungan bagi Kreator Harus Berjalan Beriringan

Kemenekraf/Bekraf RIKamis, 23 Juli 2026
Google Rilis Laporan Dampak AI, Wamen Ekraf: AI dan Pelindungan bagi Kreator Harus Berjalan Beriringan

Jakarta, 23 Juli 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menghadiri peluncuran AI Economic Impact Report: Building the Future: Shaping Indonesia’s AI Era dalam forum Google & YouTube untuk AI dan Ekonomi Kreatif. Forum lintas sektor ini mengonsolidasikan pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas guna mengoptimalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang bertanggung jawab dan berdaya saing global.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, memberi sambutan pada peluncuran AI Economic Impact Report: Building the Future: Shaping Indonesia’s AI Era dalam forum Google & Youtube untuk AI dan Ekonomi Kreatif di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

“_Artificial Intelligence_ bukanlah pengganti kreativitas manusia. AI adalah teknologi yang memperkuat kreativitas manusia. Yang perlu kita siapkan adalah talenta yang mampu memanfaatkan teknologi, memahami data, serta menghasilkan karya yang memiliki daya saing global. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus menjadi pencipta dan pemain di pasar dunia,” ujar Wamen Ekraf dalam acara yang berlangsung di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Kamis (23/7).

Laporan AI Economic Impact Report yang disusun Google bersama Public First mencatat bahwa pemanfaatan teknologi AI berpotensi menyumbang nilai ekonomi hingga Rp66 triliun per tahun bagi sektor ekonomi kreatif Indonesia. Selain itu, adopsi AI diproyeksikan melahirkan 1,8 juta kreator profesional baru pada 2035 serta membuka potensi ekspor konten kreatif hingga Rp6,7 triliun per tahun melalui teknologi kreasi dan lokalisasi konten berbasis AI.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Menurut Irene, pengembangan ekosistem AI perlu diiringi peningkatan kualitas talenta ekonomi kreatif. Untuk itu, Kementerian Ekraf bersama Google akan menghadirkan program beasiswa Creative Technology Future Talents berupa pelatihan daring di bidang Artificial Intelligence, Data Analytics, Project Management, dan Cybersecurity guna memperkuat kapasitas kreator, inovator, dan technopreneur Indonesia dalam menghadapi transformasi digital.

Melalui inisiatif ini, para pelaku ekonomi kreatif didorong memanfaatkan tata kelola data untuk perumusan strategi bisnis, peningkatan efisiensi produksi, dan perluasan jangkauan pasar ekspor. Wamen Ekraf menegaskan bahwa pengembangan AI perlu berjalan beriringan dengan pelindungan bagi para kreator melalui penghormatan terhadap hak kekayaan intelektual sehingga inovasi dan kreativitas dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Vice President of Government Affairs & Public Policy Google, Markham Erickson, menyampaikan apresiasinya terhadap potensi besar Indonesia yang didukung oleh demografi muda dan tingkat adopsi digital yang tinggi. Selain itu dia juga menyoroti ekosistem kreatif yang terus berkembang sehingga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital berbasis AI.

“Kami berkomitmen menjadi mitra pemerintah Indonesia dalam membangun ekosistem AI yang terbuka, inklusif, dan bertanggung jawab. Ketika teknologi terbuka bertemu dengan kreativitas Indonesia, kami percaya akan semakin banyak peluang yang dapat diciptakan bersama bagi masyarakat, pelaku usaha, dan sektor ekonomi kreatif,” ujar Markham.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Irene menegaskan bahwa transformasi AI membutuhkan investasi pada fondasi pengembangan talenta, pemanfaatan data, dan pengambilan keputusan berbasis data. Menurutnya, dampak ekonomi dari adopsi AI tidak dapat dicapai secara instan sehingga perlu diukur secara berkelanjutan agar peluang usaha, lapangan kerja, dan nilai tambah yang dihasilkan dapat terpetakan dengan baik.

Forum Google & YouTube untuk AI dan Ekonomi Kreatif menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah, Google, akademisi, industri, dan komunitas dalam membangun ekosistem AI yang mendukung pengembangan talenta, inovasi, serta daya saing ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
KitaMulaiCaraBaru