Jakarta, 8 Agustus 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi perkembangan gim lokal saat menghadiri Hari Game Indonesia (HARGAI) ke-10 di Garuda Sparks Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, Sabtu (8/8). Perayaan HARGAI 2026 menjadi bukti nyata kolaborasi Kementerian Ekraf dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Disparekraf DKI Jakarta, Asosiasi Game Indonesia (AGI), serta Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI).
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mencoba gim karya pengembang lokal saat menghadiri Hari Game Indonesia (Hargai) Playday 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
“Pertumbuhan subsektor aplikasi dan gim meningkat 18,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tentu pertumbuhan ini menjadi sangat signifikan dengan menyerap tenaga kerja yang didukung program dari Kementerian Ekraf untuk meningkatkan investasi. Pendekatan yang dibutuhkan yaitu melalui kolaborasi Pemerintah dan stakeholder dalam mengakselerasi dan mengkomersialisasi dengan baik sehingga semakin banyak gim-gim Indonesia yang masuk ke pasar global,” ungkap Menteri Ekraf dalam sesi panel remarks.
Menteri Ekraf mengatakan, penguatan industri gim tidak cukup hanya melalui pengembangan talenta dan produksi gim, tetapi perlu diikuti perluasan akses pasar dan promosi. Kementerian Ekraf telah mendorong pengenalan gim lokal melalui berbagai program, termasuk menampilkan sembilan gim lokal di Games Corner Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Selain itu, membawa 10 gim lokal ke ajang Gameseed untuk membuka peluang pasar internasional.
“Tentu pemerintah hadir melalui Kementerian Ekraf, Komdigi, Kemendag, serta kolaborasi berkelanjutan dengan asosiasi, termasuk AGI dan APIBGI untuk mendukung semakin kuatnya gim Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga untuk mendunia. Kami optimis bahwa gim lokal bisa memiliki ekosistem yang semakin sehat dan mempunyai multiplier effect ekonomi,” tambah Menteri Ekraf.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Senada dengan semangat tersebut, Presiden AGI, Shafiq Husein menilai perjalanan industri gim Indonesia selama satu dekade menunjukkan perkembangan pesat, melalui berbagai capaian sekaligus tantangan. Menurutnya, apresiasi terhadap gim lokal bukan berarti menganggap seluruh karya Indonesia selalu lebih baik, melainkan memberikan ruang bagi karya lokal untuk mencoba, belajar, dan bersaing berdasarkan kualitas.
“Indonesia bukan hanya negara yang memainkan, tapi menjadi negara yang membuat gim. Ekosistem gim yang sehat tentu harus dibangun untuk tumbuh bersama. Menghargai berarti memberikan kesempatan untuk mencoba, kesempatan untuk menemukan, kesempatan untuk gagal, kesempatan untuk belajar, dan paling penting kesempatan bagi karya Indonesia untuk bersaing berdasarkan kualitasnya. Selamat Hari Game Indonesia, mari terus berkarya, bermain, dan menghargai Indonesia,” ujar Shafiq Husein.
Shafiq berharap dalam 10 tahun ke depan semakin banyak gim Indonesia yang mampu menembus pasar global sekaligus memperkenalkan cerita, budaya, dan kreativitas Indonesia kepada dunia. HARGAI 2026 sendiri menyasar gamer dan komunitas, developer dan publisher lokal, media serta content creator, hingga pelajar dan masyarakat umum.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Sebelumnya, Menteri Ekraf meninjau langsung 15 studio gim dan 5 board game yang turut memperkenalkan karya serta talenta gim buatan anak bangsa dalam memeriahkan Hari Game Indonesia.
Digelar pada 8–9 Agustus 2026, HARGAI menjadi ruang apresiasi sekaligus
wujud nyata kolaborasi yang didukung oleh Dream Forge Creation, Lyto GOCpay, Unipin, Garena, dan Apple Developer Institut for Games untuk mendorong industri gim Indonesia agar semakin kompetitif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Menteri Ekraf turut didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, Direktur Gim, Luat Sihombing, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng. Hadir pula Staf Khusus Bidang Kepemudaan dan Start-Up Komdigi, Alfreno Kautsar Ramadhan, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah; Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, serta Ketua APIBGI, Mahawira S.D.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
