Hadiri Simposium Bandung Asia Africa City Network, Wamen Ekraf Dorong City Branding dari Tiap Daerah

Kemenekraf/Bekraf RISenin, 19 Mei 2025
Hadiri Simposium Bandung Asia Africa City Network, Wamen Ekraf Dorong City Branding dari Tiap Daerah

Bandung, 19 Mei 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menghadiri acara Simposium Bandung City Networking dalam rangkaian acara Asia Africa City Network (AACN), di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat, Selasa, 20 Mei 2025. Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bandung dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) untuk memperkuat kolaborasi antarkota melalui pertukaran ide, pengalaman, praktik terbaik dalam city branding, city networking, and city resilience.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf - Wamenekraf Irene Umar hadiri Asia Africa City Network di ITB, dorong penguatan city branding dan ekraf daerah, Bandung, Senin (19/5/2025)

Wamen Ekraf Irene menekankan pentingnya menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang jadi bisa mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, tiap daerah harus kompak berkolaborasi dalam pengembangan potensi ekraf.

“Mari bersama-sama kita menghargai apa yang kita punya dan kita samakan langkah untuk jalan bareng. Sebab pemerintah pusat dan daerah itu harus selalu koordinasi untuk pengembangan ekonomi kreatif yang dimulai dari daerah. Sudah saatnya ekonomi kreatif menjadi salah satu penggerak baru dari ekonomi nasional atau yang dikenal sebagai the new engine of growth,” ujar Wamen Ekraf Irene saat memberi keynote speech di ITB, Senin, 19 Mei 2025.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf

Lebih lanjut, Wamen Ekraf menjelaskan bahwa Kementerian Ekraf sudah membuat sebuah big data yang dikembangkan untuk melihat potensi-potensi dari 17 subsektor ekonomi kreatif melalui Ekraf Hunt. Inisiasi ini dalam bentuk katalog website yang menjangkau pemilik Intellectual Property (IP) agar bisa dikenal go international. Ini juga sebagai gerakan konkret menuju Indonesia Emas 2045.

“Tugas Kementerian Ekonomi Kreatif yaitu mendukung distribusi dan komersialisasi terhadap karya-karya anak bangsa agar bisa dihargai. Dengan Ekraf Hunt, kita harus coba mendorong IP-IP yang ada di dalam negeri supaya bisa go global. Apalagi Indonesia juga punya banyak city branding melalui kearifan lokal dan budaya,” tambahnya.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf

Selain itu, Wamen Ekraf Irene juga menyoroti city branding dari beberapa kota. Baginya, city branding harus menjadi ciri khas dan keunggulan kota untuk dijual ke luar. Bisa juga setiap kota memiliki IP karakter lokal.

Melalui semangat Kota Bandung sebagai ibu kota solidaritas Asia Afrika, acara ini menjadi ajang strategis untuk menghadapi tantangan global untuk membangun kota yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing. Simposium Bandung Asia Africa City Network 2025 tak hanya sekadar pertemuan, melainkan bentuk komitmen konkret untuk pembangunan kota sekaligus launching cultural tourism and city branding Bandung.

Sementara, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengungkapkan bahwa city branding bukan hanya sekedar semboyan, melainkan juga citra, cerita, dan cita.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf

“Citra berarti ada identitas yang bisa dikenali dan melekat secara umum. Cerita berarti ada narasi suatu kota yang ditonjolkan. Cita berarti suatu kota harus punya proyeksi ke depan,” ujar Bima Arya.

Ia juga menyampaikan bahwa setiap daerah bisa bergerak lebih leluasa dalam inovasi dan pengembangan kota sesuai PP 59/2022 tentang Perkotaan dan Permendagri 24/2024 tentang Rencana Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan (RP2P).

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf

“Kemendagri telah membagi kota-kota di Indonesia berdasarkan kapasitas fiskalnya. Berarti, city branding ini harus diperkuat sebagai ruang gerak untuk berkreasi dan kita buat kultur baru dengan mapping identifikasi kota-kota yang punya diferensiasi serta menjadi target dari kunjungan-kunjungan luar negeri sehingga tercipta mobilisasi atau tujuan studi banding,” imbuhnya

Turut mendampingi Wamen Ekraf Irene Umar dalam acara ini, Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Radi Manggala.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
Ekraf
Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kerja Terlaksana Kita Jadi Bisa
Simposium Bandung Asia Africa City Network

Postingan Terkait

gambar Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney
Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney

Jakarta, 14 Februari 2024 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi, termasuk PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program-program ekonomi kreatif yang tepat sasaran sesuai arahan pemerintah pusat.

...
gambar Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali
Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali

Bali, 16 Februari 2025 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) berharap gelaran 5th Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 (5th MNEK 2025) di Bali memberi dampak pada para perajin lokal. Tercatat lebih dari 50 pelaku ekonomi kreatif mengikuti kegiatan bertaraf internasional ini.

...
gambar Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025
Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025

Jakarta, 17 Februari 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, menjadi pembicara dalam salah satu sesi talkshow pada acara Future of Beauty Summit 2025 yang diinisiasi oleh Female Daily. Dalam kesempatan tersebut, Wamenekraf Irene memberikan apresiasi terhadap acara yang mencetuskan inovasi, solusi, dan kolaborasi untuk mendorong perubahan ekonomi kreatif yang memengaruhi perilaku konsumen masa kini dan masa depan.

...