Hari Kedua IDE.IND Fesyen 2025, Kementerian Ekraf Perkuat Brand Lokal Menuju Pasar Ekspor

Kemenekraf/Bekraf RIMinggu, 7 Desember 2025
Hari Kedua IDE.IND Fesyen 2025, Kementerian Ekraf Perkuat Brand Lokal Menuju Pasar Ekspor

Bandung, 6 Desember 2025 — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyiapkan penguatan kesiapan pelaku fesyen menuju pasar ekspor dan perluasan akses pasar global di hari kedua IDE.IND Fesyen 2025. Program inisiatif Kementerian Ekraf ini memang ditujukan untuk menyiapkan pelaku fesyen paket lengkap yang tidak hanya berkreasi tapi juga berinovasi hingga menguasai pasar internasional.

Direktur Fesyen Kementerian Ekraf, Romi Astuti, menjadi salah satu narasumber dalam sesi talk show pada hari kedua IDE.IND Fesyen 2025 yang beranglangsung di Summarecon Mall Bandung, Sabtu (6/12/2025).

“Tantangannya adalah bagaimana inovasi itu bisa beradaptasi dengan tren global yang kini mengarah pada produk berkelanjutan. Ketika kita berbicara ekspor, isu sustainability menjadi sangat penting, terutama untuk pasar Eropa dan Jepang,” ujar Direktur Fesyen Kementerian Ekraf Romi Astuti pada Sabtu, 6 Desember 2025.

IDE.IND Fesyen sendiri berlangsung di Summarecon Mall Bandung selama 3 hari yaitu 5-7 Desember 2025. Memasuki hari kedua penyelenggaraan, Kementerian Ekraf menitikberatkan pelaku fesyen untuk melebarkan sayapnya.

Di hari pertama penguatan jenama menjadi fokus. Setelahnya perhatian diberikan lebih pada kurasi, standar produk, serta kolaborasi pusat–daerah untuk mendorong UMKM menembus pasar internasional sebagai bagian dari ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf

Romi turut menambahkan kesiapan menuju pasar global juga harus didukung oleh pemahaman standar secara menyeluruh, mulai dari riset pasar, penyesuaian ukuran, pelabelan, hingga konsistensi quality control. Selain itu, Romi menegaskan pentingnya mendorong brand Indonesia tampil dengan identitas sendiri di pasar internasional, tidak hanya melalui skema white label.

“Yang kita dorong adalah brand Indonesia tampil di etalase dunia,” tegasnya.

Dari sisi daerah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan menyampaikan bahwa Jawa Barat saat ini menjadi provinsi dengan nilai ekspor tertinggi di Indonesia, namun masih didominasi oleh sektor manufaktur besar. Sementara kontribusi UMKM terhadap ekspor masih berada di bawah dua persen.

“Ini menjadi pekerjaan rumah besar. Padahal subsektor ekonomi kreatif seperti fesyen, kriya, kuliner, dan aplikasi sangat kuat di Jawa Barat. UMKM harus kita dorong untuk naik kelas dan masuk pasar ekspor melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah,” ujar Iendra.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf

Ia menekankan kunci kesiapan ekspor melalui konsep 4K/1A, yakni kualitas, kuantitas, kontinuitas, kemasan, serta administrasi. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk memperkuat akses perizinan, logistik, hingga pendampingan melalui penguatan jejaring seperti penyelenggaraan IDE.IND Fesyen.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Dots Indonesia sekaligus alumni Program Akselerasi Ekspor Indonesia (ASIK), Eka Adrianie, membagikan pengalamannya mengikuti program pendampingan dari Kementerian Ekraf sebagai pelaku usaha.

“Melalui Program ASIK, kami mendapatkan pembekalan yang sangat komprehensif, mulai dari administrasi, standar kualitas produk, manajemen produksi, hingga kemasan. Pendampingan ini membuat kami lebih siap secara bisnis, bukan hanya secara produk,” ujar Eka.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf

Ia menilai IDE.IND Fesyen menjadi ruang penguatan di level nasional bagi brand untuk mematangkan kesiapan sebelum melangkah ke tahap yang lebih tinggi.

“IDE.IND ini masih berfokus pada penguatan brand di pasar nasional dan era digital, mulai dari produk, identitas, hingga strategi bisnis. Dari sini, pelaku usaha jadi punya gambaran dan kepercayaan diri untuk naik ke level berikutnya, termasuk jika ingin mendaftar ke program ekspor seperti ASIK,” tambahnya.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf

Selain talkshow ekspor, rangkaian IDE.IND Fesyen 2025 juga menegaskan keterlibatan aktif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong UMKM fesyen naik kelas menuju pasar global. Selama penyelenggaraan, acara ini turut dimeriahkan oleh penampilan musisi lokal sebagai bagian dari penguatan subsektor musik dalam ekosistem ekonomi kreatif, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
Ekraf
Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf

Postingan Terkait

gambar Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney
Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney

Jakarta, 14 Februari 2024 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi, termasuk PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program-program ekonomi kreatif yang tepat sasaran sesuai arahan pemerintah pusat.

...
gambar Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali
Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali

Bali, 16 Februari 2025 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) berharap gelaran 5th Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 (5th MNEK 2025) di Bali memberi dampak pada para perajin lokal. Tercatat lebih dari 50 pelaku ekonomi kreatif mengikuti kegiatan bertaraf internasional ini.

...
gambar Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025
Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025

Jakarta, 17 Februari 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, menjadi pembicara dalam salah satu sesi talkshow pada acara Future of Beauty Summit 2025 yang diinisiasi oleh Female Daily. Dalam kesempatan tersebut, Wamenekraf Irene memberikan apresiasi terhadap acara yang mencetuskan inovasi, solusi, dan kolaborasi untuk mendorong perubahan ekonomi kreatif yang memengaruhi perilaku konsumen masa kini dan masa depan.

...