Jakarta, 21 Oktober 2025 - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan melaksanakan Penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) bersama sejumlah mitra strategis. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kampanye Oktoberkreasi dalam peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2025 yang bertujuan memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Hamsya, memberikan sambutan pada kegiatan Penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) Kementerian Ekonomi Kreatif bersama sejumlah mitra strategis di Pan Pacific Hotel Luminary Tower Thamrin, Jakarta, Senin (20/10/2025).
“Dalam membangun ekonomi kreatif Indonesia, kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita perlu berkolaborasi dengan semua pihak, mulai dari akademisi, asosiasi, pelaku bisnis, hingga media. Pendekatan hexahelix menjadi kunci agar potensi besar ekonomi kreatif dapat dioptimalkan untuk berkontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto), ekspor, investasi, dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky di Pan Pacific Hotel Luminary Tower Thamrin, Jakarta pada Selasa, 21 Oktober 2025.
Adapun mitra strategis yang turut menandatangani kesepahaman bersama Kementerian Ekraf meliputi:
1. Universitas Ciputra – Pengembangan pendidikan, talenta, dan riset ekonomi kreatif berbasis industri.
2. Yayasan Puteri Indonesia & PT Mustika Ratu Tbk – Pemberdayaan perempuan pelaku ekraf di bidang fesyen, kecantikan, dan wellness.
3. PT Lippo Malls Indonesia – Penyediaan ruang promosi dan pameran bagi pelaku ekonomi kreatif.
4. Prambors Radio – Promosi dan amplifikasi karya kreatif anak muda melalui kampanye media.
5. PT Commeasure Solutions Indonesia & PT RedDoorz Management Indonesia (RedDoorz) – Penguatan ekosistem ekraf dan hospitality berbasis digital.
6. PT Pakar Digital Global (Paper.id) – Digitalisasi sistem keuangan dan transaksi pelaku ekonomi kreatif.
7. PT Wahana Rahmat Nusantara (izin.co.id) – Fasilitasi legalitas dan perizinan digital bagi pelaku usaha kreatif.
Menteri Ekraf Teuku Riefky menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Lebih lanjut, Menteri Ekraf Teuku Riefky menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan melahirkan inovasi baru dan model bisnis kreatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“Penandatanganan kesepahaman ini menjadi pembuka ruang kolaborasi untuk penciptaan talenta baru, promosi produk kreatif, serta perluasan akses pasar. Kami meyakini, melalui sinergi ini akan lahir karya-karya yang membanggakan Indonesia di tingkat global,” ucap Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Di tempat yang sama, Presiden Direktur PT Mustika Ratu, Bingar Egidius, menyampaikan bahwa kolaborasi strategis dengan Kementerian Ekraf, menjadi komitmen perusahaannya dalam memperkuat peran perempuan dalam industri kreatif serta mendorong daya saing produk kreatif untuk menembus pasar global.
“Melalui sinergi dengan Kementerian Ekraf dan Yayasan Puteri Indonesia, kami ingin memperluas peluang promosi produk ekonomi kreatif Indonesia ke pasar global, mendorong ekspor, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi kecantikan dan kesehatan berbasis budaya,” ujar Bingar Egidius.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Sementara itu, Vice President Masima Radio Network (Prambors Radio), Ilham Ramdana, menyampaikan apresiasi atas inisiasi kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini akan difokuskan untuk memberikan manfaat nyata bagi generasi muda, khususnya dalam pengembangan talenta di bidang penyiaran dan industri kreatif berbasis audio.
“Pesan dari Pak Menteri, kolaborasi ini harus bisa memberikan manfaat langsung bagi anak muda. Karena itu, langkah pertama yang akan kami lakukan bersama Kementerian Ekraf adalah mengadakan lomba siaran antar radio kampus, sekaligus pelatihan penyiaran yang melibatkan penyiar dan produser Prambors untuk membimbing talenta muda di seluruh Indonesia,” ujar Ilham.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Head of Government Relation RedDoorz, Gusti Raganata, menyampaikan komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui sektor akomodasi dan pariwisata.
“Kami sangat berbangga dapat menjalin keterbukaan strategis dengan Kementerian Ekraf. Saat ini RedDoorz telah hadir di 257 kota dengan lebih dari 4.500 properti dan 55.000 kamar di seluruh Indonesia. Ke depan, kami akan menyiapkan program kolaborasi berbasis IP untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif nasional,” ujar Gusti.
Kementerian Ekraf menegaskan bahwa peringatan Hekrafnas momentum untuk memperkuat kolaborasi konkret antar pemangku kepentingan. Melalui semangat “Oktoberkreasi”, diharapkan seluruh pelaku dan mitra strategis dapat terus berinovasi, berjejaring, dan berkontribusi dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Rektor Universitas Ciputra Wirawan Endri Dwi Radianto, Ketua Yayasan Puteri Indonesia Wardiman Joyonegoro, Direktur Utama PT. Pakar Digital Global (Paper) Joshua Prawiro Utomo, Presiden Direkut Lippo Malls Indonesia Marlo Budiman, Direktur PT Wahana Rahmatnusah (izin.co.id) Ferliana Tambiono, Chief Marketing Lippo Malls Indonesia Santiwati Basuki.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Turut hadir mendampingi Menteri Ekraf yaitu Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Dessy Ruhati, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu.
Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
