Jakarta, 22 Oktober 2026 - Indonesia dan Mozambik menjajaki kerja sama strategis dalam tata kelola industri kreatif, pelestarian warisan budaya, serta penguatan subsektor kriya, film, dan fesyen. Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen kedua negara dalam memanfaatkan kekayaan budaya dan ingatan kolektif (collective memory) sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Peluang kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, dengan Wakil Menteri Seni dan Kebudayaan (Secretary of State for Arts and Culture) Mozambik, Matilde Martins Muocha Makara, di sela-sela penyelenggaraan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10).
Wamen Ekraf menjelaskan bahwa pemerintah menetapkan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan 21 subsektor ekraf yang terbagi dalam kategori digital dan non-digital. Seluruh subsektor tersebut didorong untuk saling berkolaborasi guna menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan di tingkat lokal maupun global.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
"Kami berbeda dari Kementerian Kebudayaan. Jika fokus mereka adalah pada preservasi budaya, bagi kami, budaya itu adalah penggerak ekonomi. Melalui kolaborasi bersama Mozambik, kami ingin mendorong pertukaran pengetahuan dalam pengelolaan industri kreatif serta memaksimalkan nilai ekonomi dari kekayaan budaya lokal agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Wamen Ekraf.
Ke depan, beberapa peluang kolaborasi strategis yang dijajaki meliputi pertukaran pengetahuan dan pengelolaan warisan budaya, hingga penyelenggaraan pameran seni bersama untuk mengenalkan kekayaan tradisi masing-masing negara. Kedua belah pihak juga merencanakan penyusunan kerangka kerja sama teknis yang berfokus pada pengembangan kapasitas para pelaku seni, pengrajin, serta pengelola museum di daerah.
“Penguatan ekonomi berbasis kebudayaan ini akan memastikan bahwa warisan sejarah dan ingatan kolektif bangsa tidak hanya terjaga dengan baik, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif di daerah," tambah Wamen Ekraf.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Pemerintah Mozambik mengapresiasi keberhasilan Indonesia dalam mengintegrasikan tata kelola budaya, komunikasi, dan ekonomi kreatif. Sebagai bentuk tindak lanjut, Mozambik berkomitmen mengadaptasi model pengembangan tersebut melalui program pelatihan dan transfer pengetahuan, khususnya pada subsektor kriya dan tekstil. Mozambik berniat mempelajari keahlian teknik Batik Indonesia untuk memproduksi kain tradisional Kapulana secara lokal guna melestarikan warisan budaya mereka, sekaligus membuka peluang penetrasi pasar internasional bagi pelaku industri tekstil Indonesia.
"Saya senang mengetahui adanya peluang besar untuk bekerja sama. Kami berkomitmen melangkah ke tahap yang lebih konkret untuk mengoperasikankan dan menggali potensi ekosistem ekonomi kreatif secara lebih mendalam," ujar Matilde Martins Muocha Makara.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Mozambik, Kartika Candra Negara, menyambut hangat komunikasi intensif ini guna mewujudkan sinergi ekonomi kreatif yang konkret. Kolaborasi lintas subsektor—mulai dari kriya tekstil, film, hingga fesyen—diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekosistem kreatif di kedua negara, tetapi juga mempererat hubungan diplomasi serta ikatan kebudayaan antar-masyarakat secara berkelanjutan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi pembentukan program kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Mozambik di subsektor seni rupa, kriya, serta seni pertunjukan. Kementerian Ekraf terus berkomitmen memperluas jejaring diplomasi internasional guna memastikan keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif nasional di tingkat global.
Turut mendampingi Wamen Ekraf dalam pertemuan yaitu Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu; Direktur Arsitektur dan Desain, Sabar Norma Megawati Panjaitan; dan Tim Ahli Bidang Regulasi dan Kelembagaan, Dahana Esha Putra.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
Informasi lebih lanjut mengenai WCCE, kunjungi:
Website wcce.id dan ekraf.go.id/news
Instagram @wcceid
Event deck ekr.af/wccegeneraldeck
Media kit ekr.af/mediakitwcce2026
Youtube Official WCCE Channel - Inclusively Creative
