Jakarta, 17 Oktober 2026 – Indonesia bersiap menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, konferensi ekonomi kreatif internasional yang akan berlangsung pada 21-23 Oktober 2026 di Jakarta. Memasuki penyelenggaraan yang kelima, WCCE 2026 menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat kepemimpinan dalam diplomasi ekonomi kreatif dunia, memperluas akses pasar bagi pegiat industri kreatif, serta mengakselerasi ekonomi kreatif yang punya peran penting dalam agenda pembangunan global setelah berakhirnya Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030.
Melalui WCCE 2026, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif ingin memastikan ekonomi kreatif tidak hanya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagian dari solusi atas tantangan pembangunan global. Jakarta, (17/10/2026)
Pemilihan Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan memperkuat relevansi WCCE dengan transformasi kota metropolitan menuju pusat kreativitas dan inovasi global. Jakarta memiliki identitas kuat yang mengembangkan ekosistem bisnis, budaya, komunitas, serta industri kreatif beragam. Pengembangan kawasan yang ramah pejalan kaki dan jaringan transportasi publik yang terintegrasi, antara lain melalui Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, Light Rail Transit (LRT), TransJakarta, dan Kereta Rel Listrik (KRL - Commuter Line), menjadi modal penting untuk mendukung mobilitas peserta sekaligus menghadirkan pengalaman kota yang lebih mudah diakses.
Kawasan strategis seperti Hotel Indonesia (HI) Kempinski yang menjadi tempat konferensi dan Sudirman Central Business District (SCBD) sebagai area aktivasi Creativillage telah memiliki konektivitas antarmoda dan menjelma sebagai ruang publik yang semakin berkembang sehingga membuka peluang untuk mempertemukan aktivitas ekonomi, budaya, dan kreativitas dalam kehidupan Kota Metropolitan. Menjadi pusat ekonomi Indonesia yang potensial menuju 500 Tahun Jakarta, kota ini memiliki keunggulan sebagai kreatif hub dengan dukungan aneka fasilitas Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) berstandar internasional.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki alasan strategis untuk kembali menjadi tuan rumah WCCE. Indonesia merupakan penggagas konferensi ini sejak pertama kali diselenggarakan di Bali pada 2018 sekaligus pemilik kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) event WCCE. Rekam jejak tersebut diperkuat kesinambungan penyelenggaraan di Dubai (Uni Emirat Arab - UEA) pada 2021, Bali (Indonesia) pada 2022, dan Tashkent (Uzbekistan) pada 2024, serta kontribusi WCCE terhadap lahirnya dua Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai ekonomi kreatif pada 2019 dan 2023.
“Indonesia kembali menjadi tuan rumah WCCE karena memiliki rekam jejak dalam menginisiasi dan mengembangkan forum internasional ini menjadi platform diplomasi ekonomi kreatif dunia. Kami ingin melanjutkan kontribusi tersebut dengan mempertemukan pemerintah, pegiat industri, investor, akademisi, komunitas, media, dan mitra internasional untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global,” ujar Menteri Ekraf.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Salah satu agenda utama WCCE 2026 yaitu penyusunan Jakarta Vision on Creative Economy, sebuah dokumen yang diharapkan menjadi landasan bagi penguatan agenda ekonomi kreatif dunia setelah periode SDGs berakhir pada 2030. Dokumen tersebut akan mencakup empat pilar utama, yakni teknologi, kecerdasan artifisial (AI), dan transformasi digital; keberlanjutan, ekonomi sirkular, dan desain regeneratif; kekayaan intelektual dan hak pekerja kreatif; serta inklusivitas, ekosistem kreatif, dan pemberdayaan komunitas.
“Melalui Jakarta Vision on Creative Economy, kami ingin memastikan ekonomi kreatif tidak hanya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagian dari solusi atas tantangan pembangunan global. WCCE 2026 harus menghasilkan tindak lanjut yang konkret, mulai dari penguatan jejaring internasional dan peluang investasi hingga perluasan akses pasar serta komersialisasi kekayaan intelektual bagi pegiat ekonomi kreatif Indonesia,” tambah Menteri Ekraf.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyambut baik penyelenggaraan WCCE 2026 dan menilai forum internasional ini sebagai kesempatan untuk memperkuat posisi Jakarta dalam jejaring kota-kota kreatif dunia.
“Ekonomi kreatif sudah menjadi engine of growth bagi sebuah kota. Harapannya, menghadirkan gubernur atau wali kota dari berbagai kota dunia seperti Busan, akan memberikan nilai tambah bagi WCCE melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik dalam mengembangkan ekonomi kreatif di tingkat perkotaan,” harap Pramono Anung.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Berbagai agenda akan mempertemukan pemangku kepentingan global melalui sesi pleno, pertemuan tingkat menteri, pertemuan bilateral, serta ruang kolaborasi dan promosi karya kreatif. Rangkaian Creativillage dijadwalkan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 sehingga masyarakat dan pegiat ekraf memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal, menikmati, serta mempromosikan produk dan karya kreatif Indonesia.
Lima hari menuju WCCE 2026, tercatat 2044 partisipan dari 58 negara dan tujuh organisasi internasional telah mengonfirmasi kehadiran, dengan jumlah yang diperkirakan terus bertambah. Mengangkat tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”, WCCE 2026 menegaskan urgensi inklusivitas, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam membangun masa depan ekonomi kreatif.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Kementerian Ekraf mengajak media, pegiat industri, komunitas, mitra usaha, dan masyarakat untuk menjadi bagian dari momentum WCCE 2026. Keberhasilan konferensi ini tidak hanya diukur dari kelancaran penyelenggaraan, tetapi juga dari kemitraan, peluang usaha, pertukaran pengetahuan, dan tindak lanjut kebijakan yang dihasilkan. Dari Jakarta, Indonesia ingin menunjukkan bahwa kreativitas merupakan kekuatan strategis untuk membangun masa depan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing global.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
