Jakarta, 18 September 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menyampaikan apresiasi terhadap pementasan Musikal Calon Arang produksi EKI Dance Company yang mengangkat legenda rakyat Bali ke dalam seni pertunjukan dengan sentuhan teknologi visual modern dan dialog interaktif.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kanan), menyerahkan bunga kepada seniman Ara Ajisiwi (kiri) seusai pementasan drama musikal Calon Arang di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Melibatkan lebih dari 150 talenta kreatif, pementasan tersebut menunjukkan bagaimana kekayaan budaya Nusantara dapat dikembangkan menjadi karya seni pertunjukan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjangkau lintas generasi.
“Musikal Calon Arang ini mengangkat suatu legenda menjadi sesuatu seni pertunjukan yang paling beda. Ini merupakan seni pertunjukan berbasis budaya dengan konsep lokal yang relevan bagi lintas generasi dan bisa mendunia. Teater musikal Indonesia harus kita kembangkan terus ke panggung internasional dan semua orang di dunia harus melihat yang seperti ini,” ungkap Irene Umar seusai menyaksikan pementasan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jumat (18/9).
Pementasan Musikal Calon Arang sekaligus menjadi bagian dari perayaan 30 tahun perjalanan EKI Dance Company dalam mengembangkan seni pertunjukan musikal Indonesia. Sebelumnya, Wamen Ekraf juga menyaksikan karya EKI Dance Company melalui teater musikal Perempuan Punya Cerita dan musikal Lutung Kasarung yang mengangkat kisah rakyat Nusantara.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
“Tiga puluh tahun menjadi perjuangan yang luar biasa dalam menjaga, mengembangkan, dan membawa seni pertunjukan Indonesia ke panggung yang lebih luas. Semoga EKI Dance Company terus berkarya, melahirkan talenta-talenta baru, dan menjadi bagian penting dari perjalanan musikal Indonesia menuju panggung internasional. Ayo! kita berjuang bersama dan terus memastikan EKI Dance Company tidak henti berkarya. Happy birthday EKI Dance Company yang ke-30!,” ucap Irene Umar.
Dukungan terhadap perkembangan seni pertunjukan juga tercermin dari pertumbuhan tenaga kerja di subsektor tersebut. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sebanyak 324.818 orang bekerja di subsektor seni pertunjukan pada Agustus 2025. Jumlah itu meningkat dibandingkan 287.952 orang pada 2024 dan 163.413 orang pada 2021.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya ekosistem talenta yang terlibat dalam subsektor seni pertunjukan, mulai dari seniman dan penampil hingga pekerja kreatif di balik proses produksi sebuah pertunjukan.
EKI Dance Company didirikan pada 1996 di Jakarta oleh Rusdy Rukmarata dan Aiko Senosoenoto. Selama tiga dekade, EKI Dance Company telah menghasilkan berbagai karya tari dan puluhan pertunjukan musikal serta membawa karya dan talenta Indonesia ke berbagai panggung festival internasional.
Selain memproduksi pertunjukan, EKI Dance Company juga menjadi penggagas Festival Musikal Indonesia (FMI), yang pada 2026 memasuki tahun kelima. Festival tersebut dijadwalkan berlangsung di Taman Ismail Marzuki pada 26–29 November 2026.
“Gedung Graha Bhakti Budaya (GBB) mempunyai makna khusus buat EKI Dance Company sebagai gedung pertunjukan pertama kali kami tahun 2000 untuk mementaskan musikal Madam Dasima. Saat ini, generasi kedua EKI Dance Company mulai memimpin, tapi semangat dan spirit tetap sama untuk membangun kesenian Indonesia menjadi lebih mendunia dan lebih membanggakan buat semua orang. Terima kasih atas kehadirannya dan enjoy the show!,” tutur Aiko Senosoenoto.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Pementasan Calon Arang yang disutradarai Ara Ajisiwi berlangsung di Graha Bhakti Budaya pada 17–20 September 2026. Pertunjukan ini memadukan cerita rakyat, tari, musik, tata panggung, serta teknologi visual untuk menghadirkan kembali kekayaan budaya Nusantara dalam bentuk karya yang relevan bagi masyarakat masa kini.
Talenta utama yang terlibat dalam Musikal Calon Arang antara lain Ara Ajisiwi sebagai Calon Arang, Nala Amrytha sebagai Ratna Manggali, Gabriel Harvianto sebagai Barada, Gerry Gerardo sebagai Bahula, dan Sita Nursanti sebagai Dewi Durga.
Proses produksinya turut melibatkan ansambel cast, penari, koreografer, musisi, penata artistik, desainer panggung, penata kostum, penata cahaya, penata suara, tim multimedia, hingga tenaga produksi dan manajemen pertunjukan. Keterlibatan berbagai profesi tersebut memperlihatkan rantai nilai dalam ekosistem ekonomi kreatif subsektor seni pertunjukan.
Saat menyaksikan Musikal Calon Arang, Wamen Ekraf Irene Umar turut didampingi Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Dadam Mahdar.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif






