Jakarta, 18 Juni 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendukung percepatan pertumbuhan aplikasi nasional melalui penyelenggaraan Asia Pacific ICT Alliance Awards (APICTA Awards) dan Indonesia Applications Summit (In-Apps) 2026 yang akan digelar di Indonesia. Dukungan tersebut disampaikan Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya dalam pertemuan bersama Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI) dan PT Kaya Kreasi Kreatif.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI) terkait penyelenggaraan Asia Pacific ICT Alliance Awards (APICTA Awards) dan Indonesia Applications Summit (In-Apps) 2026, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
APICTA Awards merupakan kompetisi inovasi teknologi informasi dan komunikasi tahunan paling bergengsi di kawasan Asia Pasifik. Sementara itu, In-Apps Summit 2026 dirancang sebagai platform strategis yang mempertemukan perusahaan platform, pengembang aplikasi, pelaku ekonomi kreatif, serta penyedia infrastruktur digital untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas peluang bisnis.
Menteri Ekraf mengatakan, pengembangan aplikasi sejalan dengan program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Menurutnya, perkembangan subsektor aplikasi terus menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari nilai investasi subsektor ini pada Triwulan I 2026 yang mencapai Rp61,33 triliun atau sekitar 47 persen dari target RPJMN 2026 sebesar Rp131,0–146,46 triliun.
“Memang kita melihat bahwa potensi aplikasi ini berkembang pesat. Untuk itu, kehadiran Kementerian Ekraf berfokus pada akselerasi pegiat ekraf, dengan kita kurasi untuk kita perkuat IP-nya, komersialisasi IP-nya, kita bantu scale-up akses pasar pendanaannya, bantu promosi jaringannya, kemudian didorong ke tingkat nasional atau ke tingkat global,” ujar Menteri Ekraf, Kamis (18/6).
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
ASPILUKI atau Indonesia Telematics Software Association merupakan asosiasi industri perangkat lunak dan teknologi informasi nasional yang berdiri sejak dekade 1990-an. Organisasi tersebut mewadahi perusahaan-perusahaan TIK nasional dan konsisten dalam mendorong pengembangan inovasi digital Indonesia, baik di tingkat domestik maupun internasional. Ketua Umum ASPILUKI, Djarot Subiantoro, menilai APICTA menjadi ajang penting bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya di sektor digital.
“Tantangan software IT kita hadapi saat ini adalah terkait hilirisasi digital. Pentingnya APICTA guna memperoleh eksposur di luar negeri dan para pengusaha aplikasi muda dapat berbicara banyak karena tahun ini diadakan di Indonesia,” kata Djarot.
Komisaris PT Kaya Kreasi Kreatif, Aditya Adiguna, mengatakan pihaknya akan menghadirkan dua program baru dalam rangkaian APICTA 2026 untuk memperkuat kapasitas inovator dan pelaku industri digital melalui pembelajaran pengembangan bisnis, pemasaran produk, dan komersialisasi hasil kreativitas
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“Tema yang kita ambil yaitu Connecting Innovation Across Asia Pacific and Beyond karena kita tahu bahwa peserta-pesertanya berasal dari negara-negara Asia Pasifik dan nantinya ditandingkan. Harapannya selain mereka bertanding, mereka juga bisa membangun sebuah network antara satu dengan yang lainnya,” jelas Aditya.
Lebih lanjut, Aditya menjelaskan bahwa In-Apps Summit 2026 diharapkan menjadi wadah yang memperkuat ekosistem aplikasi nasional melalui kolaborasi antarpelaku industri. Menurutnya, subsektor aplikasi memiliki peran yang semakin penting seiring tingginya kebutuhan masyarakat dan dunia usaha terhadap layanan digital.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“Aplikasi ini sektornya sudah cukup major sebenarnya, dan kebutuhan orang untuk melakukan bisnis di ekosistem ini sangat tinggi. Harapannya kegiatan ini bisa jadi flagship event di sektor aplikasi dan menjadi event yang bisa dikenal di regional. In-Apps merupakan summit subsektor aplikasi pertama di Indonesia dan harapannya pilot project ini bisa menembus kawasan regional bahkan global,” ujar Aditya.
Dalam audiensi tersebut, Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, serta Direktur Aplikasi, Tri Wahyudi. Hadir juga Managing Director PT Kaya Kreasi Kreatif, Cessa Virlianti; Ketua Dewan Pengarah APICTA, Sylvia W. Sumarlin; serta Sekretaris Jenderal APICTA, Richard Kartawijaya.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
