Kemenekraf Gandeng Guru Besar IPB dalam Penyusunan Rencana Induk Ekonomi Kreatif

Kemenekraf/Bekraf RIKamis, 22 Mei 2025
Kemenekraf Gandeng Guru Besar IPB dalam Penyusunan Rencana Induk Ekonomi Kreatif

Jakarta, 22 Mei 2025 – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan guru besar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam penyusunan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) periode 2026-2045. Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya berharap masukan dari akademisi semakin memperkuat Rindekraf dari sisi riset dan data.

Menekraf menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan guru besar dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Hermanto Siregar, untuk menyusun Rindekraf 2026–2045 yang menyoroti subsektor berpotensi tinggi dalam menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, Autograph Tower, Jakarta (22/05/25).

“Ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penyusunan Rindekraf ini membutuhkan dukungan dan masukan dari berbagai pihak, termasuk para akademisi yang memiliki keahlian dan pengetahuan mendalam di bidang ini,” ucap Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam FGD yang berlangsung di Autograph Tower, Jakarta pada Kamis, 22 Mei 2025.

“Oleh karena itu, pelibatan akademisi dan naskah akademik dalam penyusunan kebijakan pemerintah menjadi kunci untuk menghasilkan kebijakan yang berbasis data dan riset yang kuat," imbuh Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf.

Para peserta diskusi membahas berbagai isu strategis termasuk identifikasi subsektor ekonomi kreatif prioritas, pengembangan ekosistem yang kondusif, peningkatan daya saing, serta strategi pemasaran dan promosi produk ekonomi kreatif. Menteri Ekraf Teuku Riefky mengatakan Rindekraf 2026-2045 akan fokus pada subsektor yang memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

"Kami berharap Rindekraf ini dapat menjadi acuan yang matang bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi kreatif Indonesia, sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat," kata Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Pelibatan unsur akademisi disebut Menteri Ekraf Teuku Riefky sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya sinergi pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat. Oleh karena itu, Kemenekraf akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu Prof Hermanto Siregar selaku Guru Besar IPB sekaligus Rektor Perbanas menyampaikan gagasan mengenai pentingnya multiplier effect yang perlu dimaksimalkan antarsubsektor ekonomi kreatif. Menurutnya, satu subsektor ekonomi kreatif saling memengaruhi subsektor lainnya.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf.

"Investasi Rp 1 triliun di ekonomi kreatif bisa menghasilkan multiplier effect hingga Rp 3 triliun. Ini berbeda dengan sektor tradisional seperti pertanian yang sudah mentok di pertumbuhan 3,5%. Ekonomi kreatif menghubungkan semua subsektor atau connecting the dots, sehingga dampaknya berantai seperti film animasi yang memicu industri fesyen, kuliner, hingga stationery," kata Prof Hermanto.

Hasil dari FGD ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan penting dalam penyusunan Rindekraf 2026-2045. Kemenekraf akan terus membuka diri terhadap masukan dan saran dari berbagai pihak untuk memastikan bahwa landasan ini dapat menjadi panduan yang efektif dan terus relevan bagi pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf.

Turut hadir dalam FGD bersama Menteri Ekraf Teuku Riefky yaitu Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga Rian Syaf, Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala, serta Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Agus Syarip Hidayat.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
Ekraf
Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kerja Terlaksana Kita Jadi Bisa

Postingan Terkait

gambar Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney
Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney

Jakarta, 14 Februari 2024 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi, termasuk PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program-program ekonomi kreatif yang tepat sasaran sesuai arahan pemerintah pusat.

...
gambar Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali
Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali

Bali, 16 Februari 2025 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) berharap gelaran 5th Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 (5th MNEK 2025) di Bali memberi dampak pada para perajin lokal. Tercatat lebih dari 50 pelaku ekonomi kreatif mengikuti kegiatan bertaraf internasional ini.

...
gambar Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025
Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025

Jakarta, 17 Februari 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, menjadi pembicara dalam salah satu sesi talkshow pada acara Future of Beauty Summit 2025 yang diinisiasi oleh Female Daily. Dalam kesempatan tersebut, Wamenekraf Irene memberikan apresiasi terhadap acara yang mencetuskan inovasi, solusi, dan kolaborasi untuk mendorong perubahan ekonomi kreatif yang memengaruhi perilaku konsumen masa kini dan masa depan.

...