Jakarta, 4 Mei 2025 – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) ikut ambil bagian dalam perayaan Hari Waisak Nasional 2569 BE/Tahun 2025. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menekankan pentingnya menyatukan unsur budaya dengan ekonomi kreatif dalam perayaan tersebut.
Wamenekraf mendukung penuh perayaan Waisak 2025 tidak hanya sebagai ajang spiritual namun dapat menjadi momentum meningkatkan ekonomi lokal, kreativitas masyarakat dan mempromosikan budaya Indonesia ke mata dunia, Museum Nasional, Jakarta (04/05/25).
“Kita perlu mengintegrasikan ekonomi kreatif dengan kebudayaan dalam perayaan Waisak 2025 sehingga perayaan ini tidak hanya menjadi ajang spiritual tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan ekonomi lokal dan kreativitas masyarakat, serta mempromosikan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia, menjadikan Borobudur sebagai destinasi budaya dan spiritual yang semakin dikenal dan dihargai di mata dunia,” kata Wamenekraf Irene dalam pertemuan terkait Koordinasi Pemanfaatan Candi Borobudur di Museum Nasional pada Minggu, 4 Mei 2025.
Pertemuan tersebut diinisiasi Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam rangka mempersiapkan perayaan Hari Waisak Nasional 2569 BE/Tahun 2025. Wamenekraf Irene menyebut perayaan Waisak merupakan kesempatan emas untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia, terutama di sekitar Borobudur, dengan melibatkan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif lokal untuk meningkatkan pendapatan dan kesadaran akan kekayaan budaya Indonesia.
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf.
Di tempat yang sama, Menteri Kebudayaan Fadli Zon berkomitmen mendukung penuh perayaan Waisak sebagai peristiwa kebudayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Dia juga mengatakan pentingnya berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dan pihak terkait.
"Pemerintah juga terbuka atas masukan dan saran dari pemuka agama Buddha dan stakeholder lainnya untuk memastikan perayaan Waisak berjalan dengan lancar dan sukses," ucap Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Salah satu kontribusi Kemenekraf yang disebut Wamenekraf Irene yaitu melalui pameran lukisan karya Oliver Wihardja di area Borobudur. Oliver Wihardja merupakan seniman muda berusia 23 tahun yang menyandang autisme dan telah menemukan bakatnya dalam melukis sejak usia dini.
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf.
Nantinya lukisan karya Oliver juga akan diberikan kepada seorang Biksu Thailand yang melakukan perjalanan ke Borobudur dengan berjalan kaki. Wamenekraf Irene menyebut hal ini sebagai simbol kolaborasi antara ekonomi kreatif dan kebudayaan.
Dalam pertemuan tersebut Wamenekraf Irene didampingi Plt Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kemenekraf Dadam Mahdar.
Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
