Kementerian Ekraf Apresiasi Butter Baby, Tak Cuma Kuliner tapi Bawa Misi IP Lokal ke Global

Kemenekraf/Bekraf RIKamis, 18 September 2025
  Kementerian Ekraf Apresiasi Butter Baby, Tak Cuma Kuliner tapi Bawa Misi IP Lokal ke Global

Jakarta, 18 September 2025 – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) mendukung para pegiat ekraf terutama subsektor kuliner untuk terus berkreasi, apalagi saat ini pertumbuhan investasinya sedang pesat. Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya turut mendorong para pegiat ekraf pada subsektor kuliner untuk membawa semangat untuk naik kelas.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Butter Baby, Jakarta, Kamis (18/09/2025).

Hal itu disampaikan Menteri Ekraf Teuku Riefky saat menerima audiensi jenama kuliner Butter Baby. Menteri Ekraf Teuku Riefky menilai Butter Baby bukan sekadar merek makanan dan minuman (Food and Beverages/F&B), tetapi juga memiliki potensi besar sebagai kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) yang bisa dikembangkan lintas sektor.

“Kami senang menyambut Butter Baby, brand asli Indonesia yang memiliki visi go international. Mereka membawa semangat Jakarta sebagai kota modern dan destinasi wisata utama, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam audiensi yang berlangsung di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta pada Kamis, 18 September 2025.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Berdasarkan data Bea Cukai yang diolah Kementerian Ekraf, nilai ekspor kuliner meningkat dari USD 679 juta pada semester I 2024 menjadi USD 767 juta pada semester I 2025. Tren positif ini memperkuat peran sektor kuliner sebagai salah satu penggerak utama ekonomi kreatif nasional. Menteri Ekraf Teuku Riefky menambahkan, dukungan pemerintah diperlukan agar brand kuliner nasional mampu menembus pasar internasional.

“Kami berharap dapat membantu Butter Baby memperluas jangkauan, tidak hanya di bidang F&B tetapi juga ke sektor lain seperti merchandise dan produk kreatif lain,” imbuhnya.

Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi merek kuliner Indonesia lain untuk memperkuat identitas kreatif mereka. Butter Baby hadir dengan konsep unik, mengangkat karakter animasi 'Butter Alien' sebagai IP inti. Cerita ini menggambarkan tokoh pahlawan dari planet yang tengah menghadapi krisis lingkungan dan harus mencari sumber mentega baru di alam semesta.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Dalam perjalanannya, Butter Alien berhadapan dengan musuh bernama 'Sour Baby' dan akhirnya mendarat di Bumi, tepatnya di Jakarta, yang menjadi panggung awal kisahnya. Konsep ini membuat Butter Baby tidak hanya menjual produk, tetapi juga pengalaman bercerita yang dekat dengan keseharian masyarakat.

“Kami menciptakan IP yang dinamis dan terus tumbuh, seolah-olah Butter Baby adalah sosok hidup yang merasakan pengalaman manusia. Cerita ini kami hadirkan melalui media sosial agar relevan dan mudah viral,” kata Henry Burch selaku Founder Butter Baby.

Ia juga mengungkapkan rencana membangun patung ikonik Butter Baby yang melibatkan seniman Indonesia terbaik sebagai sarana memamerkan karya seni dan menciptakan berbagai aktivasi kreatif. Nick Burch, Founder lainnya, menekankan daya tarik ekosistem kreatif Indonesia sebagai alasan berinvestasi.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

“Kami percaya budaya anak muda di sini sangat potensial untuk melahirkan dan mengekspor ide-ide IP kreatif. Terus terang, saya juga jatuh cinta pada keramahan masyarakat Indonesia yang menurut saya paling hangat dan tulus di dunia,” ungkap Nick.

Tenaga Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Gemintang Kejora Mallaranggeng menyambut positif kolaborasi ini. Ia berharap kehadiran Butter Baby menjadi inspirasi bagi pelaku industri F&B lain untuk mengembangkan bisnis kreatif dan berani menembus pasar global.

“Kami ingin semakin banyak brand lokal yang berani mengembangkan IP dan berinvestasi di Indonesia,” tuturnya.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Kementerian Ekraf menilai pendekatan berbasis IP membuka peluang bagi pengembangan produk turunan, kolaborasi seni, hingga promosi destinasi wisata. Strategi ini sejalan dengan misi Kementerian Ekraf untuk mendorong subsektor kuliner menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi kreatif. Langkah strategis ini diharapkan menjadi pemicu bagi lebih banyak merek kuliner Indonesia untuk bertransformasi menjadi kekayaan intelektual bernilai tinggi.

Turut hadir Founding Partner & CEO Butter Baby Shane Lewis dan Head of Finance & Accounting Daniel Justiano. Menteri Ekraf didampingi oleh Direktur Kuliner Andy Ruswar.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Subsektor Kuliner
Setahun Bekerja, Bergerak
Setahun Bekerja, Berdampak
SetahunBerdampak
SetahunBergerak

Postingan Terkait

gambar   Menteri Ekraf di Save My Generation Conference: Kreativitas Generasi Muda Luar Biasa
Menteri Ekraf di Save My Generation Conference: Kreativitas Generasi Muda Luar Biasa

Bekasi, 18 April 2026 - Ekonomi kreatif lekat dengan generasi muda. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyadari modal itu perlu dukungan banyak pihak untuk menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi nasional agar lebih melaju.

...
gambar Wamen Ekraf Apresiasi Perayaan Paskah Berbasis Edukasi Warisan Budaya di Easter Fair
Wamen Ekraf Apresiasi Perayaan Paskah Berbasis Edukasi Warisan Budaya di Easter Fair

Jakarta, 5 April 2026– Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan The Dharmawangsa Jakarta menghadirkan Easter Fair sebagai perayaan Paskah keluarga dengan sentuhan inovatif melalui pendekatan edukatif serta kreativitas berbasis kearifan lokal. Wamen Ekraf, Irene Umar, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi yang menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

...
gambar   Upacara HUT ke-80 RI di Kementerian Ekraf, Kreativitas Jadi Sumber Kemajuan Bangsa
Upacara HUT ke-80 RI di Kementerian Ekraf, Kreativitas Jadi Sumber Kemajuan Bangsa

Jakarta, 17 Agustus 2025 - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mengajak ASN jajaran Kementerian Ekraf mentransformasi kemerdekaan menjadi inovasi dan kreativitas yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Hal ini disampaikan Menteri Ekraf dalam Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kementerian Ekraf di Gedung Film, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025.

...