Jakarta, 24 September 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menempatkan fesyen bukan sekadar tren, tetapi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini dinilai strategis untuk memperkuat daya saing, memperluas pasar global, sekaligus membuka lapangan kerja.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (tengah), mendengarkan penjelasan mengenai busana dari perancang busana Ivan Gunawan (kanan) saat menghadiri pameran instalasi mode bertajuk “Gaya Archive Chapter 4” di Senayan City, Jakarta, Kamis (24/09/2026).
Hal tersebut disampaikan Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya saat menghadiri pameran instalasi mode bertajuk Gaya Archive Chapter 4.
“Kami mengapresiasi komitmen dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat. Memasuki gelaran keempatnya, ruang ini berhasil menjadi ruang untuk merekam perjalanan kreativitas para perancang mode Indonesia melalui karya, instalasi, dan pendekatan kuratorial. Fesyen Indonesia memiliki kekuatan yang luar biasa, bukan hanya dari segi kualitas dan kreativitas, tetapi juga kekayaan budaya yang senantiasa menjadi sumber inspirasinya,” ujar Menteri Ekraf di Senayan City, Jakarta, Kamis (24/9).
Subsektor fesyen menjadi salah satu kontributor utama ekspor ekonomi kreatif Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekonomi Kreatif, kontribusi fesyen mencapai 58,55 persen atau senilai USD5,85 miliar, meningkat dari periode sebelumnya sebesar USD5,58 miliar.
Fesyen juga menyumbang 14,77 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif, dengan pertumbuhan 5,07 persen. Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi produk fesyen nasional untuk terus berkembang dan menembus pasar internasional.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
“Di balik setiap karya fesyen terdapat talenta, keterampilan, inovasi, serta cerita tentang identitas Indonesia. Karena itu, fesyen memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” ujar Menteri Ekraf.
Untuk itu, melalui Gaya Archive Chapter 4, Kementerian Ekraf siap berkolaborasi dengan para desainer senior kebanggaan Indonesia, khususnya Indonesian Fashion Designer Council (IFDC/IPMI) selaku penyelenggara. Kolaborasi ini diharapkan membuka ruang bagi karya kreatif Indonesia untuk tidak hanya diciptakan, tetapi juga dikenal, diapresiasi, dikembangkan, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Berlangsung pada 18–27 September 2026, pameran ini menghadirkan arsip karya busana dari 23 desainer IFDC yang diterjemahkan ke dalam instalasi empat musim (_Spring, Summer, Autumn, dan Winter_). Konsep tersebut mempertemukan sejarah, identitas, local wisdom serta eksplorasi mode Indonesia.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Kolaborasi Pagelaran Sabang Merauke dan IFDC melalui instalasi karya 12 desainer dalam “Hikayat Nusantara” turut memperlihatkan bagaimana budaya dan kreativitas dapat saling menguatkan. Kekayaan budaya Nusantara diterjemahkan ke dalam fesyen kontemporer melalui kolaborasi lintas pelaku kreatif.
“Melalui Gaya Archive dan Kanvas Budaya, kami ingin membuka ruang bagi masyarakat luas untuk mengenal lebih dekat perjalanan mode dan kekayaan budaya Indonesia. Gaya Archive menghadirkan jejak dan karya masa lalu sebagai arsip penting, sementara Kanvas Budaya menampilkan warisan Nusantara dalam interpretasi kontemporer,” ujar Ketua Dewan Pengurus IFDC, Sjamsidar Isa.
Menteri Ekraf turut mengikuti agenda walkthrough Gaya Fashion Installation, dilanjutkan dengan meninjau instalasi Pagelaran Sabang Merauke dan IFDC Pop-Up Store Installation hasil kolaborasi IFDC, Cotton USA, untuk penggalangan amal bagi korban gempa NTT. Rangkaian kunjungan ditutup dengan menyaksikan peragaan busana Kanvas Budaya “SATU NAPAS” yang mengeksplorasi perpaduan Batik Kudus dan denim karya 23 desainer.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
“Melalui pameran di jantung ibu kota ini, kita tidak hanya menggerakkan ekonomi kreatif dan memberdayakan UMKM, tetapi juga membangun ekosistem fesyen baru yang mengedukasi masyarakat. Harapannya, karya-karya lokal ini mampu meningkatkan apresiasi publik sekaligus merangsang kecintaan terhadap tren fesyen Indonesia yang berkelas,” Head of Business Development IFDC, Ivan Gunawan.
Turut mendampingi Menteri Ekraf Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Firmansyah; Direktur Fesyen, Iffah Sa'aidah; Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Keprotokolan & Koordinasi Daerah, Panji Purboyo.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif





