Kementerian Ekraf Apresiasi Pameran Karya 3 Generasi: Batik Bukan Cuma Kain tapi Perjalanan Sejarah

Kemenekraf/Bekraf RIJumat, 25 Juli 2025
Kementerian Ekraf Apresiasi Pameran Karya 3 Generasi: Batik Bukan Cuma Kain tapi Perjalanan Sejarah

Jakarta, 25 Juli 2025 – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) mengapresiasi koleksi Batik Oey Soe Tjoen sebagai batik tulis halus tertua yang sering diburu para kolektor internasional. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar turut mendorong pengrajin batik dari kalangan generasi muda untuk menjaga warisan budaya dan meningkatkan kualitas dalam industri kreatif melalui batik.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf - Wamen Ekraf Hadiri Pameran Karya 3 Generasi Batik Oey Soe Tjoen, Harap Batik Jaga Keteguhan Hati Demi Rawat Warisan Seni, Jakarta, Jumat (25/07/2025).

“Ini jadi suatu momen yang luar biasa bahwa ekonomi kreatif dan budaya itu saling berkaitan. Kami selalu menanamkan cultural diplomacy supaya semua orang mengenal bahwa batik berasal dari Indonesia dan setiap motif punya cerita yang begitu khas. Apalagi melalui Pameran Karya 3 Generasi ini, ada 90 lembar kain batik yang bisa kita lihat karyanya,” kata Wamen Ekraf Irene saat menghadiri pembukaan Pameran Karya 3 Generasi Selama 100 Tahun di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta pada Jumat, 25 Juli 2025.

Batik Oey Soe Tjoen (Batik OST) merekam sejarah Indonesia melalui berbagai motif yang dipengaruhi budaya Jawa, peranakan Tionghoa, Eropa, Asia, dan Arab sejak tahun 1925 di Kedungweni, Pekalongan. Resmi berusia 100 tahun, perjalanan panjang merek batik OST mulai dikenal sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

“Batik bukan hanya sebuah kain, tapi suatu perjalanan sejarah. Kita bisa melihat seperti apa evolution dari berbagai budaya yang terpengaruh dalam suatu kain batik. Let’s remember this moment as something that’s sacred. Mari, kita sebarkan batik dari Indonesia ke seluruh dunia lewat diplomasi batik,” imbuh Wamen Ekraf Irene.

Pameran Karya 3 Generasi selama 100 tahun ini menjadi kesempatan bagi para penikmat batik untuk melihat keragaman motif dan warna yang menawan. Batik tulis halus yang semakin langka harus terjaga cerita keindahannya dari generasi ke generasi. Kementerian Ekraf juga senantiasa berkomitmen memberi perlindungan terhadap batik tulis melalui jaminan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

“Hari ini, saya melihat it’s a step into the history and progression, batik yang mengikuti perkembangan zaman. Melalui pameran ini, saya amati ada konsistensi kain batik tercipta dari 3 generasi dan tiap generasi punya perbedaan uniqueness and authenticity dari masing-masing pembatik. Saya paling suka dengan batik motif kupu-kupu dan ada warna pink,” ucap Wamen Ekraf Irene.

Sebagai bagian dari rangkaian 100 tahun Rumah Batik OST, para pejuang ekraf bisa melihat dan menyaksikan langsung Pameran Batik Oey Soe Tjoen di Galeri Emiria Soenassa TIM pada 25 Juli – 3 Agustus 2025. Tema pameran yang diangkat tahun ini yaitu Keteguhan Hati Merawat Warisan. Berarti, sehelai kain batik bisa menemukan potensi diplomasi dan evolusi budaya Indonesia supaya generasi muda mampu melestarikan serta mempromosikan batik khas Indonesia secara global.

“Warisan bukan sekadar benda, tetapi juga dapat berupa kisah perjuangan, pengabdian, cinta, dan kehormatan yang dapat menginspirasi generasi berikutnya seperti melalui motif-motif batik Oey Soe Tjoen,” jelas Widianti Widjaja sebagai generasi ketiga pengelola Rumah Batik OST.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Dalam kegiatan itu Wamen Ekraf Irene turut didampingi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu serta Direktur Kriya Neli Yana. Tampak hadir pula Kolektor Batik Tulis, Sugijanto Herman Soetòpo dan para pencinta batik Indonesia.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
Ekraf
Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
SUBSEKTOR FESYEN
Kerja Terlaksana Kita Jadi Bisa
HUT RI Ke 80
Pembangunan Merata
Kemerdekaan Semakin Nyata
Pembangunan Merata, Kemerdekaan Semakin Nyata

Postingan Terkait

gambar   Menteri Ekraf di Save My Generation Conference: Kreativitas Generasi Muda Luar Biasa
Menteri Ekraf di Save My Generation Conference: Kreativitas Generasi Muda Luar Biasa

Bekasi, 18 April 2026 - Ekonomi kreatif lekat dengan generasi muda. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyadari modal itu perlu dukungan banyak pihak untuk menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi nasional agar lebih melaju.

...
gambar Wamen Ekraf Apresiasi Perayaan Paskah Berbasis Edukasi Warisan Budaya di Easter Fair
Wamen Ekraf Apresiasi Perayaan Paskah Berbasis Edukasi Warisan Budaya di Easter Fair

Jakarta, 5 April 2026– Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan The Dharmawangsa Jakarta menghadirkan Easter Fair sebagai perayaan Paskah keluarga dengan sentuhan inovatif melalui pendekatan edukatif serta kreativitas berbasis kearifan lokal. Wamen Ekraf, Irene Umar, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi yang menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

...
gambar   Upacara HUT ke-80 RI di Kementerian Ekraf, Kreativitas Jadi Sumber Kemajuan Bangsa
Upacara HUT ke-80 RI di Kementerian Ekraf, Kreativitas Jadi Sumber Kemajuan Bangsa

Jakarta, 17 Agustus 2025 - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mengajak ASN jajaran Kementerian Ekraf mentransformasi kemerdekaan menjadi inovasi dan kreativitas yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Hal ini disampaikan Menteri Ekraf dalam Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kementerian Ekraf di Gedung Film, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025.

...