Jakarta, 19 Oktober 2025 – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) turut memeriahkan pameran dagang terbesar Tanah Air yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 dengan menghadirkan Paviliun Kreasi dan Inovasi. Paviliun Kementerian Ekraf menjadi kebanggaan para pejuang ekraf untuk mempromosikan produk-produk dari beberapa subsektor ekonomi kreatif unggulan seperti kuliner, fesyen, kriya, aplikasi, teknologi digital baru, dan IP (Intellectual Property) lokal.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, meninjau booth aktivasi Kementerian Ekraf di Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, Tangerang, Minggu (19/10/2025).
“Kami yakin produk dan layanan yang dihadirkan Kementerian Ekraf dari segi kreativitas sudah menghasilkan sesuatu yang kreatif karena Indonesia selalu punya produk unggulan yang tidak ada tandingannya. Beberapa hanya tinggal dipoles branding and packaging saja sebagai persiapan untuk akselerasi ekspor. TEI menjadi bentuk sinergi dari jajaran Kabinet Merah Putih bergotong royong dan berkarya optimal untuk Indonesia,” ujar Wamen Ekraf Irene Umar di TEI 2025 pada Minggu, 19 Oktober 2025.
Selama lima hari penyelenggaraan yaitu 15-19 Oktober 2025, TEI 2025 dikunjungi 34.550 orang dari 131 negara, melampaui target 30.000 pengunjung. Khusus buyer luar negeri, tercatat sebanyak 8.045 orang dari 130 negara dengan jumlah terbanyak berasal dari Malaysia 769 buyer, Tiongkok 605 buyer, India 594 buyer, Nigeria 509 buyer, dan Mesir 406 buyer.
“Lima hari sepertinya masih belum cukup untuk datang ke TEI ini karena kita bisa melihat banyak sekali pejuang ekraf yang sedang berjualan dan bertemu dengan para buyer di sini yang tak hanya orang Indonesia, tetapi juga dari internasional. Kami melihat perdagangan seperti roda ekonomi yang berputar lewat TEI. Harapan saya ke depan, lebih banyak lagi yang datang ke TEI dan siap untuk pitching kepada semua buyer yang ada,” harap Wamen Ekraf Irene.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Kesuksesan TEI ke-40 merupakan wujud kolaborasi solid antara Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga perbankan, dan mitra strategis lainnya untuk mendorong akselerasi ekspor yang semakin berkualitas dan berdaya saing. Pengembangan inovasi dan pemanfaatan teknologi digital menjadi suatu bentuk semangat karena dunia terus menanti produk-produk terbaik buatan Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan produk terbaik yang masing-masing telah melalui proses kurasi yang ketat dan pengujian kualitas untuk memastikan kepatuhan terhadap standar internasional,” ungkap Direktur Kuliner Kementerian Ekraf, Andy Ruswar.
Kementerian Ekraf sendiri menghadirkan 5 Paviliun dengan tema atau konsep yang menarik perhatian pengunjung TEI di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. Melalui TEI ke-40 diharapkan para pejuang ekraf sudah siap menembus pasar global dan memperkuat posisi Indonesia sebagai garda utama untuk perdagangan internasional.
Adapun paviliun pertama menghadirkan kolaborasi antara Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI) yang bekerja sama dengan World Intellectual Property Organization (WIPO) dengan memfasilitasi konsultasi gratis terkait hak paten, hak merek dagang, dan hak cipta. Kehadiran paviliun ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kalangan pelaku usaha Indonesia tentang pentingnya HKI dan perlindungan kekayaan intelektual (KI), serta memperkuat daya saing di pasar domestik maupun internasional.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Sementara itu, paviliun kedua menampilkan konsep inovasi untuk masa depan dari 11 startup terbaik Indonesia. Paviliun ini juga sempat didatangi Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri yang melihat demo teknologi dari Borneo Schematic, AVS Simulators, Eduhajj, Peris.AI, Jatevo Labs, Socialcrab, Baliola, Lunar Interactive, Jejak.in, TaggIoT, dan Vitalwatch 360. Dari semua inovasi yang paling menarik perhatian yaitu Borneo Schematic sebagai pengembang perangkat lunak reflashing dan modifikasi elektronik untuk komunitas teknisi digital.
Kemudian, 3 paviliun lainnya merupakan aktivasi dari program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) yang menghadirkan 21 jenama kuliner lokal, 17 jenama fesyen lokal, dan 15 jenama kriya lokal. 3 subsektor ekraf dalam paviliun yang terpisah dianggap sebagai kontributor utama yang memiliki potensi besar terhadap nilai ekspor nasional.
Turut mendampingi Wamen Ekraf Irene Umar yaitu Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Direktur Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Muhammad Fauzy, Direktur Konten Digital Yuana Rochma Astuti, dan Direktur Teknologi Digital Baru Dandhy Yudha Feryawan.
Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
