Jakarta, 14 April 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat kolaborasi dengan media digital dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Upaya ini diwujudkan melalui audiensi dan partisipasi Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya dalam program podcast The Chapter bersama Tirto.id di Autograph Tower, Jakarta.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dan berpartisipasi dalam program podcast The Chapter bersama Tirto.id di Kantor Kementerian Ekraf, Selasa (14/4/2026).
“Ekonomi kreatif tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, media, kreator, dan platform digital menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem sekaligus menjadikan Ekraf sebagai the new engine of growth,” ujar Menteri Ekraf, Selasa (14/4).
Menteri Ekraf menjelaskan bahwa sektor ekonomi kreatif menjadi penopang perekonomian nasional, dengan kontribusi PDB Rp 1.611,2 triliun pada 2024, pertumbuhan di atas rata-rata nasional, serta menyerap 27,4 juta tenaga kerja yang didominasi generasi muda. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ekraf juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf.
“AI kami posisikan sebagai enabler, bukan pengganti. Kreativitas manusia tetap menjadi inti, sementara teknologi membantu mempercepat proses dan membuka akses pasar,” kata Menteri Ekraf.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Tirto.id, Rachmadin Ismail, menyampaikan bahwa transformasi industri media mendorong perlunya kolaborasi lintas sektor sebagai respons terhadap tantangan perubahan model bisnis dan dinamika ekosistem digital saat ini.
“Media saat ini tidak bisa hanya mengandalkan model lama. Kami membangun kolaborasi dengan kreator, komunitas, dan expert untuk menjaga kredibilitas sekaligus memperkuat influence,” ujar Rachmadin.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf.
Rachmadin menambahkan bahwa Tirto.id mengembangkan model kemitraan berbasis kurasi dan data dengan melibatkan kreator daerah serta platform digital guna memperkuat kualitas dan distribusi konten.
Dalam sesi audiensi, Kementerian Ekraf dan Tirto.id juga membahas dinamika industri media di era digital, termasuk perubahan model bisnis, tantangan monetisasi, serta pentingnya kurasi konten yang kredibel. Kolaborasi dinilai menjadi solusi untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru dalam ekosistem digital.
Dalam kesempatan tersebut, berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari peran negara dalam pengembangan ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi digital, hingga upaya menjembatani idealisme kreator dengan kebutuhan pasar. Kementerian Ekraf menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem dari hulu ke hilir agar pelaku ekonomi kreatif dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf.
Ke depan, Kementerian Ekraf akan terus mendorong penguatan ekosistem berbasis kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas talenta, serta perluasan akses pasar global. Langkah ini sejalan dengan visi menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru yang inklusif dan berdaya saing global.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
#KitaMulaiCaraBaru #KementerianEkonomiKreatif #Menekraf #TeukuRiefkyHarsya #Wamenekraf #IreneUmar #TheNewEngineofGrowth #MesinBaruPertumbuhanEkonomi
