Kementerian Ekraf Bekali Pegiat Fesyen dengan Manajemen Usaha lewat Aktivasi Creative Hub

Kemenekraf/Bekraf RIRabu, 7 Oktober 2026
Kementerian Ekraf Bekali Pegiat Fesyen dengan Manajemen Usaha lewat Aktivasi Creative Hub

Jakarta, 7 Oktober 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Fesyen menggelar Pelatihan Manajemen Usaha Fesyen lewat Aktivasi Creative Hub di UnionSPACE - Citi Hub Harton, Jakarta Utara pada 7–10 Oktober 2026.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, meninjau pelaksanaan Pelatihan Manajemen Usaha Fesyen melalui Aktivasi Creative Hub di UnionSPACE – Citi Hub Harton, Jakarta Utara, 7–10 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku fesyen, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta memperluas akses pasar dan jejaring bisnis hingga ke tingkat global, Kamis (8/10/26).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program flagship Kementerian Ekraf yang bertujuan memperkuat kapasitas subsektor fesyen sekaligus mengoptimalkan ruang kreatif sebagai wadah pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan bisnis.

"Kementerian Ekraf melakukan aktivasi kreatif hub untuk para pegiat ekraf supaya mereka bisa mendapat pelatihan dan pendampingan demi meningkatkan kapasitas produk-produk bernilai tambah dan akses berjejaring. Harapannya, produk-produk lokal (local champion) bisa diterima oleh market yang lebih luas dari tingkat nasional hingga semangat go global. Kementerian Ekraf juga ingin membangun ekosistem ekonomi kreatif dari subsektor fesyen sebagai the new engine of growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari daerah," harap Yuke Sri Rahayu sebagai Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif

Subsektor fesyen tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan para pegiatnya dalam mengelola usaha lebih profesional. Dari sisi perdagangan internasional, subsektor fesyen pada Januari–April 2026, mencatat nilai ekspor hingga 5,85 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan 5,58 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun 2025. Nilai tersebut menyumbang sekitar 58,55 persen dari total ekspor ekonomi kreatif dan menempatkan fesyen sebagai subsektor dengan nilai ekspor terbesar.

“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan para pegiat fesyen untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat pengelolaan usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing. Aktivasi Creative Hub diharapkan mampu menjadi wadah interaksi, kolaborasi, serta penciptaan nilai ekonomi. Maka, Direktorat Fesyen merancang program yang menggabungkan peningkatan kapasitas manajemen usaha dengan peningkatan keterampilan berbasis kompetensi,” tambah Direktur Fesyen Kementerian Ekraf, Iffah Sa’aidah, Rabu (7/10).

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Utara, Restuning Dyah Widyanti, mengapresiasi pendekatan program yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga membangun ekosistem dari sebuah jenama. Ia juga menilai Jakarta Utara memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekosistem fesyen yang berdaya saing sekaligus mendorong peserta memanfaatkan pelatihan tidak hanya untuk mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang kolaborasi.

“Subsektor fesyen bergerak sangat cepat dengan tren, selera konsumen, dan cara orang membeli juga berubah. Sebenarnya ini menjadi hal menarik karena bukan hanya kemampuan untuk membuat produk fesyen, tetapi juga membangun ekosistem di balik sebuah brand. Ada yang punya ide dan visi, ada yang menerjemahkannya menjadi desain, dan ada yang mewujudkan sebagai produk. Semua punya peran dan harus bisa berjalan bersama,” ungkap Restuning Dyah Widyanti.

Aktivasi Creative Hub untuk subsektor ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Ekraf untuk menjawab kebutuhan penguatan kapasitas pegiat fesyen di tengah besarnya kontribusi subsektor tersebut terhadap ekonomi nasional. Dengan PDB Rp259,56 triliun, 5,07 juta tenaga kerja, serta kontribusi ekspor yang mencapai lebih dari separuh total ekspor ekonomi kreatif, penguatan manajemen usaha, keterampilan teknis, kualitas produk, dan akses pasar menjadi penting sehingga potensi fesyen Indonesia dapat terus berkembang dan semakin kompetitif di pasar global.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif

“Mari kita dorong semakin banyak brand fesyen dari Jakarta Utara yang tumbuh, semakin banyak tenaga kreatif yang berdaya, dan semakin banyak karya dari Jakarta yang dikenal lebih luas. Kalau Jakarta ingin menjadi kota global, maka karya warganya juga harus punya kesempatan untuk tampil dan terus berkolaborasi. Selamat mengikuti pelatihan. Selamat belajar, berdiskusi, dan membangun jejaring,” tutur Restuning Dyah Widyanti.

Aktivasi Creative Hub Fesyen Flagship Program 2026 selanjutnya dijadwalkan berlanjut di sejumlah daerah, antara lain Tangerang Selatan, Banda Aceh, Aceh Besar, Batam, Padang, Yogyakarta, Banyuwangi, Malang, dan Makassar hingga November 2026. Program ini diharapkan dapat mengaktivasi ruang kreatif sebagai ruang yang aktif, produktif, kolaboratif, dan memberikan nilai ekonomi, sekaligus memperkuat para pegiat fesyen daerah yang mampu meningkatkan kualitas, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
01 / 03
Gallery 3 items
01
02
03
Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi