Jakarta, 16 Oktober 2026 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pembiayaan dan investasi bagi para pelaku ekonomi kreatif di ibu kota. Melalui Program Aktivasi Creative Hub, sebanyak 50 pegiat ekonomi kreatif mengikuti kegiatan Fasilitasi Akses Pendanaan dan Investasi yang digelar di Tempat Kumpul Kreatif (TKK), Kota Administratif Jakarta Utara, Rabu (14/10).
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Melalui Program Aktivasi Creative Hub, sebanyak 50 pegiat ekonomi kreatif mengikuti kegiatan Fasilitasi Akses Pendanaan dan Investasi yang digelar di Tempat Kumpul Kreatif (TKK), Kota Administratif Jakarta Utara, Rabu (14/10/2026).
Kepala Sub Direktorat Skema Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekraf, Helmi Suhendry, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menyelesaikan tantangan utama pelaku ekraf, yaitu memperoleh modal kerja yang tepat sasaran dan sesuai karakter bisnis. Ia pun mendorong para peserta berinteraksi aktif dengan mitra strategis yang hadir.
"Akses pembiayaan bukan sekadar tentang memperoleh modal, tetapi juga tentang membangun usaha yang layak, berkelanjutan, dan mampu berkembang," kata Helmi.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Jakarta Utara, Restuning Dyah Widyanti, menyoroti besarnya potensi ekosistem ekraf lokal tempat berbagai subsektor tumbuh berdampingan. Meski demikian, ia mengakui tantangan struktural masih ada, khususnya dominasi skala mikro-kecil serta pemanfaatan Kekayaan Intelektual (KI) yang belum sepenuhnya diterima perbankan sebagai agunan pembiayaan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Perindustrian Suku Dinas PPKUKM Jakarta Utara, Sri Damai Yanti, optimistis keberadaan TKK dapat menjadi pusat kolaborasi dan edukasi finansial. Kegiatan ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi pelaku ekraf berproduk berkualitas yang ingin mengekspansi skala usahanya.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Kegiatan ini menghadirkan tiga materi utama. Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Kementerian Ekraf, Anggara Hayun Anujuprana mengurai permasalahan yang dihadapi pegiat Ekraf di Indonesia, kebutuhan pendanaan dan pembiayaan, skema pendanaan dan pembiayaan Ekonomi Kreatif, pencatatan keuangan yang baik, dan skema KUR tahun 2026.
Sedangkan Business Alliance Manager Micro Banking 4 Bank Mandiri (Persero) Tbk., R. Menner Zaglulsyah Noviyanto, mengulas berbagai opsi fasilitas KUR yang disediakan Bank Mandiri, persyaratan dan prosedur mengajukan KUR, memperkenalkan program Mandiri Agen, serta produk aplikasi digital Bank Mandiri. Sementara itu, Ketua Program Studi Bisnis Kreatif Sekolah Vokasi Universitas Indonesia, Amelita Lusia, memaparkan Model Bisnis Kreatif, dari bagaimana mengubah cara menjalankan bisnis, bentuk-bentuk kreativitas dalam berbisnis, hingga bagaimana menciptakan/menambah nilai bagi bisnis dan pelanggan.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Kegiatan ini didukung Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Bank Mandiri, dan Program Studi Bisnis Kreatif Vokasi Universitas Indonesia. Kementerian Ekraf terus melaju menggalakkan kolaborasi heksaheliks melalui pendampingan kesiapan usaha dan fasilitasi pembiayaan, agar peluang pendanaan dapat berlanjut menjadi investasi, pengembangan bisnis, dan penciptaan lapangan kerja.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif





