Jakarta, 3 Oktober 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, terus memperluas akses pasar bagi produk kreatif lokal terkurasi melalui ajang The Local Market ID: Pasar Wiwitan di SCBD Park, Jakarta. Gelaran rutin awal bulan ini menjadi panggung strategis bagi para pelaku ekonomi kreatif dari berbagai daerah untuk mengenalkan karya, menguji respons pasar, dan memperkuat jejaring bisnis di kawasan komersial utama ibu kota.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengunjungi salah satu stan dalam acara The Local Market ID: Pasar Wiwitan di SCBD Park, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
“Para pejuang ekonomi kreatif selalu membutuhkan sebuah panggung atau ruang untuk memperlihatkan karya dan produk kreatif yang sudah mereka kreasikan. Di The Local Market SCBD setiap subsektor ekonomi kreatif bisa mendapat tempat untuk memperlihatkan ada apa saja di Indonesia,” ucap Wamen Ekraf, Sabtu (3/10).
Wamen Ekraf menjelaskan bahwa The Local Market ID bukan sekadar tempat transaksi, melainkan ruang interaksi langsung antara produsen dan konsumen. Melalui interaksi ini, masyarakat diajak memahami nilai, cerita, dan proses kreatif di balik setiap produk, yang pada akhirnya mendongkrak nilai tambah dan apresiasi terhadap karya asli Indonesia.
“Setiap produk yang dibuat dari hati dan cinta kreator ke dalam produknya tentu punya storytelling. Sudah seharusnya kita terus mendukung produk-produk lokal asli Indonesia. Dengan demikian semakin banyak produk lokal berkualitas yang memperoleh akses pasar dan dikenal lebih luas,” kata Wamen Ekraf.
Potensi akses pasar ini dirasakan langsung oleh Mail Chen, pemilik usaha Meliponini Honey asal Belitung yang mengintegrasikan subsektor kuliner dan produk herbal berbasis budidaya lebah tanpa sengat. Keikutsertaannya selama tiga bulan berturut-turut terbukti membuka peluang pasar baru di Jakarta.
“Produk kami adalah madu dan propolis dari lebah yang tidak ada sengatnya. Kami punya budidaya sendiri di Belitung. Ini adalah lebah lokal Indonesia yang menghasilkan madu dan propolis,” ungkap Mail Chen.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif.
Keikutsertaan Meliponini Honey di The Local Market ID telah memasuki bulan ketiga dan mendapatkan respons positif dari masyarakat. Dengan rentang harga Rp115.000 hingga Rp450.000, Meliponini Honey menarik minat masyarakat Jakarta yang mencari produk kesehatan herbal berkualitas tinggi. Kehadiran sarang dan lebah hidup di lokasi acara menjadi sarana edukasi interaktif bagi pengunjung.
“Harapan kami, keluarga-keluarga Indonesia bisa mendapatkan produk-produk herbal dan alami yang membantu menjaga kesehatan keluarga melalui produk lokal Indonesia. Tidak perlu selalu menggunakan barang impor,” harap Mail Chen.
Inisiatif The Local Market ID: Pasar Wiwitan di SCBD Park dijadwalkan berlangsung setiap akhir pekan pertama setiap bulan, buka mulai Sabtu pukul 07.00 WIB hingga Minggu pukul 21.00 WIB. Selain mendorong aktivitas belanja produk lokal, ajang ini juga mengintegrasikan subsektor seni pertunjukan lewat sajian tarian daerah, gending karawitan, musik angklung, hingga pertunjukan wayang kulit.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif






