Kementerian Ekraf Buka AKTIF Animasi untuk Lahirkan Animator Bertalenta

Kemenekraf/Bekraf RISenin, 4 Mei 2026
Kementerian Ekraf Buka AKTIF Animasi untuk Lahirkan Animator Bertalenta

Jakarta, 4 Mei 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) resmi membuka program AKTIF (Akselerasi Kreatif) Animasi: Unreal Engine Training untuk meningkatkan kesiapan talenta animasi Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi industri yang semakin dinamis. Program AKTIF Animasi dirancang sebagai akselerasi bagi talenta yang telah memiliki dasar di bidang animasi.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) resmi membuka program AKTIF (Akselerasi Kreatif) Animasi: Unreal Engine Training.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya penguatan talenta berbasis teknologi sebagai kunci peningkatan daya saing industri animasi nasional.

“Penguatan kapasitas talenta melalui pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting agar industri animasi Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Program ini diharapkan dapat menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan sumber daya manusia yang adaptif dan kompeten,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Cecep Rukendi, menyampaikan bahwa pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas teknis talenta melalui pemanfaatan teknologi terkini dalam proses produksi animasi.

“Pelatihan kali ini mencakup pemanfaatan Unreal Engine untuk proses pembuatan dan efisiensi workflow 3D animasi,” kata Cecep Rukendi, Senin (4/5).

Program ini dilaksanakan di Brown Bag Films Bali, Denpasar, dan merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri animasi. Cecep turut mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan program yang selaras dengan kebutuhan industri.

“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan apresiasi kepada AINAKI dan Brown Bag Films Bali atas komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem talenta kreatif. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana kolaborasi menghadirkan program yang relevan dengan dinamika pasar,” ujar Cecep Rukendi.

Pelatihan ini menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi real-time production melalui Unreal Engine untuk meningkatkan efisiensi proses produksi. Sebanyak 25 peserta terpilih dari sekitar 70 pendaftar akan mengikuti pelatihan intensif selama periode 4 hingga 29 Mei 2026. Para peserta merupakan talenta yang telah memiliki dasar di bidang animasi dan akan didorong untuk memperkuat kompetensi teknis serta kesiapan kerja sesuai kebutuhan industri.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Industri animasi Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan tersebut ditandai dengan meningkatnya kualitas karya serta transformasi dari penyedia jasa menjadi pengembang Intellectual Property (IP) orisinal, meskipun masih menghadapi tantangan seperti akses pendanaan dan percepatan adopsi teknologi produksi.

Recruitment Manager Brown Bag Films Bali, Rezha Widias, menyampaikan bahwa program ini menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan kesiapan talenta. Sedangkan Sekretaris Jenderal AINAKI, Eka Chandra, menekankan pentingnya pembaruan keterampilan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Program ini bertujuan menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan talenta, sehingga ilmu yang didapat dapat terserap secara optimal. Peserta juga diharapkan mampu membangun jejaring dalam ekosistem industri animasi,” ujar Rezha Widias.

“Pelatihan ini sangat krusial untuk memastikan talenta terus memperbarui keterampilan, terutama dalam proses produksi. Kolaborasi dan networking antar pelaku industri menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem animasi nasional,” imbuh Eka Chandra.

Program ini juga membuka peluang keterhubungan langsung dengan industri bagi peserta yang memenuhi standar pelatihan. Sinergi antara Kementerian Ekraf, AINAKI, dan Brown Bag Films Bali memperkuat keterkaitan antara pengembangan talenta dan kebutuhan industri.

Kementerian Ekraf menegaskan bahwa penguatan talenta berbasis teknologi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem animasi yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing. Melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan, subsektor animasi diharapkan mampu menjadi penggerak baru yang memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri kreatif global.

Turut mendampingi Deputi Bidang Kreativitas Media dalam pembukaan tersebut yaitu Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekraf, Doni Setiawan.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Subsektor Film, Animasi, dan Video
Kolaborasi Industri Kreatif
Kementerian Ekraf/Badan Ekraf RI
Ruang Kreatif Kolaboratif
Kreativitas Digital dan Teknologi
KitaMulaiCaraBaru
gambar Menekraf Siap Berkolaborasi dengan IKAPI untuk Mendorong Industri Penerbitan
gambar Wamenekraf Dukung LAKON Indonesia sebagai Wadah Fesyen Global
gambar Wamenekraf Tekankan Pentingnya Petani dalam Ketahanan Negara