Kementerian Ekraf dan BEI Buka Jalur Pasar Modal bagi Pegiat Ekraf melalui Program Kolaboratif KreatIPO

Kemenekraf/Bekraf RISelasa, 9 Juni 2026
Kementerian Ekraf dan BEI Buka Jalur Pasar Modal bagi Pegiat Ekraf melalui Program Kolaboratif KreatIPO

Jakarta, 9 Juni 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat upaya pengembangan peluang akses pendanaan pasar modal bagi pegiat ekonomi kreatif bersama Bursa Efek Indonesia (BEI). Pertemuan ini menjadi bentuk kolaborasi strategis dalam penguatan ekosistem pembiayaan yang berkelanjutan sehingga pegiat ekraf bisa naik kelas.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa ekonomi kreatif diproyeksikan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, penguatan ekosistem dan pemahaman regulasi pasar modal menjadi krusial agar sektor ini dapat berkembang pesat.

“Presiden menempatkan ekonomi kreatif akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari berbagai daerah sehingga tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Potensi kreativitas, inovasi, dan kekuatan budaya Indonesia harus didukung dengan ekosistem yang lengkap, termasuk akses pendanaan dan investasi sehingga para pegiat ekraf dapat lebih berkembang secara berkelanjutan,” ujar Menteri Ekraf di Autograph Tower, Jakarta, Selasa (9/6).

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Realisasi investasi sektor ekonomi kreatif pada 2025 tercatat mencapai Rp 183 triliun dengan pertumbuhan 32,33 persen dibanding tahun sebelumnya. Subsektor ekraf juga mencatat kontribusi positif terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan kelas menengah, dengan jumlah tenaga kerja mencapai 27,4 juta jiwa.

“Kementerian Ekraf fokus mendorong bagi para pegiat ekonomi kreatif yang sudah berdaya untuk dapat naik kelas menjadi perusahaan nasional bahkan berskala global. Kolaborasi dengan BEI membuka peluang semakin banyak pegiat ekraf yang memahami pasar modal dan siap memanfaatkan kreativitas sebagai sumber investasi,” jelas Menteri Ekraf.

Sebelumnya, Kementerian Ekraf dan BEI pernah mengadakan program roadshow Workshop Go Public dan coaching clinic Usaha Ekonomi Kreatif bertajuk KreatIPO untuk meningkatkan literasi finansial dan memfasilitasi akses pendanaan. Pjs. Direktur Utama, Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa BEI begitu terbuka untuk memperluas partisipasi berbagai sektor dalam pasar modal, khususnya tiap subsektor ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan investasi tinggi.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

“Kami tentu menyambut pegiat-pegiat ekonomi kreatif untuk bisa bergabung di pasar modal, baik sebagai investor untuk menikmati pertumbuhan pasar modal maupun sebagai perusahaan persatuan untuk menghimpun dana dan mengembangkan usaha,” ucap Jeffrey Hendrik.

Audiensi ini juga diharapkan mampu membuka peluang penyusunan skema IPO bagi industri kreatif yang lebih adaptif sehingga perusahaan-perusahaan yang potensial dapat memanfaatkan akselerasi pasar modal secara berkelanjutan. Dengan begitu, edukasi pasar modal, kurasi pegiat usaha potensial, serta pendampingan akses pembiayaan bisa memiliki kesiapan yang lebih luas.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

“Hari ini, kami mendapat insight dari Menteri Ekraf untuk pemahaman lebih baik terkait model bisnis di industri kreatif. Tentu, harapan kolaborasi antara BEI dengan Kementerian Ekraf bisa dimulai dengan meningkatkan edukasi, awareness, dan pemahaman dari para pegiat ekonomi kreatif sehingga semakin banyak pejuang ekonomi kreatif yang bisa melantai di Bursa Efek Indonesia,” harap Jeffrey Hendrik.

Dalam audiensi tersebut, Menteri Ekraf didampingi Staf Ahli Bidang Pendanaan dan Pembiayaan, Restog Krisna Kusuma; Staf Khusus Bidang Manajemen Internal dan Efektivitas Organisasi, Yanuar Pranuradhi; Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi, Anggara Hayun Anujuprana; serta Tenaga Ahli Menteri, Gemintang Kejora Mallarangeng.

Sementara perwakilan dari BEI terdiri dari Direktur Penilaian Perusahaan, I Gede Nyoman Yetna; Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat, Listyorini Dian Pratiwi; dan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2; Adi Aryanto Pratomo.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Kolaborasi
Teuku Riefky Harsya
The New Engine Of Growth
Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif
Kementerian Ekraf/Badan Ekraf RI
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif