Jakarta, 28 Agustus 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Aceh Tamiang melalui literasi bisnis, pendampingan usaha, relaksasi pembiayaan, dan bantuan modal.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyelenggarakan kegiatan “Literasi Bisnis bagi Pegiat Ekonomi Kreatif dalam Rangka Pemulihan Pascabencana” di Tempat Pelatihan Gedung Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (27/8/2026).
Dukungan tersebut diberikan dalam kegiatan “Literasi Bisnis bagi Pegiat Ekonomi Kreatif dalam Rangka Pemulihan Pascabencana” yang berlangsung di Tempat Pelatihan Gedung Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (27/8).
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengatakan bahwa kegiatan ini bagian dari program prioritas pemerintah melalui Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera. Menurutnya, pemulihan ekonomi perlu selaras dengan proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalankan usaha dan membangun kemandirian ekonomi.
“Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat. Kami ingin memastikan para pelaku ekonomi kreatif di Aceh Tamiang mendapatkan pengetahuan, pendampingan, dan akses yang mereka butuhkan untuk kembali menjalankan usaha dan bangkit secara berkelanjutan,” ujar Teuku Riefky.
Kegiatan ini juga menghadirkan Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Kementerian Ekraf, Anggara Hayun Anujuprana, yang memberikan materi “Literasi Bisnis bagi Pegiat Ekonomi Kreatif”. Materi pengelolaan keuangan sederhana kemudian disampaikan Senior Manager Micro Business Group BSI, Eko Ervan.
Selain literasi bisnis, pelaku ekraf terdampak juga mendapat dukungan pembiayaan dari Bank BSI melalui skema relaksasi bunga. Bunga pembiayaan diberikan sebesar 0 persen hingga Desember 2026, kemudian 3 persen sepanjang 2027, sebelum kembali ke tingkat bunga normal pada tahun berikutnya.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif.
“Komitmen Bank BSI yang telah proaktif mendampingi nasabah sejak musibah banjir melanda tahun lalu diwujudkan melalui relaksasi berupa penundaan pembayaran yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing nasabah,” ujar Area Manager BSI Lhokseumawe, Totok Sudiarto.
Sebagai bagian dari aksi nyata pemulihan pascabencana, Kementerian Ekraf bersama BSI juga menyerahkan bantuan modal usaha secara simbolis senilai total Rp50 juta kepada 50 pelaku usaha ekonomi kreatif yang menjadi peserta. Masing-masing memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp1 juta.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Anggara Hayun Anujuprana; Totok Sudiarto; serta Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Muslizar.
Kolaborasi Kementerian Ekraf dan BSI diharapkan menjadi stimulus bagi pelaku ekonomi kreatif di Aceh Tamiang untuk kembali menggerakkan usaha, memperkuat ketahanan bisnis, dan membangkitkan roda perekonomian masyarakat pascabencana.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
