Jakarta, 30 Juni 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi komitmen DANA Indonesia dalam memberdayakan perempuan melalui Program SisBerdaya bagi pelaku UMKM dan DisBerdaya bagi perempuan penyandang disabilitas. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong ekonomi kreatif yang inklusif, adaptif terhadap teknologi, dan memperluas akses pasar.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, memberikan sambutan pada acara #SisBerdaya: Perempuan Berteknologi Membangun Bisnis dan Kesetaraan di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
“Era digital terasa semakin dekat dengan teknologi pembayaran seperti QRIS, pemasaran digital, hingga akses terhadap berbagai platform keuangan yang telah membuka kesempatan sama bagi siapa pun yang ingin berkembang. Hal terpenting adalah keberanian untuk memulai, belajar, dan terus bertumbuh sehingga bisa berjuang sampai mengembangkan produk-produk kreatif dari Indonesia,” ungkap Irene Umar dalam acara penganugerahan SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 di Rumah Kaca Melati, Jakarta, Selasa (30/6).
Wamen Ekraf juga menyampaikan bahwa setiap produk UMKM tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa cerita, budaya, dan identitas Indonesia yang menjadi kekuatan utama ekonomi kreatif nasional. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung para pejuang ekraf perempuan untuk naik kelas.
“Kementerian Ekraf akan terus membuka peluang seluas-luasnya bagi para pejuang ekraf untuk mengakses berbagai pelatihan dan program bertaraf nasional hingga internasional. Jangan hanya melihat pasar Indonesia, tetapi lihatlah dunia sebagai peluang. Mari bersama membawa karya dan produk kreatif Indonesia bersinar ke tingkat global,” pungkas Irene Umar.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Program SisBerdaya merupakan inisiasi DANA Indonesia sejak 2023 yang berkembang sebagai program pemberdayaan UMKM perempuan yang fokus pada peningkatan kapasitas, literasi keuangan, serta digitalisasi usaha mikro dan ultra mikro melalui pemanfaatan teknologi ekonomi digital. Pada 2024, program ini menghadirkan DisBerdaya sebagai inisiatif yang memberikan akses setara bagi perempuan penyandang disabilitas untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
“Permulaan program SisBerdaya hanya sebuah keyakinan sederhana supaya perempuan memiliki akses pengetahuan, teknologi, dan kesempatan yang sama sehingga mendapat pendampingan untuk meningkatkan usaha secara signifikan. Mereka tidak hanya membangun usaha, tetapi juga menggerakkan keluarga, komunitas, dan ekonomi sekitar. Dibalik program ini tentu ada cerita tentang usaha yang berkelanjutan, lapangan kerja yang tercipta, dan keluarga yang memperoleh kehidupan lebih baik,” tutur Vince Iswara, CEO & CO-Founder DANA Indonesia.
Program yang mendukung transformasi digital ekonomi kreatif ini telah menjangkau lebih dari 16.000 perempuan dari berbagai daerah di Inndonesia. Tahun 2026, 35 finalis terpilih mendapat apresiasi sekaligus memperoleh pelatihan digital marketing, kecerdasan artifisial (AI), literasi keuangan, hingga mentoring dari berbagai praktisi dan perusahaan teknologi.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
“Kami berharap program ini bukan menjadi akhir dari sebuah kompetisi, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar untuk membawa usaha dari kaum perempuan makin naik kelas dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” harap Vince Iswara.
Sebagai tindak lanjut audiensi bersama DANA Indonesia pada Oktober 2025, Kementerian Ekonomi Kreatif juga turut memfasilitasi pemateri salah satu sesi pelatihan Sisberdaya Disberdaya bulan Mei lalu dengan topik Strategi Content Commerce melalui Affiliate dan Influencer Marketing. Kolaborasi diharapkan bisa terus berlanjut membuka ruang pembelajaran, jejaring, dan akselerasi bagi perempuan Indonesia untuk membangun usaha yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi ekonomi kreatif nasional.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Grup Ekonomi Keuangan Inklusif Bank Indonesia, Rosita Dewi; Executive Advisor ANT International Foundation, Janet Neo; Director of Communications DANA Indonesia, Olavina Harahap.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
