Kementerian Ekraf dan ION Jajaki Perluasan Pasar Digital

Kemenekraf/Bekraf RIRabu, 19 Agustus 2026
Kementerian Ekraf dan ION Jajaki Perluasan Pasar Digital

Jakarta, 19 Agustus 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki kolaborasi dengan Indonesia Open Network (ION) untuk memperluas akses pasar digital dan meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Hal tersebut dibahas dalam audiensi Wakil Menteri (Wamen) Ekraf, Irene Umar, bersama ION di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (19/8).

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kanan), berdialog dengan Head Steering Committee ION, Sachin Gopalan (kedua kiri) saat menerima audiensi Indonesia Open Network (ION) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (19/08/2026).

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat transformasi digital sekaligus memperluas akses komersialisasi produk kreatif lokal ke pasar global.

"Kemitraan bersama ION menjadi momentum penting untuk membuka akses pasar digital yang lebih luas dan inklusif bagi seluruh kreator Tanah Air. Integrasi teknologi ini tidak hanya memperkuat infrastruktur bisnis para pelaku usaha, tetapi juga dapat melipatgandakan daya saing serta nilai ekonomi karya kreatif nasional di kancah global," ujar Irene Umar.

Audiensi ini membahas potensi pemanfaatan ION dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari perluasan akses pasar dan pemasaran digital, perdagangan lintas batas, pembiayaan, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). Kedua pihak juga mendiskusikan peluang sinergi berbagai program strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan, dari daerah hingga tingkat nasional.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf, sektor ekonomi kreatif terus mencatatkan kinerja positif dengan realisasi investasi mencapai Rp183,01 triliun dan nilai ekspor sebesar 31,94 miliar dolar AS pada 2025. Capaian tersebut didukung penyerapan 27,40 juta tenaga kerja yang didominasi oleh generasi muda, serta kontribusi signifikan dari 21 subsektor ekonomi kreatif.

“Kolaborasi pemanfaatan teknologi dan ekosistem jaringan terbuka dari ION bisa menjadi ruang yang tepat untuk mendukung digitalisasi serta perlindungan kekayaan intelektual ekonomi kreatif, di mana rencana pembentukan tim kerja bersama ini nantinya akan dikoordinasikan lebih lanjut kepada tim ekraf yang sesuai bidangnya. Namun, tantangan terbesarnya adalah membangun kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi secara optimal, sehingga kolaborasi yang adil dan berkelanjutan ini dapat segera diimplementasikan,” tambah Irene Umar.

ION dikembangkan melalui kerja sama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai bagian dari inisiatif Kerja Sama Digital Indonesia–India. Infrastruktur ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi dan layanan guna mendukung akses pelaku ekonomi kreatif terhadap pasar digital, logistik, pembayaran, pembiayaan, asuransi, pengembangan keterampilan, serta perdagangan berbasis AI.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

"Kami sangat mengapresiasi waktu dan diskusi bersama Ibu Wamen Ekraf, serta berharap dapat berkolaborasi membentuk tim kerja bersama pemerintah, karena ION tidak dapat berhasil sendiri, kami membutuhkan banyak kolaborasi dengan pemerintah dan pihak-pihak yang memiliki visi sama guna membangun ekosistem yang memberdayakan talenta muda, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif lokal," jelas Head Steering Committee ION, Sachin Gopalan.

Turut mendampingi Wamen Ekraf dalam audiensi yaitu Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi, Anggara Hayun Anujuprana; Direktur Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Muhammad Fauzy; Plt. Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Aulia Chloridiany; serta Kepala Pusat Data dan Informasi, Reslyana Dwitasari.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Membangun Ekonomi dari Daerah
Kemenekraf/Bekraf
KitaMulaiCaraBaru

Postingan Terkait

gambar Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney
Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney

Jakarta, 14 Februari 2024 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi, termasuk PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program-program ekonomi kreatif yang tepat sasaran sesuai arahan pemerintah pusat.

...
gambar Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali
Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali

Bali, 16 Februari 2025 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) berharap gelaran 5th Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 (5th MNEK 2025) di Bali memberi dampak pada para perajin lokal. Tercatat lebih dari 50 pelaku ekonomi kreatif mengikuti kegiatan bertaraf internasional ini.

...
gambar Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025
Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025

Jakarta, 17 Februari 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, menjadi pembicara dalam salah satu sesi talkshow pada acara Future of Beauty Summit 2025 yang diinisiasi oleh Female Daily. Dalam kesempatan tersebut, Wamenekraf Irene memberikan apresiasi terhadap acara yang mencetuskan inovasi, solusi, dan kolaborasi untuk mendorong perubahan ekonomi kreatif yang memengaruhi perilaku konsumen masa kini dan masa depan.

...