Jakarta, 19 Agustus 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menjajaki kolaborasi dengan The Sacred Riana untuk membangkitkan kembali industri seni sulap Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat membuka ruang baru bagi para pesulap Tanah Air serta memperkuat ekosistem pertunjukan seni sulap secara berkelanjutan.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menjajaki kolaborasi dengan The Sacred Riana untuk membangkitkan kembali industri seni sulap Indonesia, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
"Pertunjukan seni sulap di Indonesia saat ini sudah makin jarang mendapatkan panggung, padahal seni ini menyajikan kebahagiaan tersendiri bagi penikmatnya. Oleh karena itu, mari kita berkolaborasi membangkitkan kembali seni sulap melalui ketersediaan Creative Hub Ekraf sebagai wadah kolaborasi, inkubasi bisnis, hingga peningkatan kapasitas bagi para pelaku industri kreatif," ujar Irene Umar saat audiensi di kantor Kementerian Ekraf, Rabu (19/8).
Seni pertunjukan sulap memiliki rekam jejak panjang di Indonesia, mulai dari tradisi pertunjukan rakyat hingga panggung modern. Sektor ini juga terbukti melahirkan talenta yang mengharumkan nama bangsa di tingkat global. Berdasarkan data tahun 2020 dari kumparan.com, ekosistem sulap nasional ditopang oleh 1.000 hingga 1.500 pelaku industri yang mencakup performer, penjual alat sulap, hobbyist, hingga kolektor.
"Mari kita berjalan bersama dan mengoordinasikan berbagai bentuk dukungan dari Kementerian Ekraf, terutama dalam menyiapkan tempat sebagai creative hub bagi seni sulap. Terkait pembangunan ekosistem serta transparansi kebutuhan para pelaku seni, saya siap menjadi penghubung agar sinergi ini dapat langsung berjalan secara efektif," tambah Irene Umar.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
The Sacred Riana menjadi salah satu contoh sukses pengembangan Hak Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP) lokal yang menembus pasar global. Ia meraih berbagai penghargaan internasional, seperti juara Asia's Got Talent 2017, finalis America's Got Talent Season 13, hingga meraih penghargaan Les Mandrakes d'Or di Prancis dan tercatat dalam buku sejarah sulap dunia Les Magiciennes.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Wamen yang telah memberikan banyak masukan, berdiskusi, serta berkenan menjajaki kolaborasi bersama kami. Dukungan ini membuat kami sangat senang dan kembali bersemangat untuk membangkitkan serta memajukan industri seni sulap di Indonesia," tutur The Sacred Riana, magician Indonesia.
Sebagai langkah nyata kolaborasi ke depan, kedua pihak merencanakan agenda Arcana of Nusantara yang akan diselenggarakan sebanyak 5 kali dalam setahun di 5 kota berbeda. Program pertunjukan panggung ini akan melibatkan magician nasional dan internasional, seniman daerah, pelaku UMKM, serta mengangkat cerita rakyat dan budaya Nusantara.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
