Jakarta, 23 Juli 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, membahas peluang kolaborasi dengan Universitas Nasional (UNAS). Pembahasan termasuk bidang riset, pengembangan sumber daya manusia, penyelenggaraan kuliah umum, serta pengembangan model pembangunan desa yang mengoptimalkan kreativitas, inovasi, dan kekayaan intelektual sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi Universitas Nasional (UNAS) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
“Yang terpenting bukan hanya membangun, tetapi menjaga keberlanjutannya. Desa yang berhasil adalah desa yang masyarakatnya mau merawat, mengembangkan, dan menghidupkan ekosistem kreatifnya. Komunitas lokal harus menjadi penggerak utama karena mereka yang paling memahami potensi daerahnya,” ujar Wamen Ekraf dalam audiensi di Autograph Tower, Jakarta, Kamis (23/7).
Dalam pertemuan tersebut, pihak Unas memaparkan konsep Community Based Development Plus (CBD+). Pendekatan ini mengintegrasikan identitas lokal, inovasi, kolaborasi multipihak, pelindungan kekayaan intelektual, hingga komersialisasi produk kreatif berbasis komunitas. Model CBD+ turut menempatkan elemen pendampingan dan skema pembiayaan berkelanjutan agar nilai ekonomi lokal terus tumbuh pasca-program berjalan.
Wamen Ekraf menilai pendekatan akademik tersebut dapat mengakselerasi Program Aktivasi Desa Kreatif Kementerian Ekraf. Hasil riset dan kajian akademis perguruan tinggi dinilai menjadi landasan kuat penyusunan kebijakan, menghasil rekomendasi yang terukur sesuai potensi daerah, serta memastikan implementasi program berjalan tepat sasaran.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
Lebih lanjut, Wamen Ekraf menekankan krusialnya tata kelola Kekayaan Intelektual (KI) dalam pengembangan ekonomi kreatif desa. Menurutnya, potensi lokal harus dikelola melalui skema yang memberi manfaat ekonomi nyata bagi komunitas pelestari. Di sinilah peran kajian akademik UNAS dibutuhkan untuk memperkuat model pelindungan sekaligus pemanfaatan KI secara berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Universitas Nasional, Ernawati Sinaga, menyampaikan bahwa UNAS siap mendukung agenda pengembangan ekonomi kreatif melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kapasitas akademik yang dimiliki UNAS dapat berkontribusi dalam penyusunan kajian maupun pendampingan program sehingga hasil penelitian dapat diimplementasikan secara langsung.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
“Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Universitas memiliki sumber daya akademik yang siap mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai program pemerintah,” ujar Ernawati.
Audiensi ini membuka peluang tindak lanjut berupa penyusunan kajian bersama, pengembangan model pembangunan desa berbasis ekonomi kreatif, serta peningkatan kapasitas talenta melalui kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan Universitas Nasional. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat perumusan kebijakan berbasis riset sekaligus mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
