Kementerian Ekraf Dorong Art & Bali 2026 Perluas Akses Kreator Indonesia ke Jejaring Global

Kemenekraf/Bekraf RISabtu, 12 September 2026
Kementerian Ekraf Dorong Art & Bali 2026 Perluas Akses Kreator Indonesia ke Jejaring Global

Jakarta, 11 September 2026 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong perluasan akses pelaku kreatif Indonesia ke jejaring internasional melalui penyelenggaraan Art & Bali 2026 yang berlangsung pada 11–13 September 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan, Bali. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar membuka rangkaian acara yang mempertemukan seniman, desainer, pelaku industri, dan komunitas dari Indonesia maupun mancanegara.


Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar memberikan sambutan saat pembukaan Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City,Tabanan, Bali, Jumat (11/09/2026).

“Indonesia memiliki kreativitas yang luar biasa, tetapi tidak cukup hanya berada di Indonesia. Kita membutuhkan platform internasional seperti hari ini karena seni adalah sesuatu yang mengikat orang-orang bersama,” ujar Wamen Ekraf Irene saat membuka Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, Jumat (11/9).

Mengusung tema Bridging Dichotomies, Art & Bali 2026 menjadi wadah pertemuan lintas disiplin yang menghadirkan seni kontemporer melalui pameran, instalasi, diskusi, lokakarya, pertunjukan, serta pasar seni. Penyelenggaraan ini membuka ruang pertukaran gagasan sekaligus mempertemukan praktik dan perspektif dari beragam latar budaya.


Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf

Salah satu program utama, What The Body Remembers, mempertemukan seniman, desainer, dan maker dari Indonesia dan India melalui eksplorasi tekstil, material, teknik, identitas, dan memori. Pameran tersebut dikuratori oleh Bandana Tewari sebagai Lead Curator bersama Brina Paska sebagai Assistant Curator, serta menunjukkan bagaimana praktik seni, fesyen, desain, dan kriya dapat saling berinteraksi tanpa kehilangan karakter maupun akar budaya masing-masing.

“Pertama, kita harus lebih percaya diri dan mengakui bahwa apa yang kita miliki adalah sesuatu yang baik dan bisa kita tawarkan ke seluruh dunia. Kedua, bukan hanya membuat, tetapi juga memikirkan bagaimana karya itu bisa dikembangkan,” jelas Wamen Ekraf Irene dalam sesi Nuanu Future Talks.


Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf

Dalam rangkaian kegiatan, Wamen Ekraf Irene turut menjadi pembicara dalam sesi Nuanu Future Talks bertajuk Where Are Next Creative Capitals? bersama Co-founder Jia CURATED Budiman Ong dan CEO Nuanu Creative City Lev Kroll, dengan Founding Director Art & Bali Kelsang Dolma sebagai moderator. Diskusi tersebut mengulas peran ekosistem, kolaborasi lintas sektor, penguatan talenta, serta investasi dalam membangun kota kreatif yang berdaya saing.

“Art & Bali kami bangun agar seni dapat diakses lebih luas. Bukan hanya melalui galeri, tetapi juga dengan menghadirkan kolektif, organisasi, dan berbagai pihak yang selama ini mendukung perjalanan para seniman,” ujar Founding Director Art & Bali Kelsang Dolma. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan lebih banyak kreator dengan audiens, mitra, serta peluang baru yang mendukung keberlanjutan praktik mereka.


Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf

Kementerian Ekraf memandang Art & Bali 2026 sebagai momentum untuk memperkuat daya saing talenta dan kekayaan intelektual Indonesia melalui pertemuan dengan pasar, jejaring, serta perspektif internasional. Dengan kekuatan budaya dan daya tarik Bali sebagai salah satu simpul kreativitas Indonesia, forum lintas disiplin semacam ini diharapkan mampu memperluas visibilitas karya nasional sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru dari sektor seni, desain, fesyen, dan kriya.

Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
ART & BALI