Surabaya, 7 November 2025 — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) berhasil membukukan potensi pembiayaan senilai 5,3 miliar rupiah melalui gelaran Islamic Creative Economy Founders Fund (ICEFF) 2025 di Surabaya. Program yang diikuti 50 pelaku ekraf dari berbagai subsektor ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pembiayaan syariah yang inklusif dan berkelanjutan, menjembatani langsung para kreator dengan lembaga keuangan syariah.
Deputi Pengembangan Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, memberi sambutan pada Islamic Creative Economy Founders Fund (ICEFF) 2025, Surabaya, Jumat (7/11/2025).
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan ICEFF yang menjadi ruang aktualisasi pelaku kreatif dalam mengembangkan potensi usahanya secara etis dan berdaya saing.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat pembiayaan kreatif berbasis nilai syariah. Ekonomi kreatif bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang keberlanjutan, nilai, dan keberkahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Menteri Ekraf.
Kegiatan Bootcamp dan Pitching Islamic Creative Economy Founders Fund (ICEFF) Tahun 2025 diselenggarakan pada 5-7 November 2025. Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif dan menperkuat semangat kewirausahaan syariah melalui kolaborasi lintas sektor. Dalam pelaksanaannya, pendekatan hexahelix diterapkan untuk memperkuat sinergi antara pelaku kreatif, lembaga keuangan syariah, akademisi, komunitas, media, dan pemerintah.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, menjelaskan bahwa penguatan pembiayaan syariah menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
“Jumlah tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif pada 2024 mencapai 26,5 juta orang dan diharapkan meningkat menjadi 27,7 juta pada 2029. Investasi di sektor ini juga menunjukkan tren positif, dari Rp138,4 triliun pada 2024 menjadi proyeksi Rp183,7 triliun pada 2029,” ujar Cecep.
Menurut Cecep, ekosistem kreatif berbasis nilai etika dan keadilan memiliki potensi besar untuk memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi, Anggaran Hayun Anujuprana, menambahkan bahwa kegiatan ICEFF menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pelaku kreatif dan lembaga pembiayaan syariah.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“Kami berharap program ini dapat membuka peluang pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif, terutama mereka yang berbasis nilai syariah. Melalui ICEFF, kami ingin memastikan pelaku kreatif dapat berkembang dengan dukungan yang tepat dari lembaga keuangan,” ujarnya.
Kegiatan ICEFF di Surabaya diikuti oleh pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor seperti kuliner, kriya, fesyen, aplikasi, animasi, dan desain produk. Para peserta memperoleh pendampingan dari mentor profesional dan berkesempatan mempresentasikan ide bisnis mereka di hadapan lembaga pembiayaan syariah.
Selama tiga hari peserta dibimbing oleh mentor dari Young Entrepreneur Academy (YEA) untuk mendapatkan pembekalan pra-pitching dan pendampingan selama pitching. Para peserta terlihat sangat bersemangat mengikuti bootcamp dan pitching ini. Menurut peserta, kegiatan ini sangat bermanfaat karena dapat menambah wawasan dan jaringan ke lembaga keuangan syariah.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
ICEFF 2025 Surabaya yang diikuti 50 pegiat ekonomi kreatif dari subsektor kuliner, kriya, fesyen, aplikasi, animasi, dan desain berhasil membawa hasil positif dengan sukses membukukan potensi pembiayaan sebesar 5,3 miliar rupiah.
Program ICEFF diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia sekaligus mengukuhkan sektor ini sebagai the new engine of growth bagi kemajuan ekonomi nasional.
Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif / Badan Ekonomi Kreatif
