Kementerian Ekraf Dorong Ekosistem Film Desember Jani Lewat Pengembangan IP

Kemenekraf/Bekraf RIKamis, 3 September 2026
Kementerian Ekraf Dorong Ekosistem Film Desember Jani Lewat Pengembangan IP

Jakarta, 3 September 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat sinergi lintas sektor bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) guna mendukung promosi dan pengembangan potensi ekosistem film Desember Jani karya Palari Films yang dijadwalkan tayang akhir tahun ini. Wamen Ekraf Irene Umar menegaskan bahwa nilai sebuah karya film nasional tidak boleh berhenti saat masa tayangnya di bioskop usai.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar, menerima audiensi Palari Films guna mendukung promosi dan pengembangan potensi ekosistem film Desember Jani, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

"Kalau suatu film memiliki Intellectual Property (IP) yang kuat, kita bisa melihat seperti apa IP tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai peluang ekonomi kreatif, termasuk produksi merchandise, kolaborasi dengan subsektor lain, hingga ada sumber pendapatan atau royalti yang berkelanjutan,” ungkap Wamen Ekraf dalam pertemuan bersama Palari Films yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (3/9).

Kementerian Ekraf terbuka memfasilitasi strategi pemasaran yang kreatif dan inklusif. Salah satu caranya, menurut Wamen Ekraf, yaitu dengan menghubungkan kreator film ke berbagai komunitas hingga subsektor ekonomi kreatif lain yang relevan.

“Kami perlu melihat film Desember Jani terlebih dahulu sebelum tayang ke publik agar dapat memahami feel dan kekuatan ceritanya. Setelah itu, bakal dilanjutkan mencari jodoh kolaborasi yang tepat, termasuk dengan komunitas perempuan, pejuang kuliner, maupun subsektor ekonomi kreatif lainnya. Jadi, promosi film bukan sekadar hard selling, tetapi membangun percakapan dan pengalaman yang relevan dengan penonton,” lanjut Wamen Ekraf.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif

Film Desember Jani menyoroti kisah empat perempuan lintas generasi dalam satu keluarga, dengan fokus pada perjuangan seorang ibu tunggal sebagai pencari nafkah sekaligus pengampu kerja-kerja perawatan di rumah tangga. Film Indonesia ini juga mengeksplorasi relasi antara ibu dan anak, termasuk persoalan komunikasi maupun pilihan anak yang mencari ruang di luar keluarganya.

“Cerita film seperti ini penting karena memperlihatkan bagaimana perempuan menjalankan banyak peran sekaligus. Menariknya, seperti apa film Desember Jani dapat membuka percakapan tentang keluarga, komunikasi antara orang tua dan anak, serta bagaimana setiap anggota keluarga memiliki perspektif dan pilihannya masing-masing,” tutur Wamen PPPA, Veronica Tan.

Palari Films merupakan rumah produksi berbasis di Jakarta dengan rekam jejak karya-karya film Indonesia yang mendapat apresiasi di tingkat nasional maupun internasional. Adapun filmografinya seperti Posesif (2017), Aruna & Lidahnya (2018), Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021), dan Tebusan Dosa (2024). Selain itu, film Ali & Ratu Ratu Queens (2021), Dear David (2023), serta Kabut Berduri (2024) tercatat sebagai produksi yang memiliki distribusi internasional melalui Netflix.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif

"Terima kasih atas sambutan positif dari Wamen Ekraf dan Wamen PPPA terhadap film Desember Jani. Apalagi film Indonesia ini peran-peran pentingnya digarap oleh para perempuan seperti sutradara Ariani Darmawan, yang berasal dari Bandung; penulis skenario, Cyntha Hariadi; production designer, Suherina; dan ke-empat pemainnya yang juga perempuan. Kami juga melibatkan para pria dengan peran Director of Photography (DOP) dan editor sehingga tentu mereka bisa melihat seperti apa perspektif perempuan dalam film ini,” ungkap Meiske Taurisia sebagai produser filmnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sektor ekonomi kreatif telah menyerap 27,4 juta tenaga kerja pada 2025 atau sekitar 18,70 persen dari total tenaga kerja nasional. Tenaga kerja yang terserap untuk subsektor ekonomi kreatif memiliki karakteristik yang inklusif, dengan rata-rata sekitar 58 persen merupakan pekerja perempuan. Angka tersebut juga sejalan dengan data yang disampaikan Bank Indonesia pada Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, yang mencatat 58,39 persen tenaga kerja ekonomi kreatif adalah perempuan.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif

“Kami berharap bagaimana Film Desember Jani bisa diamplifikasi dan menjadi bagian dari percakapan publik. Kemudian bersama mencari potensi kolaborasi seperti nonton bareng (nobar) dengan komunitas-komunitas yang relevan dengan filmnya,” harap Tunggal Pawestri sebagai Associate Producer.

Turut mendampingi Wamen Ekraf Irene Umar yaitu Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi