Kementerian Ekraf Dorong Musik Jazz Jadi Penggerak Ekosistem Ekonomi Kreatif

Kemenekraf/Bekraf RIRabu, 8 April 2026
Kementerian Ekraf Dorong Musik Jazz Jadi Penggerak Ekosistem Ekonomi Kreatif

Jakarta, 8 April 2026 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong pengembangan musik jazz sebagai salah satu penggerak ekosistem ekonomi kreatif berkelanjutan. Meski memiliki segmentasi yang relatif eksklusif, jazz dinilai mempunyai basis penikmat yang loyal dan potensi bisnis yang kuat.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi musisi Berry Likumahuwa dan Jeremy Teja Sanger di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Hal ini mengemuka dalam audiensi Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, bersama musisi Berry Likumahuwa dan kreator film Jeremy Teja Sanger, Kamis (2/4).

Dalam pertemuan tersebut, Irene menekankan pentingnya merancang sebuah pertunjukan jazz yang tidak hanya kuat secara artistik, tetapi juga matang dari sisi bisnis. Ia mendorong setiap elemen acara dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari kurasi talenta, konsep kolaborasi, hingga pascaacara.

“Kita harus melihat ini sebagai sebuah ekosistem. Pertunjukan jazz tidak berdiri sendiri, tetapi bisa terhubung dengan subsektor lain seperti kuliner, fesyen hingga industri perhotelan. Kolaborasi ini bukan hanya memperkaya pengalaman audiens, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi para pelaku industri,” ujar Irene Umar.

Kementerian Ekraf yang menaungi 17 subsektor memandang kolaborasi lintas subsektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem yang sehat. Musik, sebagai salah satu subsektor strategis, memiliki peluang besar untuk berkembang jika mampu bersinergi dengan sektor lain yang sejalan.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreativ/Badan Ekonomi Kreatif.

Inisiatif pertunjukkan yang digagas Berry Likumahuwa bersama Jeremy Teja Sanger menjadi salah satu contoh konkret dari kolaborasi tersebut. Konsep yang dikembangkan tidak hanya menghadirkan konser jazz, tetapi juga dikemas dalam bentuk film dokumenter serta melibatkan talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Berry Likumahuwa menyebut, audiensi tersebut memberikan perspektif baru dalam mengembangkan konsep pertunjukan yang lebih luas dan terintegrasi.

“Audiensi ini membantu kami melihat bagaimana setiap elemen dalam ekonomi kreatif bisa saling terhubung. Selama hampir 20 tahun saya berkarya di industri ini, tantangan terbesar adalah kurangnya sinergi. Masukan dari Ibu Wamen mendorong kami untuk mengembangkan ide ini menjadi lebih eksploratif dan berdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Jeremy Teja Sanger, menilai dukungan dan keterlibatan pemerintah menjadi sinyal positif bagi pelaku industri kreatif untuk terus berinovasi. Kolaborasi antara musik dan film yang tengah dirancang diharapkan tidak hanya menjadi karya kreatif, tetapi juga menjadi model pengembangan ekosistem yang berkelanjutan di Indonesia.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Musik
Pelestarian Musik
Irene Umar
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Subsektor Musik
Musisi Lokal Berdaya
Kolaborasi Industri Kreatif
Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif
Perkuat Ekosistem Ekraf
Kementerian Ekraf/Badan Ekraf RI
Ruang Kreatif Kolaboratif

Postingan Terkait

gambar Wamenekraf Hadiri Perhelatan Orkestra, Dorong Pelestarian Musik Klasik di Indonesia
Wamenekraf Hadiri Perhelatan Orkestra, Dorong Pelestarian Musik Klasik di Indonesia

Jakarta, 15 Februari 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf) Irene Umar menghadiri konser orkestra bertajuk "Rachmaninoff Piano Concerto No. 4 Beethoven Symphony No. 8" di Aula Simfonia, Jakarta, pada Sabtu, 15 Februari 2025. Acara ini menjadi wadah bagi pecinta musik klasik untuk menikmati pertunjukan di satu-satunya gedung orkestra di Jakarta yang berkapasitas 1.200 penonton.

...
gambar Menekraf Siap Berkolaborasi dengan IKAPI untuk Mendorong Industri Penerbitan
Menekraf Siap Berkolaborasi dengan IKAPI untuk Mendorong Industri Penerbitan

Jakarta, 21 Februari 2025 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) guna membahas berbagai tantangan dalam industri penerbitan.

...
gambar Wamenekraf Dukung LAKON Indonesia sebagai Wadah Fesyen Global
Wamenekraf Dukung LAKON Indonesia sebagai Wadah Fesyen Global

Jakarta, 21 Februari 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, mendukung LAKON Indonesia dalam membuka peluang bagi merek fesyen lokal untuk menghadapi berbagai tantangan agar dapat menembus pasar global. Irene berharap para pegiat fesyen, terutama pembatik, dapat terus memproduksi batik secara konsisten mengingat pasar fesyen Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan bisnis.

...