Jakarta, 1 Oktober 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong pembaruan nota kesepahaman (MoU) kerja sama ekonomi kreatif dengan Tailan melalui forum World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta pada 21 hingga 23 Oktober 2026.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (kiri), berbincang dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Tailan merangkap Perwakilan Tetap RI untuk UNESCAP, Hari Prabowo (kanan), saat menerima audiensi di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Hal tersebut disampaikan Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya saat bertemu Duta Besar RI untuk Kerajaan Tailan merangkap UNESCAP, Hari Prabowo di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (1/10).
“Kami mendorong percepatan pembaruan MoU ekonomi kreatif dengan Tailan melalui momentum WCCE 2026. Kami berharap forum ini dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif kedua negara,” ujar Menteri Ekraf.
Kerja sama Indonesia dan Tailan sebelumnya dituangkan dalam MoU yang berakhir pada 2025. Proses pembaruan dilakukan melalui koordinasi dengan KBRI Bangkok, dengan sejumlah bidang prioritas, antara lain konten penyiaran, film dan animasi, desain, serta musik. Pembahasan juga mencakup kemungkinan penguatan hubungan kelembagaan dengan Creative Economy Agency (CEA) Tailan.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Ruang kerja sama kedua negara semakin terbuka seiring perluasan cakupan ekonomi kreatif Indonesia dari 17 menjadi 21 subsektor. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah potensi kolaborasi, mulai dari pertukaran talenta produksi film, pengembangan animasi, desain fesyen, hingga modifikasi otomotif.
Untuk memperluas akses pegiat ekonomi kreatif Indonesia ke pasar global, Kementerian Ekraf juga menyiapkan partisipasi dalam berbagai agenda industri internasional melalui program Created by Indonesia. Program ini diarahkan untuk meningkatkan peluang komersialisasi karya dan produk Indonesia di pasar tujuan.
“Melalui program unggulan Creative by Indonesia, kami mendorong pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk memperluas akses pasar internasional, termasuk dengan memanfaatkan berbagai agenda ekonomi kreatif di Tailan. Pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor akan dikurasi sesuai dengan kebutuhan pasar tujuan agar business matching dapat membuka peluang kolaborasi dan kemitraan bisnis yang konkret,” jelas Menteri Ekraf.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Sementara itu, WCCE 2026 akan mempertemukan pemangku kepentingan melalui pertemuan tingkat menteri, sesi pleno, diskusi tematik, serta fasilitasi pertemuan antarpemerintah dan pelaku usaha. Forum ini juga diarahkan untuk menghasilkan Jakarta Vision on Creative Economy sebagai kontribusi Indonesia terhadap pembahasan agenda pembangunan ekonomi kreatif global.
Duta Besar RI untuk Kerajaan Tailan merangkap UNESCAP, Hari Prabowo, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, jaringan ritel seperti Central Department Store dapat menjadi pintu masuk bagi produk ekonomi kreatif Indonesia ke pasar Tailan.
“Dari kami, prioritasnya jelas untuk membuka pasar Tailan bagi produk-produk ekonomi kreatif Indonesia. Di samping itu, juga untuk penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia melalui pengalaman Tailan. Untuk potensi pasar, modest fashion itu sangat tinggi, tetapi di luar itu juga ada fesyen tradisional Indonesia dengan sentuhan kontemporer yang keberterimaannya sangat tinggi di sana,” ungkap Hari Prabowo.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Pembahasan juga mencakup potensi pertukaran pengetahuan di bidang desain fesyen, termasuk keterlibatan desainer senior dan mahasiswa dari kedua negara. Salah satu peluang yang dijajaki ialah pengembangan kegiatan bersama yang menggabungkan wastra Nusantara dengan pendekatan desain kontemporer.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekraf bersama KBRI Bangkok akan mengidentifikasi agenda ekonomi kreatif di Tailan pada akhir 2026 hingga 2027 yang dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra potensial, termasuk melalui pameran dan forum bisnis internasional.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
