Jakarta, 16 Juli 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem talenta digital Indonesia melalui dukungan terhadap Cyber Breaker Competition (CBC) Season 3. Dukungan diberikan sejak perencanaan hingga Grand Final sebagai upaya memperkuat keamanan siber nasional sekaligus mendorong lahirnya kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) lokal berdaya saing global.
Staf Ahli Bidang Kekayaan Intelektual dan Transformasi Digital Kementerian Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu, memberikan sambutan pada acara Grand Final Season 3 di Garuda Spark Innovation Hub, fX Sudirman, Jakarta, Sabtu (11/07/2026).
Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, yang sebelumnya menerima audiensi Peris.ai selaku
penyelenggara CBC.
“Kementerian Ekraf mendukung penuh penyelenggaraan Cyber Breaker Competition Season 3 sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem talenta digital Indonesia. Melalui program ini, kami ingin menciptakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi, berkolaborasi, serta menghasilkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi industri kreatif digital dan keamanan siber nasional," ujar Teuku Riefky.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan aktif Kementerian Ekraf terhadap penyelenggaraan CBC Season 3 sejak tahap konseptualisasi. Bersama Peris.ai, Kementerian Ekraf berkolaborasi dalam penyusunan desain kompetisi, peluncuran resmi CBC Season 3 di Jakarta Creative Hub (JCH), di mana rangkaian kegiatan dimulai dengan penguatan talenta melalui pelatihan Cyber-Gig sekaligus peluncuran kompetisi CBC tersebut hingga mendorong Cyber Breaker berkembang sebagai IP Indonesia yang mengintegrasikan keamanan siber, teknologi, esports, media, komunitas, dan industri kreatif.
"Kementerian Ekraf bangga dapat kembali mendukung penyelenggaraan Cyber Breaker, mulai dari perancangan desain kompetisi, penambahan program Cyber-Gig, hingga peluncuran CBC Season 3 di Jakarta Creative Hub. Kami melihat Cyber Breaker bukan sekadar kompetisi keamanan siber, tetapi sebuah ekosistem yang melahirkan talenta, inovasi, dan intellectual property Indonesia yang memiliki potensi untuk berkembang di tingkat global," jelas Menteri Ekraf.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Grand Final CBC Season 3 sukses diselenggarakan di Garuda Spark Innovation Hub, fX Sudirman, Jakarta, Sabtu (11/7) dengan mencatatkan pertumbuhan kepesertaan hingga 916 peserta. Kompetisi tahun ini juga memperlihatkan pemerataan talenta digital, karena tiga tim yang berhasil menembus babak Grand Final tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, melainkan juga dari berbagai daerah di luar Jawa.
Pemerataan talenta digital ini menjadi indikator penting bahwa pembangunan ekosistem digital nasional tidak lagi terpusat di kota besar. Selain pertandingan utama, momentum ini juga dimanfaatkan untuk meluncurkan program Cyber Breaker Bounty – Live Bug Bounty Showcase, sebuah program yang mempertemukan perusahaan dengan ethical hacker terverifikasi melalui mekanisme responsible disclosure guna memperkuat kolaborasi antara industri dan komunitas keamanan siber.
"Cyber Breaker dibangun untuk menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan talenta, komunitas, industri, dan pemerintah. Melalui kompetisi Season 3 ini, kami ingin menunjukkan bahwa cybersecurity dapat menjadi ruang yang terbuka, menarik, serta berdampak dalam menghubungkan potensi talenta muda dengan kebutuhan industri dan bangsa," pungkas Head of Cyber Breaker, Rheza Dio.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Grand Final CBC Season 3 turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Kekayaan Intelektual dan Transformasi Digital Kementerian Ekraf, Agustini Rahayu; Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Slamet Aji Pamungkas, bersama para pemangku kepentingan dari pemerintah, industri, komunitas, dan akademisi.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
